A & Z (Cinta Atau Benci ?)

A & Z (Cinta Atau Benci ?)
Rupa


__ADS_3

Ku lihat dari kejauhan Yuli sedang berlari kearah ku.


"Zahra, kata Andre kamu mati." Kata Yuli sambil tersenyum.


Aku langsung mempercepat langkahku untuk menuju kelas, namun saat aku melihat Arsyad sedang makan di kantin, Aku merasa seperti kehilangan tenaga untuk melangkahkan kakiku.


"Kamu mendoakan aku mati ?!"tanya ku pada Andre saat aku melihatnya di depan pintu kelas.


"Aku cuma bercanda..."kata Andre sambil tertawa.


Aku pun masuk kedalam kelas dan duduk di meja Yuli karena meja Tulis berada di dekat pintu. Dari meja Yuli aku terus mengobrol dengan Andre yang duduk di depan pintu. Saat aku mulai terdiam, Andre melihat ku dari sela-sela pintu itu, aku hanya menatap nya dengan sendu tetapi dia malah tertawa.


Bel berbunyi dan pelajaran pertama pun di mulai. Mata pelajaran pertama kami hari ini adalah olahraga. Kami disuruh bapak untuk lari mengelilinginya lapangan sebagai pemanasan. Dari lapangan, aku dapat melihat jelas Iqbal sedang membersihkan musholla bersama teman-temannya,

__ADS_1


"dia pasti dihukum lagi karena terlambat."ucap ku dalam hati


Selama aku berlari, aku tidak bisa mengalihkan pandangan ku dari Iqbal, rupanya karena mataku yang terus melihat kearahnya, Iqbal pun akhirnya menyadari bahwa ada yang sedang menatapnya.


Dia melihat kearah ku sambil tertawa lalu melambaikan tangannya kepada ku, aku hanya tertawa melihatnya. Saat aku kembali melihat kearah depan, ternyata Arsyad berdiri tepat di hadapanku, dia tertawa lalu berlari mendahului teman-temannya yang lain. Lagi-lagi aku tidak tau dia sengaja atau tidak dan sadar atau tidak.


Mataku tidak bisa berhenti melihat kearah Iqbal, hingga akhirnya dia pun menjadi salah tingkah, akhir dia menutupi wajahnya dengan topi yang dipakainya.


-


Aku membeli kertas HVS cukup banyak, lalu kemudian membagi-bagikan nya. Saat Maulana datang mendekati ku, aku memberikan dua lembar pada Maulana, dan sesuai dengan keinginan ku, Maulana memberikan kertas itu pada Arsyad. Arsyad langsung bertanya pada Maulana siapa yang memberikan kertas itu. Aku tidak tau apa lagi yang terjadi setelah itu karena saat melihat Maulana memberikan kertas itu, aku langsung memalingkan wajahku.


---

__ADS_1


Sekarang aku sudah ada di rumah, dan aku mendapat notifikasi undangan untuk bergabung dalam grup kelas. Selama setengah hari, aku hanya bercanda dengan Iqbal di grup itu, atau lebih tepatnya berdebat walaupun sebenarnya aku tidak menentang nya sama sekali.


---


Saat aku duduk sendirian di depan pintu, Iqbal lewat di depan ku kemudian dia tersenyum ke arahku


"Sakit sekali rasanya hati ini...Kenapa dulu aku menyia-nyiakan cintanya hanya demi orang yang belum tentu mencintai ku ?!"jeritku dalam hati.


Tiba-tiba aku melihat Liya sedang berjalan bersama Hasannah pacar Iqbal.


Tanpa memperdulikan Hasanah, aku berlari kearah Liya yang sedari tadi membukakan tangannya untuk memeluk ku. Aku terus memeluk Liya dengan erat walaupun aku dapat melihat jelas wajah Hasanah yang terlihat kusut.


---

__ADS_1


Hari ini, setelah sekian lama, akhirnya, aku memberanikan diriku untuk bertanya pada Andre apakah yang di katakan oleh Syaiful dan Fifi benar bahwa dia menyukai ku.


Aku bertanya padanya melalui pesan. Akhirnya aku pun berbalas pesan dengan nya.


__ADS_2