A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Suatu hal


__ADS_3

Bel istirahat baru saja berbunyi, dan kelas sudah kosong. Waktu istirahat ini ku manfaatkan untuk meringkas pelajaran Seni budaya.


Aku tau sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan ku dan orang itu bukan Arsyad ataupun Andre.


Aku berusaha untuk tidak memperdulikan itu, tetapi akhirnya aku menengok juga kearah orang itu.


Ku lihat dia sedang bercanda dengan temannya, saat aku melihat kearahnya, dia melemparkan senyuman kearah ku.


Dia adalah Irfan, murid kelas sebelah, dulu Mira pernah memberitahu ku bahwa Irfan menyukai ku tapi ku rasa itu hanyalah leluconnya.


Tetapi beberapa hari ini, teman Irfan sering memanggilku, seperti ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan namun Irfan selalu menghalangi mereka. Kadang-kadang Irfan duduk di sebelah tempat duduk ku tetapi aku tidak memperdulikannya.


Sampai dia pun memberanikan diri untuk berbicara pada ku, atau lebih tepatnya bertanya


"Darimana dan sampai mana meringkas Seni budaya ?"tanya Irfan


"Sampai halaman 40."jawabku singkat tanpa melihat kearahnya.


---


Pagi-pagi aku sudah melamun di dalam kelas tetapi Doni datang dan membuyarkan lamunanku karena dia duduk tepat dihadapan ku.

__ADS_1


Dia menyanyikan sebuah lagu yang akhirnya membuatku tertawa. Yuli yang melihat itu meledek kami.


"Cye...Pacaran..."ledek Yuli.


"Pacaran ? Kita kan teman !"kata ku penuh semangat lalu aku tos dengan Doni.


---


Saat bel istirahat berbunyi, aku mengikuti Yuli yang mengajakku untuk bertemu dengan Andre, Syaiful dan teman-teman lainnya yang sedang berkumpul di taman sekolah.


"Zahra datang !"sambut Syaiful


"Kalian berkumpul di sini tetapi tidak mengajakku !"kata ku sambil menyilangkan kedua tanganku.


"Kamu juga tidak memberitahu ku."kata ku sambil mendorong Andre.


"Lagi bahagia nih ! Status baru !"ledek Syaiful


Mendengar ledekan nya, aku langsung pergi menjauh dari mereka. Aku tidak mau gosip tentang aku berpacaran dengan Andre tersebar secepat ini.


Saat aku sampai di kelas, Doni kembali duduk di sampingku dan kembali bernyanyi lalu Fifi datang merusak suasana

__ADS_1


"Foto dulu !"kata Fifi berulang-ulang sambil mengarahkan kamera handphone nya kepada Doni. Tentunya Doni langsung menutupi wajahnya dengan tangan.


"Halah ! Kamera belakang mu kan rusak !"ucapku setengah kesal.


Doni yang mendengar itupun langsung menyingkirkan tangannya dari wajahnya lalu mulai kembali bernyanyi. Fifi yang mulai kesal lalu mengatakan


"Pamali duduk di depan pintu !"


Dalam hati ku tertawa-taws saat Fifi mengatakan itu, dia pasti merasa sangat cemburu.


---


Hari ini pagi-pagi aku senyum-senyum sendiri di depan pintu, mengingat kejadian diantara aku dan Andre beberapa hari ini


Sejak beberapa hari yang lalu Andre memanggil ku dengan sebutan "Sayang" walaupun dia hanya memakai panggilan itu di telpon.


Tiba-tiba aku mendengar suara Elisa memanggil ku untuk meminta saran tentang tugas kelompok kami.


Untung aku bisa memberikan saran yang bagus untuknya. Aku merasa senang bisa selalu satu kelompok dengan Fifi, Elisa dan Rani tetapi banyak sekali yang merasa iri dan merasa guru tidak adil.


"Bu ! Tidak adil Zahra, Fifi, Elisa, dan Rani satu kelompok ! Mereka semuanya pintar ! Kelompok lain pasti langsung kalah !"teriak beberapa orang murid

__ADS_1


"Jangan putus asa sebelum berusaha dong."hanya kalimat itu saja yang keluar dari mulut guru untuk menenangkan murid-murid yang protes.


__ADS_2