A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
PDKT


__ADS_3

Sejak hari itu, aku akrab dengan Arsyad.


Aku menghabiskan hari-hari ku di penuhi dengan canda tawa bersama nya. Setiap hari nya, ku tuliskan kenangan indah ku bersama nya di buku harian berwarna biru ku.



Jum'at, 2 September


Hari ini saat gotong royong, aku mengejek Arsyad dan Iqbal, mereka berdua pun mengejar ku, kemudian aku berlari ke arah ibu guru dan tentu nya mereka putar balik hehe....



Senin, 5 September


Hari ini aku mengambil tas Arsyad lalu mengeluarkan semua isi nya dan meletakkan barang-barang nya itu di sembarang tempat.


Arsyad mengambil kotak pensil ku dan meletakkan pensil warna ku di sembarang tempat namun akhirnya dia membantu ku mencari pensil-pensil warna ku itu.


Sejak aku akrab dekat dengan Arsyad,aku selalu memakai topi. Saat aku sedang berdebat dengan Arsyad tiba-tiba Iqbal mengambil topi yang ku pakai, Aku tidak memperdulikan nya dan terus berdebat dengan Arysad, tiba-tiba Iqbal kembali memasangkan topi itu ke kepala ku.


Saat itulah baru aku baru mengalihkan pandangan ku pada Iqbal, ku lihat wajahnya sangat menggambarkan kesedihan yang amat mendalam namun apa daya, hati ku sudah terlanjur ku berikan kepada Arsyad dan bukan kah ini tujuan ku sebelum nya, yaitu membuat Iqbal tidak menyukai ku lagi.



Selasa, 6 September


Sejak aku dekat dengan Arsyad, aku menjadi sering dandan bahkan aku pergi ke sekolah memakai foundation. Namun dia malah berkata


"Walaupun pakai foundation tetap saja hitam !"

__ADS_1


dan saat bercanda dengan ku, dia juga sering memukul ku, walaupun kadang tidak di sengaja.


Saat aku sedang duduk memikirkan itu semua, tiba-tiba Riri dari kelas sebelah datang lalu memukul dan menendang Arsyad, aku tidak tau kesalahan apa yang Arsyad perbuat tapi saat Riri memukuli Arsyad aku terus menertawakan nya. Tak lama kemudian Lisa membanting tas Arsyad dan lagi-lagi aku menertawakan nya.



Kamis, 8 September


Saat pelajaran bahasa Inggris, saat ibu sedang sibuk mengkoreksi tugas kami, Arsyad mengambil semua buku yang ada di dalam tas kemudian menulis kata "Zebra" di buku-buku ku itu.


Ya, memang kadang-kadang teman-teman ku meledek ku dengan kata"Zebra" mungkin karena nama belakangku adalah "Zahra". Setelah Arsyad selesai menulis kata "Zebra" di semua buku ku, dia pun mengembalikan buku ku itu, kemudian aku mulai melangkahkan kaki ku menuju meja guru untuk melaporkan perbuatannya. Saat aku tengah berjalan, dia langsung menghadang jalan ku dan memohon agar tidak melaporkan nya. Lalu Fifi datang dan mengambil buku ku itu


"Biar aku saja yang melaporkan nya."kata Fifi.


Muka Arsyad tiba-tiba memerah, sangat lucu sekali melihat muka nya yang terlihat ketakutan. Aku merasa kasihan lalu melarang Fifi untuk melaporkan nya.


"Arsyad, Minggir...Aku mau lewat..."Kata ku


"Gak mau."Kata Arsyad.


Kemudian aku menengok ke arah kiri dan aku melihat ayah ku sedang duduk di atas motor nya sambil menunggu ku pulang. Aku tidak tau apakah ayah melihat ke arah ku atau tidak. aku tidak dapat melihat jelas karena jarak antara kami cukup jauh.


"Ayo cepat minggir Syad, ayah ku melihat ke arah kita."kata ku sambil menutupi wajah ku.


Dia yang tadinya berdiri di tengah jalan seketika berpindah posisi lalu berkata


"yang mana ayah mu ?"kata nya dengan panik dan suara serak khas nya itu. Kemudian aku berlari dan tertawa lalu berkata "Ada deh."


Aku pun masuk ke dalam kelas, mengambil tas ku, kemudian pulang ke rumah.

__ADS_1



Sabtu ,10 September


Hari ini kami merayakan ulang tahun salah satu teman kami, saat kami sedang menyanyikan lagu ulang tahun, Arsyad mendekati ku lalu berbisik kepada ku


"Hahaha ulang tahun mu tidak di rayakan."


Aku merasa kesal, kemudian aku duduk di depan pintu, dia mendekati ku, aku pura-pura marah padanya kemudian di menggelitik ku dan akhirnya dia kembali berhasil membuat ku tertawa, lalu aku mengobrol dengannya


"Syad, Janji ya jangan marah."kata ku


"Iya..."kata Arsyad


"Hari Rabu atau Selasa kita tidak berteman ya...Aku di tantang teman-teman ku untuk tidak berteman dengan mu dan Iqbal selama beberapa hari."


Arsyad hanya diam, lalu dia mengambil tas nya dan berjalan menuju gerbang karena sudah waktunya pulang sekolah. Saat dia berjalan aku berkata pada nya


"Bersumpah lah demi Allah kamu tidak akan marah maka aku akan memberitahu ku siapa Mawar sebenarnya."kata ku setengah berteriak


"Nggak mau."Kata Arsyad


"Yaudah gak usah !"Kata ku


"Seharusnya aku biarkan saja Mawar menjadi rahasia selamanya, semoga saja dia tidak akan memikirkan apa yang ku katakan barusan."gumam ku. Sepanjang perjalanan pulang aku terus merasa khawatir, aku takut di memikirkan apa yang ku katakan barusan.



__ADS_1


__ADS_2