A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Kehebohan


__ADS_3

Seisi kelas seketika heboh saat Ahmad dan Andre datang membawa sebuah tanaman yang membuat siapa saja akan merasa gatal ketika menyentuh tanaman itu.


Aku berusaha untuk tidak memperdulikan kegaduhan yang terjadi. Aku terus berusaha fokus pada tugas yang ku kerjakan.


Nafiz mendekati ku lalu membuka genggaman tanganku dan meletakkan sebuah benda kecil bulat seperti biji buah kelengkeng tetapi berwarna merah maroon.


"Benda apa ini ? Seperti mainan..."kata ku sambil memegang bola itu.


"Aduh ! Di pegang !"kata Nafiz mengeluh.


Ya, benda itulah yang membuat seisi kelas heboh karena beberapa menit kemudian tanganku mulai memerah dan merasa gatal.


"Baru sekarang oh zebra merasakan gatal..."Arsyad mulai bernyanyi


"Singa !"teriakku kesal.


"Mana yang gatal ? Biar aku lihat."kata Ahmad yang tiba-tiba datang.


Aku pun memperlihatkan tanganku tetapi ternyata dia malah mengoleskan tanganku dengan tipp-ex.


"Hahaha Zebra kena tipp-ex !"ledek Arsyad.


Aku pergi menjauh darinya kemudian mengobrol dengan Andre. Saat aku mengobrol dengan Andre terus mondar-mandir dengan wajah yang terlihat marah, tetapi aku tidak memperdulikannya.

__ADS_1


---


Siang ini, aku sedang tiduran di teras kelas bersama Liya dan Fifi, menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi. Tiba-tiba


"Kita panggil Zahra 'mama' yuk ?"usul Fifi pada Liya.


"Ayo."jawab Liya antusias.


"Mah ! Mah !"panggil mereka sambil tertawa. Aku hanya tersenyum melihat tingkah konyol mereka.


"Kita panggil Arsyad 'Papa' yuk ?"usul Fifi mulai menggila.


"Papah Arsyad !"panggil Fifi dan Liya secara berulang-ulang dan berulangkali juga Arsyad menengok, tentunya itu membuat mereka tertawa dan membuatku malu.


"Amit-amit !"Ucap Liya spontan.


---


Beberapa hari ini, teman Andre, Syaiful, terus mengganggu ku, Karena dia menggangu ku lewat pesan, maka aku berbohong padanya bahwa yang sedang membalas pesannya ini adalah  Angga pacarnya Zahra.


Ke-esokan harinya, Syaiful mendatangi kelasku


"Zahra, kemaren malam yang membalas pesan ku itu benar pacarmu ?"tanya Syaiful setengah berteriak.

__ADS_1


"Siapa namanya ? Apa yang dia katakan ?"tanya ku pada Syaiful.


Arsyad yang melihat kejadian itu langsung mendekati Syaiful di susul oleh Ahmad, mereka pun bertanya tentang apa yang terjadi. Syaiful pun menceritakan isi pesan-pesan yang aku kirim kemarin malam.


Setelah mendengar cerita Syaiful, selama seharian Arsyad hanya melamun, sesekali dia bertanya lagi pada Syaiful tentang pesan itu, Syaiful pun menjawab pertanyaan yang di ajukan Arsyad dengan wajah yang begitu serius.


Aku berlari keluar untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang Andre ajukan  namun saat aku berlari keluar.


Ahmad menghalangi jalanku, dia juga menghujani ku dengan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama dengan Andre.


Aku berlari menjauh dari Ahmad tapi dia memegang tanganku dengan erat, dia kembali bertanya padaku


"Apa benar dia pacar mu ? Siapa dia ?"tanya Ahmad dengan wajah yang terlihat marah


"Lepaskan !"kata ku sambil berusaha untuk melepaskan tanganku dari genggaman tangannya. Jujur, aku merasa takut dengan Ahmad.


Setelah aku berhasil kabur dari para laki-laki itu, kini giliran Liya dan Fifi yang menanyaiku, tentunya aku tidak bisa mengelak dari mereka.


Aku pun mulai kembali mengarang cerita. Aku mengatakan pada mereka bahwa hal itu benar, tetapi aku tidak menerimanya karena dia adalah sepupuku.


"Aku tidak percaya, Setahuku, kamu hanya mencintai Arsyad seorang." Kata Liya, yang tentu saja berhasil membuat jantungku hampir saja berhenti berdetak.


Namun, keheningan hilang saat Fifi berlari ke arah laki-laki itu dan menjelaskan pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2