
"Aku mewakili Zahra." sambung Yulia
"Ihh gak mau aku sama dia yang pemarah kek gitu."kata ku setengah berteriak.
Kemudian Arsyad mengejar kami berdua. Aku dan Yulia berlari ke arah luar. Aku mengambil sepatu Arysad dari rak sepatu dan Arsyad yang berdiri di belakang ku mencoba untuk menjangkau nya, sebenarnya secara tidak langsung dia memeluk ku dari belakang. Aku merasakan hangat di pundak ku, saat dia mendekapkan dirinya kepada ku. Aku langsung melemparkan sepatu nya ke depan ku, dan dia pun langsung mengambil sepatunya.
Aku pun tertawa lepas menutupi rasa malu ku dan dia menatap tajam ke arah ku sambil memegang sepatunya.
Setelah selesai menertawakan nya, aku pun masuk ke dalam kelas, dia juga ikut masuk ke dalam kelas sambil berteriak-teriak seperti perempuan, dan lagi-lagi aku menertawakan nya, saat aku menertawakan nya, tiba-tiba dia menatap tajam ke arah ku dan berkata
"Berani kamu ?!"
"Sangat berani !"tantang ku
Dia semakin mendekat ke arah ku
"A..a..ampun.."kata ku sambil tertawa.
Dia semakin mendekat ke arah ku,
"Haha....25..."Tiba-tiba Arsyad tertawa sambil menunjuk ke kertas hasil ulangan matematika ku.
Aku kaget saat mendengar apa yang di katakan nya barusan lalu saat aku melihat ke atas meja, ternyata itu adalah kertas nilai hasil ulangan matematika yang baru saja di bagikan tadi. Aku langsung menarik kertas hasil ulangan matematika ku yang memalukan itu.
"Memang nya kamu dapat nilai berapa ?" Kata ku setengah berteriak dengan nada sombong walaupun nyata nya aku sedang menahan malu
"Aku dapat nilai 45."kata nya dengan bangga.
Kami pun akhirnya tertawa lepas bersama, karena ternyata nilai ulangan harian matematika kami sangat lah menyedihkan.
__ADS_1
Saat siangnya, aku meledek nya karena dia tidak bisa push up dengan benar, lalu dia mengejar ku dan aku berlari menuju ke arah lapangan basket. Saat aku sudah sampai lapangan basket, dia duduk di atas rumput di samping lapangan dengan santainya, Sedangkan aku berdiri di lapangan basket sambil mengatur nafas ku. Lalu dari jarak beberapa meter kami mengobrol dengan setengah berteriak
Zahra : "Kamu duduk di sana aja
sampai pulang sekolah."
Arsyad : "Kamu berdiri juga di situ
sampai pulang sekolah
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
tapinya."
Arysad : "Kamu berdiri aja di situ
sampai besok."
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
sampai besok."
Arysad : "Kamu berdiri aja di situ
sampai Senin."
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
sampai Senin."
Arysad : "Kamu berdiri aja di situ
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
Arysad : "Kamu berdiri aja di situ
sampai Rabu."
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
sampai Rabu."
Arysad : "Kamu berdiri aja di situ
sampai Kamis."
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
sampai Kamis."
Arysad : "Kamu berdiri aja di situ
sampai zebra mati."
Zahra : "Kamu duduk di situ juga
sampai zebra mati."
Arsyad : "Hahaha"
__ADS_1
Zahra : "Eh salah ! Salah ! Kamu
duduk di sana sampai singa mati."
Lalu kami pun berlari kembali ke kelas.
~Ke esokkan hari nya
Aku baru saja datang dan baru saja ingin duduk di kursi ku tapi aku sudah di sambut dengan seekor kecoa, di atas meja ku
"Siapa yang meletakkan nya di sini ?!" Teriak ku, kemudian mata ku berkeliling mencari sosok apa saja yang ada di dalam kelas
dan mata ku tertuju pada seorang yang sedang tertawa-tawa sambil melihat ke arah ku, siapa lagi kalau bukan "Muhammad Harreza Arsyad."
Karena aku tidak takut dengan kecoa, kemudian aku mengambil kecoa itu lalu mendekati Arysad dan ternyata Arsyad takut dengan kecoa itu...hahahaha....
Akhirnya pagi-pagi kami sudah jogging keliling kelas...
Saat Arysad berhenti, aku pura-pura memasukkan kecoa itu ke dalam baju nya,
dia panik sekali, kemudian
"Cari kan !"Kata nya, sambil memberikan punggungnya pada ku
"What ?! Kamu minta carikan ke aku ?! gak salah ?!"ucap ku dalam hati.
kemudian dia mengambil kotak pensil ku, lalu berkata lagi "Cari kan !"
"Aduh...Gimana ini ?"ucap ku dalam hati
__ADS_1