
Pada malam hari nya aku mengirim pesan kepada Arsyad
Zahra : "Selamat ya ! kita sudah satu bulan
sekolah di SMPN 1, kamu bahagia
nggak ?"
Arsyad : "Kamu siapa ?"
Zahra : "Aku Syafira Nur Azzahra."
Arsyad : "Yang bener ?"
Zahra : "Hehehe bukan...Aku mawar"
Arsyad : "Hah ?! Mawar ? Tinggal di mana ?
Kelas berapa ?"
Zahra : "Aku tinggal di desa, kelas 7, aku
dengar kabar Syafira Nur Azzahra
suka sama kamu ya ? seperti apa
sih dia ? aku nggak pernah melihat
nya. Cantik nggak dia ?
Arysad : "Nggak."
Zahra : "Ciri-ciri dia seperti apa sih ?"
Arsyad : "Dia punya hidung, mata, rambut, gigi,
lidah, perut dan jari."
Zahra : "Hehehe....Maksud ku dia hitam atau
__ADS_1
putih ? Tinggi nya sama nggak
dengan kamu ?
Arsyad : "Beda ! Dia hitam, aku putih, dia
sedang, aku lebih tinggi."
Zahra : "Kamu suka ya sama dia ?"
Arsyad : "Gak mau."
Zahra : "Jujur aja deh, aku ini pandai lho
menyimpan rahasia."
Arsyad : "Aku gak suka sama dia."
Zahra : "Kamu itu pengen punya pacar
seperti apa sih ?"
Arsyad : "Kepo."
Assalamualaikum Arsyad."
Arsyad :"Wa'alaikumsalam, kamu kelas 7 apa ?"
Aku tidak membalas pesannya lagi, kemudian aku pun melaksanakan sholat fardhu magrib.
~Ke esokan hari nya
Saat istirahat, saat aku sedang duduk dengan teman-teman ku, ku lihat di depan papan tulis Ahmad pura-pura mati sedangkan Arsyad, Andre, dan Andika mensholatkan Ahmad.
__ADS_1
Mereka terus pura-pura shalat sambil tertawa-tawa begitu pun dengan aku dan teman-teman ku juga tertawa melihat tingkah konyol mereka. Saat aku tertawa, Arsyad beberapa kali melihat ke arah ku sambil tertawa, seolah-olah dia melakukan itu untuk membuat ku tertawa.
"Huhh ! kamu bilang ke Mawar bahwa kamu tidak suka aku, tapi kenapa setiap tingkah laku mu seolah-olah menunjukkan bahwa kamu melakukan itu untuk membuat ku tertawa ?!"
ucap ku dalam hati.
Bel tanda masuk pun berbunyi dan sekarang adalah jam mata pelajaran matematika kami di bagi menjadi beberapa kelompok dan aku sekelompok dengan Arsyad. Kami pun menyatukan meja dan kursi kami dan mulai menulis nama anggota kelompok di buku kami masing-masing dan Arsyad bertanya pada ku
"Siapa nama kamu ?"tanya nya
"Ya Allah...Orang yang aku cinta selama ini...bahkan tidak tau siapa nama ku ?!" ucap ku dalam hati. Kemudian aku pun memberikan buku ku pada nya agar dia bisa menulis nama ku dengan benar. Selama kerja kelompok aku hanya bercanda dengan Iqbal dan Nafiz sedangkan yang mengerjakan tugas adalah "Arsyad".
~Pada suatu hari
Aku sedang duduk berdua dengan Iqbal di depan pintu, lalu Arysad lewat di depan kami
"Bal. Arsyad ganteng ya ? apalagi kalo senyum. Sayangnya dia menjadi tuli saat ku panggil."bisik ku pada Iqbal
Iqbal yang dari tertawa-tawa kini menjadi terdiam sejenak setelah mendengar apa yang ku katakan barusan. Aku sengaja mengatakan itu pada Iqbal karena aku tau dia menyukai ku, Liya yang yang memberitahu ku hal itu. Aku melakukan hal itu agar Iqbal berhenti menyukai ku, aku tidak mau dia semakin sakit hati nanti nya walaupun aku tau kata-kata ku barusan sudah pasti cukup menyakiti hati nya.
Saat suasana antara aku dan Iqbal tengah hening, tiba-tiba Arsyad mendekati Iqbal
"Apa yang di katakan Zahra tadi ?"tanya Arysad pada Iqbal. Aku langsung berteriak dan mendorong Arsyad.
__ADS_1