Adipati negeri vs Sekar Kedaton

Adipati negeri vs Sekar Kedaton
25. Sulit untuk ikhlas.


__ADS_3

"Anakku Pa, Yeshaa.. aku nggak sanggup Pa, hatiku sakit. Aku nggak bisa menerima semua ini..!!"


Komandan POM sampai menunduk, air matanya ikut menitik.


"Ijin Panglima, saya harus bagaimana?" Tanya DanPom. "Kita pahami situasinya tapi warga hanya melihat seorang anggota yang menusuk anggota lain dan parahnya rumor yang beredar karena Lettu Risang terlalu cemburu."


"Kejadian ini bersandingan. Antara masalah kedinasan dan masalah pribadi. Katakan saja seadanya. Karir saya sudah mau habis. Saya tidak mungkin membiarkan putra saya terlibat dalam masalah ini sendiri. Biar nanti Mas Khalid selalu wakil panglima yang akan menyelesaikan. Saya akan undur diri dari jabatan untuk putra saya..!!" Kata Papa Igo.


"Tapi Panglima......."


"Saya tidak mau aji mumpung membela putra saya dengan jabatan saya. Risang sudah terluka begitu dalam. Menantu saya kehilangan pita suara dan tuli. Calon bayinya meninggal, sekujur tubuhnya memar. Saya pahami perasaan putra saya. Jika memang hukum akan menuntutnya, saya akan menemaninya..!!" Ucap Papa Igo sebagai seorang ayah.


"Paaa.. Risang pingsan..!!" Bang Naru yang sejak tadi menjaga Abangnya pun sampai ikut terbawa panik.


//


"Korban masih sadar meskipun harus mendapatkan perawatan medis di ICU..!!" Kata dokter.


"Lalu bagaimana keadaan menantu saya?" Tanya Mama Nai yang sedang menemani Papa Igo di rumah sakit.


"Bagaimana keadaan putri saya???" Raden Bagus Haryokusumo yang baru saja tiba ikut syok mendengar apa yang sedang di alami putrinya.


"Paa.. tenang sedikit..!!" Bang Aryanto ikut menenangkan sang Papa.


"Maaf ibu.. bapak.. semua memang terdengar tidak mengenakan. Tapi saya tetap harus menyampaikan keadaannya. Ibu Yesha mengalami hal yang teramat sangat berat, pastinya trauma fisik dan mental. Setelah kami melakukan pemeriksaan menyeluruh. Ibu Yesha mungkin tidak akan bisa berjalan dalam beberapa waktu, pita suara beliau bergeser dan gendang telinganya bengkak, rahimnya juga bermasalah."


Raden Bagus Haryokusumo tidak bisa menerima kenyataan ini. Ia terduduk berurai tangis tanpa suara.

__ADS_1


"Astagfirullah hal adzim.. lalu bagaimana keadaan Risang??" Tanya Bang Aryanto.


"Lettu Risang juga mengalami tekanan dan guncangan. Team medis kami juga sedang menangani beliau yang baru saja melakukan penyerangan terhadap letda Adri." Jawab dokter.


"Saya tau sifat Risang. Saya akan turun tangan untuk kasus ini." Kata Bang Aryanto.


"Nggak bisa Ar.. kamu saudara kandung dari korban. Minta rekanmu yang lain..!!" Raden Bagus Haryokusumo akhirnya membuka suara.


"Tapi Adri melukai adikku Pa, dia juga sudah membuat Yesha hampir mati..!!" Bang Aryanto masih tidak bisa menerima kenyataan ini.


"Cukup.. Risang sudah membalasnya dengan perhitungan nyawa. Darah di balas darah. Kita yang tidak terlibat harus bisa mendinginkan suasana, bukannya membuat suasana jadi bertambah runyam Ar..!!!!" Raden Bagus Haryokusumo mengingatkan putranya agar tidak ikut terbawa arus. "Masing-masing dari kita harus tau porsi dan tugas. Support Risang untuk menjaga Yesha, kalau Yesha sadar dalam keadaan paling buruk sekalipun.. jangan ikut down seperti Risang..!!"


***


Entah untuk keberapa kalinya Bang Risang nyaris pingsan melihat keadaan Yesha yang begitu memprihatinkan. Hatinya tidak pernah siap untuk mengingat kejadian malam itu.


Bang Risang yang sedang menggendong sesuatu yang kecil di telapak tangannya itu segera mendekatkannya di sisi Yesha. Sosok kecil yang panjangnya tidak lebih dari telapak tangannya.. dia adalah sosok putri kecilnya. "Ini putrimu, Ndoro ayu Citrawulan. Bulan cantik yang belum sempat kita gapai."


Saat itu, melihat air mata Yesha beranjak tumpah, ia menarik almarhumah bayi kecilnya lalu menempelkan di pipinya sendiri. "Maafkan Ayah ya ndhuk, Ayah lalai menjagamu dan Bunda. Ayah sangat menyayangimu nak..!!" Kali ini Bang Risang tak mampu menahan air matanya. Ia beralih menggendong putrinya dengan derai air mata.


Bang Naru pun memeluk Bang Risang. "Ikhlaskan Bang, segala takdir ini.. Abang pasti sanggup melewatinya." Hati Bang Naru pun ikut trenyuh karena saat ini dirinya juga memiliki bumil yang sedang mengandung.


"Kuat le, kamu pasti kuat..!!" Raden Bagus Haryokusumo pun ikut memeluk menantunya.


"Maafkan saya Pa..!!"


//

__ADS_1


"Kalian punya perasaan atau tidak??? Kanjeng ndoro ayu sedang sakit dan mengalami musibah, bukan berarti tidak bisa sembuh." Bentak Bang Aryanto. "Jangan pernah ada yang mengatur masalah perjodohan untuk Raden Risang.. beliau tidak akan mau menikah dengan gusti cengkir. Kalau kalian memaksa, saya akan membuat semua Patih turun tahta..!!!!" Ucap tegas Bang Aryanto.


"Ada apa?? Forum pasti meminta Risang menikahi 'putri yang sehat'." Kata Bang Bramantyo.


"Ccckk.. setan. Yang di pikir hanya bibit bobot dan bebet garis keturunan saja. Apa mereka tidak tau seberapa menderitanya Risang dan Yesha." Bang Aryanto sampai mengepalkan tangan.


"Nanti aku ikut bicara di forum. Mas Cahyadi sedang menangani masalah ini." Jawab Bang Bramantyo.


"Cepat sekali tersebarnya.. darimana berita ini sampai kesultanan ikut geger????" Intonasi suara Bang Aryanto ikut sampai meninggi.


"Mbak Kirang yang lapor."


"Sumpah aku akan menurunkan jabatannya jadi mbok emban..!!" Ancam Bang Aryanto.


"Lakukan saja.. itu hakmu. Para Patih masih di bawahmu..!!"


"Ya sudah ayo kita berangkat ke acara pemakaman. Kasihan Risang..??"


"Aku tidak tega lihat keponakanku kehilangan nyawa dengan cara seperti ini." Bang Aryanto menarik nafas yang terasa menyesakan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2