
"Syad ! Arsyad !"panggil Raina
Arsyad lalu menoleh dan menatap kami berdua dengan tajam, Raina tertawa melihatnya.
"Wajahnya gak usah gitu juga kali !" Kata Raina sambil tertawa.
"Aku tantang kamu memanggil Arsyad, jika dia menoleh maka kamu boleh memukulku sebanyak 45 kali."tantang Raina
"Syad ! Arsyad !"panggil ku,
Arysad kembali menatap ke arah kami. Aku pun memukul tangan Raina sebanyak 45 kali.
---
Andre kembali meminjam buku lagu-lagu ku, dia dan Nafiz mulai menyanyikan lagu-lagu yang ada di buku itu. Awalnya Arysad berusaha untuk menghiraukan teman-temannya. Namun, akhirnya dia ikut bersama teman-temannya itu.
Nyanyian mereka semakin kacau, aku pun menarik buku ku tetapi mereka juga menariknya hingga akhirnya buku itu sobek.
Aku berlari ke arah kursi dengan bibir yang terlipat
"Buku sobek saja menangis !"gerutu Raina pada ku.
"Berikan bukunya padaku."kata Andre sambil mendekatiku.
"Tuliskan ulang !"bentak ku.
Andre mulai menyatukan potongan-potongan kertas itu dan mulai menulisnya. Tiba-tiba
__ADS_1
"Buang aja !"kata Arsyad.
"Bodoh ! Mudah sekali kamu bilang itu ! Asal kamu tau, menulis lirik lagu India itu susah !"bentak ku
Dia hanya menatap kearahku dengan tatapan tajam, aku merasa sedikit takut saat dia menatapku seperti itu.
Andre kembali memulai menuliskan lirik lagu itu, aku pun membantunya sedangkan Nafiz dan Arsyad terus bernyanyi dengan nada yang sangat tidak jelas
"Kalo nggak bisa nyanyi, gak usah !" Bentak ku lagi.
Arsyad terus meledekku hingga akhirnya penggaris yang daritadi ku pegang pun menyentuh kulitnya yang putih itu.
Ini adalah kedua kalinya aku memukulnya dengan penggaris yang ku pegang. Aku sama sekali tidak bermaksud menyakitinya, malah ini adalah salah satu usaha ku agar kembali dekat dengannya.
Aku mulai mengobrol panjang lebar dengan Andre membahas tentang sholat, tiba-tiba Arsyad menyela pembicaraan kami dengan cara memanggil Andre berulang-ulang dan aku pun tidak mau kalah dengannya, aku juga memanggil Andre berulang-ulang namun terputus saat Raina menarik lenganku lalu
"Ra, Sudah !"kata Raina
"Marah kenapa ?"tanyaku polos
"Dia cemburu..."jawab Raina
"Mana ada !"sangkal ku
"Kamu dengar nggak tadi dia bilang apa ? 'Dre sudah' kata Arsyad dan kamu tadi lihatkan bagaimana ekspresi wajahnya ?"tanya Raina
"Iya sih...aku melihat wajah Arsyad seperti marah sekali..."jawabku
__ADS_1
Liya dan Fifi yang mendengar itu langsung mendatangi Andre dan memukulnya. Mereka berdua sangat berlebihan menurut ku.
---
Aku sedang duduk berdua dengan Yuli di dalam kelas, tiba-tiba aku teringat dulu Arsyad pernah mengatakan bahwa dia menyukai lagu "Tum hi ho" Aku pun mulai bernyanyi menyanyikan lagu itu.
Saat aku berjalan keluar kelas, aku melihatnya duduk di teras kelas.
"Astaga ! Jangan sampai dia mendengar ku bernyanyi barusan." Ucap ku dalam hati panik.
---
Semakin hari, aku dan Andre semakin dekat namun bukannya senang aku malah takut. Aku takut menyakiti hati Andre seperti aku menyakiti hati Iqbal. Cinta ku pada Arysad terlalu dalam sehingga aku tidak bisa menerima kehadiran siapapun di hatiku.
---
Aku tidak mengerti sama sekali tentang perilaku Arsyad yang semakin hari semakin membuat ku bingung, Contohnya seperti hari ini,
Tiba-tiba dia berdiri tepat 1 meter di hadapanku, lalu saat jam istirahat kami berpapasan dan dia terus menatap kearahku dengan senyuman.
Saat pelajaran di mulai pun, tiba-tiba dia duduk tepat di hadapanku, Setelah melihat ekspresi ku yang kaget dia hanya tertawa lalu kembali ke tempat duduknya.
---
Perlahan Andre datang mendekati ku yang sedang duduk di depan pintu,lalu ia duduk di sebelah ku. Teman-teman yang melihat kami, tentunya langsung meledek, hanya Arsyad yang tidak meledek kami, dia langsung masuk kedalam kelas.
Dia berjalan menuju kursi nya, lalu duduk di sana sambil menutupi wajahnya dengan tangannya
__ADS_1
"Oh tidak ! Jangan menangis Syad ! Aku tidak akan tahan jika melihat kamu menangis ! Apa kamu benar-benar cemburu melihat aku berdekatan dengan Andre ? Aku dan Andre hanya teman Syad !"ucap ku dalam hati dengan perasaan yang sangat sedih. Tetapi beberapa saat kemudian perasaan sedih itu hilang berganti dengan perasaan kesal
"Itu salah kamu sendiri Syad ! Dulu kamu bilang kamu tidak menyukaiku !"ucap ku dalam hati.