
Aku berusaha untuk menahan hati ku agar tidak jatuh cinta padanya karena aku tau pada akhirnya nanti aku akan patah hati karenanya. Tiba-tiba guru masuk membuyarkan lamunanku kemudian guru kembali menyuruh kami memperkenalkan diri kami masing-masing dan akhirnya aku tau namanya, namanya adalah
"Muhammad Harreza Arsyad"
Nama yang sangat asing bagi telinga ku.
Tanpa ku sadari, sejak aku mengetahui namanya, sejak itu pula lah nama nya terukir indah di dalam hati ku.
Pada hari ke-4 sekolah,
Wali kelas kami atau "Ibu Lidya" mengadakan pemilihan ketua kelas dan "Arsyad" termasuk calon ketua kelas yang di tunjuk oleh ibu. Ibu pun mengadakan pengambilan suara dan "Arsyad" menang karena mendapat suara terbanyak padahal seperti nya dia tidak ada niat sama sekali untuk menjadi ketua kelas namun karena banyak yang memilih nya dan ibu memaksa nya akhirnya dengan terpaksa dia menjadi ketua kelas kami. Aku yakin banyak yang memilih nya menjadi ketua kelas hanya karena wajahnya yang tampan.
Beberapa minggu telah berlalu dan kini aku sudah mulai mempunyai beberapa orang teman dan kini aku sudah sangat dekat dengan "Aliya" hingga suatu hari aku memutuskan untuk memberitahu nya bahwa aku menyukai "ketua kelas." Namun ternyata aku salah telah memberitahu nya karena beberapa hari kemudian dia memberitahu semua orang tentang perasaan ku terhadap Arsyad dan hal itu terjadi di hadapanku sendiri. Saat ada orang yang bertanya "Apakah hal itu benar ?"
__ADS_1
dengan polosnya aku menjawab"Ya."
Suatu hari, saat aku sedang jalan-jalan dengan Liya, Liya memetik bunga mawar yang ada di depan kelas kami dan mencium wangi nya, aku mundur beberapa langkah dari Liya dan berkata "Liya, jauhkan bunga itu dari ku."
dan Liya malah melemparkan bunga itu kearah ku. Sebenarnya aku agak takut dengan bunga mawar karena duri nya yang bisa melukai tangan, namun sebenarnya aku juga tidak terlalu takut banget dengan bunga mawar hanya saja ku lebih-lebih kan.
Setelah orang-orang mengetahui tentang perasaan ku terhadap "Arsyad" sejak itu mereka sering menjodoh-jodohkan aku dengan nya dan sejak orang mengetahui aku takut bunga mawar sejak itu pula mereka sering menakut-nakuti ku dengan bunga mawar. Sejak mereka mengetahui dua hal itu, sifat ku menjadi berubah 180 derajat. Zahra yang dulu anggun kini menjadi Zahra yang begitu lebay, suka teriak-teriak dan tertawa terbahak-bahak. Namun, karena sifat ku yang heboh seperti itu juga lah kini teman ku sekarang makin tambah banyak dan bukan hanya perempuan,ada juga beberapa laki-laki yang kini menjadi teman ku, salah satunya "Iqbal". Iqbal yang paling dekat dengan ku, aku dan dia akrab sejak dia suka menakut-nakuti dengan bunga mawar.
"Zahra, Itu Aliya mengirim pesan, kata nya ada nomor Arysad !"
Mata ku yang tadinya terpejam, langsung terbelalak. Aku langsung berlari ke ruang tamu dan mengambil handphone ku dan ternyata benar, Aliya mengirim nomor telpon Arsyad. Aku mencoba menelpon nomor yang di berikan Liya, namun berpuluh-puluh kali ku coba tetap tidak ada yang mengangkat.
Aku teringat hari ini kami janjian di rumah Aulia untuk mengerjakan PR Matematika bersama. Aku pun berangkat ke rumah Aulia dan bertemu teman-teman di sana, termasuk Liya. Aku pun bertanya pada Liya
__ADS_1
"Liya, apa benar itu nomor telepon Arsyad ?"
"Iya, bener..."jawab Liya
"Ah masa sih ? tapi kok aku telepon gak di angkat."kata ku dengan perasaan sedikit kesal.
"Aku coba mengirimi nya pesan dulu."kata Liya.
Aku kembali mencoba untuk menelpon nya walaupun ada banyak teman-teman di sana tapi aku tidak memperdulikan mereka karena mereka juga sudah tau, aku menyukai Arsyad
"Pesan ku di balas Arsyad !"teriak Liya
"Huhh"dengus ku kesal dan teman-teman ku mulai menertawakan ku.
__ADS_1