
"Ratiihh.." dada Bang Risang kian sesak karena Ratih tak kunjung di temukan. "Sayaang..!!"
"Kita pulang le, ini sudah subuh." Ajak Opa Ricky.
//
"Ucapan adalah belati tertajam. Dinda mengungkapkan rasa cemburu tanpa memikirkan perasaan orang lain karena menyangka tidak akan ada yang mendengar dan Dinda Ratih selalu menyimpan kegundahan hatinya sendiri tanpa berani mengungkapkan. Mas sendiri sebagai seorang suami tidak bisa mengakurkan kalian." Ucap Bang Risang nyaris putus asa. Hilangnya Dinda Ratih cukup memukul telak batinnya yang terdalam.
"Yesha tidak bermaksud begitu Mas. Yesha juga tidak tau kenapa Yesha jadi begini. Saat rasa tidak suka itu datang, Yesha tidak bisa menghindarinya tapi saat Yesha sedang baik-baik saja.. Yesha juga sayang sama Ratih." Yesha terbata penuh sesal di pelukan Mama Nai.
Papa Igo terus memeluk sang putra agar amarahnya tidak semakin menjadi. "Nanti kita cari Ratih lagi."
Tak banyak bicara, Bang Risang segera menyambar kunci mobil untuk kembali mencari Ratih. Opa Ricky dan Papa Igo pun mengikuti langkah Bang Risang.
"Yesha menyesal Ma. Yesha nggak sengaja." Isak tangis Yesha begitu pilu.
Mama Punai mengangguk memeluk menantunya. "Mama tau sayang. Mama tauu..!!"
...
Bang Risang bersandar lemas menatap jalanan. Cakra yang mengemudikan mobil ikut melihat sekitar jalanan.
"Ratih sering sekali pingsan Pa. Bagaimana keadaannya di luar sana. Ratih pasti kedinginan dan lapar. Dia tidak sepeserpun membawa uang, barang dari kesultanan juga tidak di bawanya.
__ADS_1
"Apa selama ini Ratih pernah menyakiti hati Yesha?" Selidik Papa Igo.
"Terbalik Pa." Bang mengusap air matanya yang sempat menetes. "Istriku Ratih orang yang tenang. Dia selalu menghindariku karena tidak ingin menyakiti hati Yesha. Ku akui hati manusia biasa sepertiku tak akan pernah adil dan pada kenyataannya waktu yang berlalu membuatku jatuh cinta padanya.. dia yang sangat takut kumanjakan."
"Lalu apa kamu yang tidak adil pada Yesha." Tanya Opa Ricky.
"Aku berusaha adil Opa. Dia memintaku bersamanya dan memotong jatah untuk Ratih pun sudah kuberikan. Aku mengutamakan Yesha lebih dulu selain karena aku mencintainya, dia pun istri pertamaku. Aku lebih sering bersamanya, bermalam dengannya dan meninggalkan Ratih sendirian.. sampai Ratih hamil pun aku tidak tau, ngidam hanya ingin memegang tanganku pun sering tidak aku penuhi." Rasa sesak kian memenuhi hatinya.
"Kamu sanggup melepas salah satunya?" Opa Ricky menyambung pertanyaannya.
"Dari sisi egoisku.. aku tidak sanggup Opa. Aku dan Yesha memiliki kenangan dan kesakitan yang tidak pernah bisa aku lupakan. Dia juga pernah 'melahirkan' darah dagingku sampai keadaannya seperti ini, tapi tentang Dinda Ratih.. dia adalah surga yang tidak pernah kuperhitungkan dalam sepertiga malam ku. Dia hadir memenuhi isi hatiku dengan segala pengorbanannya. Awalnya kupikir aku hanya kasihan dan membalas budi baiknya.. ternyata aku benar-benar mencintai Dinda Ratih."
Papa Igo dan Opa Ricky terpejam sesaat merasakan apa yang terjadi pada Bang Risang.
-_-_-_-_-
Langkah gontai Bang Risang langsung menuju kamarnya di lantai atas dan menguncinya rapat.
"Dinda Ratih tidak di temukan Pa?" Tanya Yesha.
Papa Igo menggeleng sembari mengusap rambut Yesha sejenak kemudian masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu bersama Opa Ricky.
"Maa.. Mas Ris pasti marah sama Yesha." Kata Yesha.
__ADS_1
"Beri waktu suamimu untuk berpikir dan tenang sejenak..!!" Bujuk Mama Punai.
//
"Bunda membawamu pergi kemana nak? Maafkan ayah yang tidak bisa memberi kebahagiaan sama kamu dan bunda. Tolong ajak bunda kembali nak." Lirih suara Bang Risang memeluk guling seerat mungkin. "Beri ayah jawaban, kemana bunda membawamu pergi..!!"
Saking lelahnya akhirnya Bang Risang tertidur dalam tangisnya hingga sampai bayangan itu datang seakan jelas berada di hadapannya.
Kepak sayap dari angkasa. Burung rajawali berputar di atasnya kemudian bertengger di bahu kanan Bang Risang. Rupa garang nan gagah itu menempelkan paruhnya pada wajah Bang Risang.
"Kamu gagah sekali, bulumu juga bercorak indah." Kata Bang Risang.
Burung rajawali itu kembali terbang namun tidak jauh dari Bang Risang sampai Bang Risang melihat ada seekor angsa yang tidur di atas rimbunan kelopak teratai dan terapung kesana kemari dengan luka di bagian dada. Lama kelamaan angsa tersebut berubah menjadi sosok Ratih dan rajawali itu terbang kemudian mendarat di samping tubuh Ratih. Rajawali tersebut begitu tenang sampai bersandar di perut Ratih.
Bang Risang luluh lantah, ia menangis melihat semua ini. "Tolong jaga dia.. aku akan menjemputnya pulang.. jangan biarkan arus sungai membawanya lebih jauh. Aku mohon..!!" Pinta Bang Risang.
Burung rajawali itu melebarkan sayapnya seakan menyelimuti Ratih.
"Dindaaaa..!!!" Bang Risang terbangun. Detak nafasnya sangat kencang. Ia mengusap wajahnya. "Ya Allah.. dimana istriku berada?"
.
.
__ADS_1
.
.