A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Peristiwa


__ADS_3

Aku tidak tau, apakah aku pacaran atau tidak dengan Andre, yang pasti aku dan dia sudah memakai panggilan "sayang" di setiap kali kami berbalas pesan atau telpon.


Aku seringkali bertanya padanya tentang hubungan kami ini, dia kadang menjawab "TTM" kadang dia menjawab "Pacaran tanpa jadian." Dan lain sebagainya.


Awalnya dia sangat susah untuk menyatakan cintanya padaku namun akhirnya, setiap hari di selalu mengirim pesan kepadaku,


"I very love you."


Dia sering mengirim pesan itu kepadaku, bahkan kadang-kadang dia mengatakan nya secara langsung. Tetapi, entah kenapa rasanya sangat sulit untuk percaya akan cintanya itu.


Aku malah meyakini bahwa sebenarnya Andre masih mencintai Nur, Karena sampai sekarang Nur masih sangat mencintai Andre. Kadang-kadang aku menyuruh Andre untuk berpacaran dengan Nur saja. Nur adalah cinta sejatinya Andre.


Selama ini aku berfikir bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap Andre, Namun nyatanya, saat aku menyuruh Andre untuk berpacaran dengan Nur, air mata mengalir deras di pipiku. Aku sama sekali tidak mengerti kenapa aku menangis, mungkin karena aku mendengar suara tangisan Andre di telpon sesaat setelah aku menyuruhnya melupakan ku dan membuka halaman baru.


---


Ke-esokan harinya, aku sedang duduk dengan Elisa dan Rani di kantin sekolah. Tiba-tiba Andre datang mendekati Rani, dia seperti menyuruh Rani untuk pindah. Akhirnya Rani pun pindah, namun saat baru saja Andre ingin duduk disebelah ku, Syaiful datang dan membawa nya pergi.


---

__ADS_1


Pelajaran dimulai, rasanya mataku ini ngantuk sekali saat mendengarkan penjelasan dari guru, aku mencoba mengalihkan perhatian ku dengan cara meringkas apa yang ada di dalam buku paket, sebelum akhirnya


"Perhatikan !"tegur Nafiz


"Halah ! Aku sedang menulis, mata ku rasanya ngantuk sekali memperhatikan."jawab ku kesal.


"Kasihan guru capek-capek menjelaskan, kamu malah tidak memperhatikan !"tegur Nafiz lagi.


"Perhatikan !"tegur Nafiz lagi sambil mencubit lenganku.


Akhirnya aku pun kembali duduk tegak dan memperhatikan penjelasan dari guru.


---


Nafiz duduk membelakangiku, kadang-kadang aku menyandarkan kepalaku di punggung nya dan dia tidak merasa keberatan sama sekali karena dia telah menganggap ku sahabat nya.


Tanpa disengaja Andre lewat didepan ruangan itu, dan tanpa disengaja pula aku berlari keluar dan memanggilnya


"Cye..."spontan semua yang ada didalam ruangan itu meledek ku.

__ADS_1


Aku merasa malu, kemudian kembali masuk kedalam dan bersembunyi dibelakang Nafiz.


"Suruh dia masuk dong..."kata salah satu guru yang ada di sana.


"Dre, kamu disuruh bapak masuk !"teriakku


Sontak semua yang ada di dalam ruangan itu langsung tertawa dan mengatakan "Cye..."


Andre hanya berdiri di depan ruangan itu sambil melihat ku yang kini kembali menyandarkan kepalaku di punggung Nafiz.


Aku tidak tau apakah Andre cemburu atau tidak yang pasti aku sama sekali tidak melihat senyuman diwajahnya.


"Kayaknya memang harus ditarik juga."kata bapak yang tiba-tiba menarik Andre dan mendekatkan nya padaku


Tentunya seisi ruangan kembali heboh, dan di penuhi dengan tawa. Aku merasa sangat canggung lalu aku pun menjauh dari Andre.


"Kok menjauh sih ?"kata salah satu Ibu guru yang ada di sana.


Aku hanya tersenyum tapi tetap menjauhi Andre, akhirnya Nur dan Yuli yang mendekati Andre.

__ADS_1


Lalu Fifi datang dan makin memperburuk suasana karena dia terus bercerita tentang masa laluku dan Arsyad. Selama mendengarkan cerita Fifi, mata Andre terus memancarkan kesedihan.


__ADS_2