
Hari ini adalah ulang tahun Nafiz, kami berniat untuk memberi kejutan padanya. Pertama-tama aku memarahinya habis-habisan, namun aku tidak menyangka dia akan menangis. Karena sebenarnya rencana memarahi Nafiz hanyalah rencana ku sendiri, maka teman-teman yang melihat kejadian itupun memojokkan ku. Aku berusaha untuk memberikan kode pada mereka bahwa ini hanyalah sandiwara ku. Aku memberikan pada mereka dan akhirnya merekapun faham lalu tersenyum ke arahku. Arsyad menatap kearahku dengan tajam, aku langsung pergi menjauh dari sana, sungguh aku tidak sanggup melihat mata nya itu, sakit sekali rasanya di tatap nya dengan tatapan seperti itu, tanpa sadar, air mata kembali membasahi pipi ku.
Nafiz juga belum berhenti menangis, akhirnya kami pun langsung saja mengeluarkan kue ulangtahun nya tetapi dia masih saja menangis. Kurasa sebenarnya dia menangis bukan karena ku marahi tetapi karena dari awal dia sudah tau bahwa kami akan merayakan ulangtahun nya, jadi, dia menangis karena terharu.
---
Beberapa hari ini, aku dan Arsyad selalu berbarengan, entah itu saat mengumpulkan tugas, mengambil buku, berjalan keluar dan hal-hal lainnya. Aku tidak tau hal itu memang kebetulan atau disengaja olehnya, yang pasti saat aku melihatnya berbarengan dengan Elisa mencium tangan guru, hati ku rasanya sangat sakit sekali, terlihat jelas matanya menatap ke arah Elisa dan senyuman juga terukir jelas di wajahnya.
---
Dulu aku dan Arsyad sering sekali mengobrol dengan bertatap muka. Namun, sekarang kami hanya bisa curi-curi pandang. Saat mata kami bertemu, pasti kami langsung membuang muka.
__ADS_1
Kejadian pada saat kelas 7 terjadi kembali hari ini. Saat aku ingin masuk kelas, dia berdiri tepat dihadapan ku. Aku melangkahkan kaki ku ke samping, dia juga melangkahkan kaki nya ke samping. Aku tidak bisa melihat ekspresi wajahnya karena kepalakuku hanya menunduk menatap kebawah yang pasti aku mendengar suara dia berdecak kesal.
---
Hari ini banyak keluarga berkumpul namun adik sepupu ku "Caca" tidak datang. Aku merasa sangat sedih sekali. Biasanya dia selalu ada di sisiku, mengenalkan ku pada anggota-anggota keluarga lainnya. Namun, hanya karena konflik yang terjadi di antara kedua orang tua kami, maka kami pun juga harus terpisah.
---
Beberapa hari yang lalu adalah hari raya Idul Adha, semuanya telah bermaaf-maafan tetapi Doni, Andre, Nafiz dan Arsyad tetap meledekku.
Aku berjalan menjauh dari mereka, Doni mengejarku lalu berkata
__ADS_1
"Mohon maaf lahir batin."kata Doni sambil mengulurkan tangannya.
Aku berusaha untuk menghindarinya, namun dia terus mengejar ku. Akhirnya aku hanya menyatukan kedua tanganku di depan dada, tanda bahwa aku tidak mau menyentuh tangannya karena bukan muhrim. Dia pun juga melakukan hal yang sama.
---
Pagi ini aku di bangunkan oleh kucing ku yang menginjak kepalaku kemudian dia mengeong sangat keras di telingaku. Aku berusaha untuk tidak memperdulikan nya, Namun kemudian aku teringat dengan Doni.
Aku bergegas bangkit dari tempat tidur ku dan bersiap-siap pergi ke sekolah. Jika di tanya apakah aku jatuh cinta pada Doni, maka jawabanku adalah "tidak.", Aku hanya suka dengan tingkah lakunya yang selalu bisa menghiburku.
Saat aku sampai di depan kelas, aku melihat Arsyad, Andre, Iqbal, Doni dan Nafiz sedang duduk berkumpul di dekat pintu masuk kelas.
__ADS_1
"Ya Allah...mereka semua berkumpul..."ucapku dalam hati
Aku berusaha agar tetap santai saat melewati mereka, namun seketika mereka semua menatap kearah ku, aku hanya tersenyum kearah mereka lalu mempercepat langkahku masuk kedalam kelas.