
Dulu saat kelas 7, tempat duduk ku cukup dekat dengan Arsyad, dia duduk di belakang sebelah kananku. Sekarang tempat duduk ku dengan tempat duduk Arsyad cukup jauh tetapi tempat duduk kami berhadapan.
Dia masih saja menatap ku dengan tajam, mata nya seperti memancarkan kebencian yang amat mendalam. Aku berusaha untuk tidak memperdulikan nya, aku mencoba menghibur diriku dengan cara mengalihkan perhatian ku dengan melihat ke arah Iqbal yang duduk di sebelah Arsyad.
Sangat tentram rasanya saat melihat Iqbal namun hatiku rasanya sangat gusar saat melihat Arsyad. Padahal jika di bandingkan, Arsyad jauh lebih tampan daripada Iqbal.
---
Hari ini aku sengaja datang lebih awal karena aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah Iqbal. Saat aku sudah sampai kelas, lalu aku mengangkat wajahku dan melihat tempat duduk Iqbal. Aku malah mendapatkan tatapan tajam dari Arsyad.
---
Saat bel pulang berbunyi, aku pergi ke kelas nya Mira untuk mengajaknya pulang bersama.
Aku menunggu Mira di depan pintu, aku mendengar langkah kaki dari dalam namun yang keluar bukanlah Mira melainkan Hasanah pacar Iqbal. Dia terlihat sangat dingin, aku tersenyum kepada nya untuk mencairkan suasana namun dia membalas senyum ku dengan senyum yang sangat nampak terpaksa.
Setelah Mira keluar, aku langsung bergegas mengajak nya pergi. Selama perjalanan pulang, aku terus memikirkan hal tadi.
"Kenapa dia sangat cemburu padaku ? Padahalkan banyak sekali perempuan yang lebih dekat dengan Iqbal dibandingkan aku."ucap ku dalam hati. Namun setelah ku fikir-fikir lagi, ternyata wajar saja dia paling cemburu denganku karena dulu Iqbal pernah menyukaiku, jadi wajar saja jika dia takut cinta lama bersemi kembali.
__ADS_1
---
Hari ini kami ada kerja kelompok di rumah Ida dan seperti biasa, aku selalu satu kelompok dengan Iqbal.
Sejak sampai di rumah Ida, mulutku tidak berhenti bersuara. Hal apapun aku bahas, itu karena aku menutupi rasa senang ku karena bisa melihat Iqbal di sana. Bahkan karena terlalu asik mengobrol dengan Ida, saat Iqbal memanggil-manggil nama ku pun, aku tidak memperdulikannya.
Salah satu temanku yang sudah lama ada di rumah Ida mengajak ku pulang padahal aku baru saja datang. Tapi aku mengatakan "Ya" padanya.
"Datang-duduk-main HP-Minum-pulang !"kata Iqbal kesal.
Lalu aku pun tidak bisa lagi berpura-pura tidak memperdulikan nya. Aku tertawa lepas mendengar perkataannya barusan.
"Eh jangan di minum ! Sini aku periksa dulu ! Ada racun atau tidak !"kata Aziz sambil tersenyum.
Aku hanya menggeleng kan kepala ku dan tertawa setelah mendengar apa yang dikatakan Aziz barusan.
---
Hari ini guru mengadakan latihan drama untuk para murid di dalam kelas dan saat giliran ku berlatih drama, Arsyad keluar dan tak kunjung masuk sampai akhirnya aku selesai dan dia baru masuk.
__ADS_1
"Sebegitu bencinya kah dirimu padaku ?"ucap ku dalam hati.
---
"Aku merasa semakin lama kehidupan ku semakin kacau. Saat dirumah, aku tidak bisa lepas dari handphone dan di sekolah, aku selalu melihat orang yang sangat kucintai menunjukkan kebencian nya padaku. Walaupun aku dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi ku, aku tetap tidak bisa menghilangkan kesedihan di hatiku, karena bagaimanapun di benci oleh orang yang sangat kita cintai, sangat lah menyakitkan."
---
Tak ku sangka persahabatan yang terjalin antara aku, Fifi, Liya, Nisa, Ida, Stella, Iqbal dan Aziz dapat merubah kehidupan ku.
Perhatian dan kasih sayang dari mereka dapat membuat ku bisa
menghilangkan kesedihan yang selama ini ada di didalam hatiku dan kini cintaku pada Arsyad telah hilang.
Kini di hatiku hanya dipenuhi dengan rasa sayang ku pada mereka. Mereka yang selalu ada untukku, mereka yang selalu memanjakan ku, memberikan perhatian dan kasih sayang padaku.
Di saat aku sayang-sayangnya dengan mereka, hari perpisahan datang.
Sebenarnya aku tidak terlalu bersedih di hari perpisahan ini karena aku tau mereka akan satu sekolah lagi denganku tetapi saat melihat Annisa menangis karena dia akan berbeda sekolah dengan kami, akhirnya membuat air mata ku ikut menetes.
__ADS_1