Adipati negeri vs Sekar Kedaton

Adipati negeri vs Sekar Kedaton
24. Kesakitan terdalam.


__ADS_3

K O N F L I K . . . ! ! ! !


🌹🌹🌹


Lampu rumah Bang Risang padam dan gelap gulita. Secepatnya Bang Risang berlari menuju rumahnya. Saat itu di lihatnya Dara sudah terkapar di depan teras rumah.


"Daraaa..!!!!!!" Bang Naru segera menangani istrinya.


Pikiran Bang Risang terpecah hingga kemudian masuk ke dalam rumah. "Yeshaaaa..!!!!!!" Pekik Bang Risang, ia menyalakan semua lampu di dalam rumah. Sungguh jantung Bang Risang seakan berhenti berdetak melihat sang istri terkapar dengan posisi kepala menjuntai di atas ranjang tanpa sehelai benang pun. Darah segar nyaris memenuhi ranjangnya. "Yeshaaaaaaaaaa..!!!!"


-_-_-_-_-


"Ris.. tenang..!!" Bujuk Bang Bramantyo.


"Bagaimana aku bisa tenang????? Istriku sampai seperti itu Bram."


Tak lama pintu ruang tindakan terbuka. Dokter Emil memeluk Bang Risang. "Yang sabar ya Ris. Calon bayimu yang berusia tujuh belas Minggu telah tiada. Bakal bayi perempuan, cantik seperti ibunya."


"Nggak Mil, tolong jangan bilang begitu. Selamatkan anakku, apapun yang kamu minta pasti kuberikan..!!" Ucap Bang Risang penuh permohonan.


"Aku tau sebenarnya kamu sudah paham kalau istrimu keguguran, tapi maaf Risang. Aku dan team dokter sudah berusaha semaksimal mungkin. Sabar ya..!!"" Kata dokter Emil.


"Lalu bagaimana dengan Yesha???" Bang Risang begitu takut terjadi sesuatu dengan sang istri.


"Istrimu.......!!!"


~


Hingga beberapa waktu lamanya akhirnya para team medis dan juga rekan mampu untuk menenangkan Lettu Risang.


Bang Naru menggenggam erat tangan Dara yang juga terlihat sangat ketakutan. "Ada Mas disini..!! Semua akan baik-baik saja..!!"


"Dara melihatnya Mas, bagaimana seorang pria bernama Adri itu berusaha untuk melukai Yesha. Dia mencekik, memukul, menghantam, menginjak perut dan menodainya dengan kasar."


"Uuusshhh.. sudah sayang, jangan di ingat lagi..!!" Bang Naru tak kuasa menahan air matanya. Ia pasti tau bagaimana sakitnya perasaan Bang Risang saat ini. Hatinya ikut sakit, tak sanggup jika semua ini terjadi pada Dara.


ddrrttt.. ddrrttt.. ddrrtttt..


"Iya Tam.. bagaimana???" Bang Naru mengangkat panggilan teleponnya.


"Kami mendapatkan ponsel Letda Adri yang terjatuh di sekitar kediaman Lettu Risang." Jawab Prada Khatam.


"Ada petunjuk?"


"Alat yang di pakai untuk membongkar fentilasi ruang tahanan adalah milik Lettu Abra."


"Apaa?? Tidak mungkin Lettu Abra mengirim alat untuk membantu Letda Adri." Kata Bang Naru sampai suaranya meninggi.


"Siap.. ijin Dan, tadi pagi ada yang menerima kiriman makanan untuk Letda Adri, pengirimnya pun atas nama Lettu Abra."


Ekor mata Bang Naru melirik tajam mata Bang Abra. Ia pun mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Nggak pot, sumpah demi Allah. Aku nggak berurusan sama Adri. Kenapa nggak pakai logika mu itu untuk mikir? Adri sudah buat Aya sampai seperti itu, apa mungkin hatiku masih baik hati?? Aku bukan malaikat yang punya ribuan rasa welas asih." Jawab Bang Abra.


"Kalau begitu.. apa mungkin Aya sendiri??" Tanya Bang Bramantyo.


~


"Jawab jujur Aya..!!!!! Keadaan kita sedang tidak baik-baik saja, Yesha hampir mati karena ulah Adri..!!!" Bentak Bang Naru.


Ayana terisak-isak, entah apa yang sedang di rasakannya. "Bang Adri berjanji akan bertanggung jawab atas kehamilan ini setelah dia bebas."


"Lalu dengan pintarnya kamu memberi semua fasilitas yang dia minta??????"


Ayana mengangguk ketakutan.


Plaaaakk...


"G****k..!!!! Kau tau.. Yesha keguguran, istri abangmu tidak bisa bicara dan mendengar..!!!! Semua itu karena perbuatan Adri yang sudah kamu bantu..!!!!!"


"B******n betul kau Be. Ayana sedang hamil..!!!!" Bang Abra sangat marah karena Bang Naru memperlakukan Ayana dengan kasar.


"Anak nggak jelas itu masih ada, sedangkan anak Bang Risang sudah tidak ada. Apa kau tau bagaimana perasaan Bang Risang saat ini????"


"Nggak jelas dari mananya?? Dia anakku..!!!" Bang Abra tak kalah emisinya.


"Diam semua..!!!! Tolong kalian jangan ribut seperti ini. Hargai Risang yang sedang mendapatkan musibah. Please broo..!!" Bang Bramantyo sampai duduk dan menitikan air mata.


"Dan.. permisi..!!" Wajah Prada Eman terlihat sangat cemas dan takut.


Bang Adri, Bang Naru dan Bang Bramantyo menjadi tegang mendengarnya.


"Lettu Risang tidak ada di tempat."


"Apa ada indikasi Lettu Risang membawa senjata?" Tanya Bang Bramantyo.


"Siap.. pistol dan pisau lipat yang selalu di bawa kemanapun beliau pergi." Jawab Prada Eman.


//


Bang Risang menghembuskan asap rokok ke segala arah. Ia merapatkan topi dan masker wajahnya mengintai seorang pria yang sedang mengopi di sebuah kedai kopi kecil di daerah yang lumayan padat penduduk.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Bang Risang menarik sosok tersebut, sosok yang kabur dengan membawa duka teramat dalam di lubuk hatinya. "Sekarang aku sendiri yang akan membuat perhitungan denganmu..!!!"


Bang Adri menoleh, sungguh kali ini ketakutannya sudah benar-benar menekan nyawanya hingga di ujung kepala.


Suasana itu membuat geger beberapa orang yang sedang duduk di kedai kopi tersebut.


Baru saja Bang Adri akan membuka mulutnya, Bang Risang sudah mengeluarkan pisau lipat dan menggores pipi kanan Bang Adri.


srrrrrkkk..


"Aarrhh."

__ADS_1


"Ini untuk tiap inchi tubuh calon putri cantik ku yang tidak berdosa..!!"


srrrrrkkk..


"Ini untuk tangis istri ku..!!" Bang Risang menurunkan tangannya, mengarahkan pisau itu ke perut Bang Adri.


jlllbb..


Bang Risang menekan dan mengulangnya sekali lagi.


"Risang..!!" Tegur Bang Bramantyo.


"Baang.. Ya Allah.. kenapa Abang lakukan..!! Selesaikan dengan kepala dingin..!!" Bang Naru menyergap Bang Risang tapi karena Abangnya itu tenang, Bang Naru pun kecolongan. Bang Risang mengambil pistol lalu menembak Bang Adri.


doooooorr...


...


Sejadi-jadinya Papa Igo menangis memeluk Bang Risang yang pucat, lemas, terdiam seribu bahasa.


Pihak POM pun tak bisa menginterogasi Lettu Risang yang kejiwaannya sedang tidak dalam keadaan stabil.


"Aku hancur Pa..!!" Ucapnya lirih.


"Kamu kuat le, kamu pasti sanggup melewati semua ini. Memang ada yang salah dari tindakanmu. Tapi Papa pun akan melakukan hal yang sama. Papa akan pertaruhkan semua demi kamu..!!" Kata Papa Igo.


"Aku akan menanggungnya sendiri..!!" Tolak Bang Risang.


"Le, jangan lupa.. Yesha juga sedang berjuang. Kamu pun masih punya tanggung jawab atas diri istrimu. Biar Papa dan team akan membantumu..!!" Ucap Papa Igo.


Bang Risang mulai terisak.


"Jangan di tahan, lepaskan..!!" Papa Igo mengusap punggung Bang Risang.


.


.


.


.


Konflik untuk penyesuaian inti cerita.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2