Adipati negeri vs Sekar Kedaton

Adipati negeri vs Sekar Kedaton
40. Hilang.


__ADS_3

Setelah satu jam berada di jalan, akhirnya Bang Risang menemukan resto penjual nasi kebuli. Ia pun membeli beberapa bungkus untuk kawalnya sekalian tapi saat itu ia melihat ada lapak buah-buahan dan juga ada resto penjual tom yum. Ia pun mampir untuk membelikan Ratih yang sedang tidak doyan makan.


:


Yesha melihat beberapa makanan yang di beli Bang Risang. "Yesha mau nasi kebuli Mas, kenapa yang datang tom yum?"


"Ini sudah Mas siapkan untukmu, nasi kebuli." Bang Risang meletakan piring di hadapan Yesha. "Ini tom yum untuk Ratih karena Ratih sedang tidak doyan makan."


"Lalu buah ini. Buah ini untuk kalian berdua. Ratih pengen makan yang asam. Nanti mas kupaskan apel untukmu ya..!!"


Untuk beberapa saat Yesha terdiam. "Yesha mau tom yum aja mas." Yesha menyambar mangkok tom yum yang aromanya sudah menguar asam segar."


Bang Risang sekilas melirik Yesha. "Ya sudah, makanlah tom yum nya. Mas mau lihat Ratih dulu, tadi mual di belakang."


~


"Bau rempahnya terlalu tajam Mas. Dinda nggak kuat." Ratih kembali berlari ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya.


"Mas kupaskan mangga ya, nanti makan salad alpukat saja kalau nggak kupaskan mangga..!!" Bujuk Bang Risang.


//


"Dindaa.. ini buah mangga untuk Dinda Ratih dulu ya. Kalau Dinda mau.. nanti Mas belikan lagi." Akhirnya Bang Risang menegur Yesha. Ia sudah berusaha adil untuk mengupayakan apel lebih dulu untuk istri pertamanya tapi Yesha malah meminta buah mangga dan salad alpukat milik Ratih, tak hanya itu.. tom yum pun sudah Yesha di habiskan juga.


Yesha terdiam, ia memundurkan kursi rodanya lalu masuk ke dalam kamar.


"Dindaa.. sayang..!! Dengar mas dulu Dinda.


Ratih mendorong lengan Bang Risang agar segera mengejar istri pertamanya namun untuk kesekian kalinya Ratih berlari ke toilet.


Dilema benar-benar dirasakan Bang Risang hingga Papa Igo dan keluarga kembali.


Mama Punai yang sempat menangkap ada sesuatu yang tidak beres segera mengambil alih. "Kamu ke kamar Yesha dulu. Mama yang jaga Ratih."


//


"Mas nggak pernah melarangmu bersikap, tapi juga jangan seperti ini Dinda. Kasihan Dinda Ratih"

__ADS_1


"Yesha juga pengen makan yang asam. Kenapa Mas nggak bilang kalau mau beli makanan itu?" Tanya Yesha.


"Ini tentang makanan atau tentang rasa cemburumu Dinda??" Bang Risang kembali menegur Yesha.


Yesha memalingkan wajahnya menyembunyikan tangis.


Bang Risang mengusap rambut Yesha lalu menyentuh pipi istri pertamanya. "Mas maklumi inginmu, keadaanmu, tapi mas juga punya satu istri lagi yang harus mas perhatikan. Apa mas harus mengabaikan Ratih agar Dinda tidak cemburu?"


"Tadinya Yesha bersedia mendua, tapi setelah Yesha menjalaninya.. Yesha tidak sanggup Mas. Kenapa Mas lebih memperhatikan Ratih??"


Jantung Bang Risang tersentak hebat. Jika salah satu istrinya sudah mengucap hal seperti ini rasanya seakan semua adalah jalan buntu.


"Mas tau kita memiliki rasa, bahkan rasa cemburu. Dinda punya rasa cemburu, mas punya rasa cemburu dan Dinda Ratih juga punya rasa cemburu, tapi kita yang sudah masuk tahapan pernikahan seperti ini.. Mas minta maaf kalau semua ini tidak terasa adil bagimu Dinda." Sebisa mungkin Bang Risang mengontrol perasaannya.


"Mas lebih menyayangi dia. Dindamu.. Dinda Ratih."


"Astagfirullah hal adzim..!!" Bang Risang memilih menjauh. Ia tidak ingin menyakiti hati Yesha lebih dalam lagi.


:


Papa Igo melihat Bang Risang begitu tertekan. Beliau yang sudah tidak pernah melihat putranya 'minum', cukup kaget namun beliau masih bisa menguasai diri. Perlahan ia mengambil botol yang ukurannya tidak terlalu besar. "Kalau hatimu penuh sesak dengan beban, bersujudlah meminta petunjuk Tuhan.. bukannya mengabdi pada botol yang tidak bisa memberi jawaban."


***


Bang Risang menutup pintu kamarnya, malam ini Yesha ingin tidur bersama dengannya dan di kamarnya. Tidak mungkin untuknya menolak keinginan sang istri.


Sudah sekitar satu jam Yesha tidur di lengan Bang Risang dan istrinya sudah terlelap masuk ke alam mimpi tapi entah kenapa hatinya terus tertuju pada Ratih. Perlahan ia mengatur posisi tidur Yesha dan segera keluar kamar.


~


"Ya Allah Ya Rabb.. Dinda..!!!" Bang Risang kelabakan mencari Dinda Ratih. Lemari pakaiannya terbuka dan kosong melompong tanpa selembar kain pun disana.


Bang Risang berlari kesana kemari mencari Ratih sampai berlari ke depan rumah.


"Cakraa..!!!!"


Cakra terlonjak kaget dari tidur pulas nya mendengar suara boss besar. "Siap..!!"

__ADS_1


Mata Cakra yang masih lengket harus sepenuhnya terbuka lebar.


"Kamu lihat istri saya?" Tanya Bang Risang.


"Bu Yesha?" Cakra balik bertanya.


"Ratih.. kamu lihat istri saya keluar rumah atau tidak?????"


"Tidak boss."


"Ya Tuhan, apa saja kerjamu???" Bentak Bang Risang.


Seluruh keluarga merapat ke teras depan tak terkecuali Yesha yang baru saja turun dari lift lantai atas.


"Ada apa?" Tanya Papa Igo ikut penasaran.


"Ratih pergi dari rumah Pa." Jawab Bang Risang panik. Pikirannya berantakan, ia hanya mondar-mandir memikirkan kemana arah Ratih pergi.


"Kok bisa, bukankah tadi Ratih di kamar tengah bersamamu juga?" Mama Punai ikut panik.


"Nggak Ma, aku hanya berdua dengan Yesha di kamar."


"Apa mungkin ada pembicaraan di antara kalian yang Ratih dengar?" Tanya Papa Igo.


"Sebegitu cemaskah Kangmas memikirkan Ratih? Kenapa hanya Ratih yang ada dalam pikiran Kangmas."


Mata Bang Risang berkaca-kaca, perasaannya sudah penuh sesak tapi Yesha berkata yang sangat menyakitkan perasaannya. "Sekarang Mas benar-benar tidak memahamimu Dinda. Mas tidak pernah melarang Dinda untuk cemburu. Tapi memang ada sikap dan ucapan Dinda yang mungkin mengena di hati Dinda Ratih."


"Apa Kangmas sudah sangat mencintainya?" Mata Yesha ikut berkaca-kaca.


"Kangmas menyayangi dan mencintai kalian berdua. Kalian istri Mas, tidak mungkin Mas tidak cinta." Ucap jujur akhirnya terlepas dari bibir Bang Risang. "Dinda Ratih juga sudah banyak mengalah untukmu sayang.. kenapa sikapmu jadi begini??? Dinda Ratih juga mengandung anakku Dindaa..!!" Bang Risang meninggalkan Yesha.


Opa Ricky dan Papa Igo mengikuti Bang Risang sementara Oma Nindy dan Mama Punai menenangkan Yesha.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2