Adipati negeri vs Sekar Kedaton

Adipati negeri vs Sekar Kedaton
37. Tamu yang buat ribut.


__ADS_3

"Kalau Mas Ris mau menemani Ratih di kamar, temani saja Mas. Kasihan Ratih benar-benar tersiksa karena kehamilannya, dulu dan sekarang Yesha nggak pernah mual sampai separuh itu." Sedikit demi sedikit Yesha memperbaiki kesalahannya.


Ingin rasanya Bang Risang hanya berdua saja di dalam kamar bersama Ratih, ia tidak ingin ada sikapnya yang sedang memberi perhatian pada salah satu istrinya akan menimbulkan kecemburuan pada istri yang lain padahal perhatian tersebut menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan sang istri.


"Kita tidur dalam satu kamar saja, di kamar Mas Ris..!!" Kata Bang Risang.


"Mas saja tidur di kamar Ratih, Yesha nggak apa-apa juga nggak akan butuh apapun kalau malam."


***


Bang Risang tetap memutuskan untuk Yesha dan Ratih berada di dalam kamarnya. Dirinya yang masih belum bisa tidur memperhatikan Yesha dan Ratih. Yesha di sisi kanan dan Ratih di sisi kiri dalam posisi memunggungi.


Samar Bang Risang terdengar suara Isak tangis Yesha sedangkan Ratih terlihat lebih tenang namun siapa sangka ia menangis tanpa suara menyimpan rasa sesak tak terperi.


"Kangmas meminta maaf pada kalian berdua. Kalau saja Kangmas tau kalian akan sesakit ini.. Kangmas tidak memilih untuk menduakan kalian, tapi sesal tiada guna. Kalian adalah istri Kangmas. Seberat apapun, sesakit apapun.. Kangmas akan menjaga pernikahan kita." Bang Risang mengecup kening Yesha kemudian berjalan mengecup kening Ratih.


'Tubuh ini memang sulit untuk di bagi. Tapi hanya Mas dan Tuhan yang tau bagaimana perasaan ini untuk kalian.'


-_-_-_-


"Papa.. Mama.." Ratih kaget melihat kedatangan mertuanya. Ia segera berlutut memberi salam.


Papa Igo mundur teratur sembari menggendong bayi perempuan sedangkan Mama Nai mengajak untuk berdiri. "Tidak boleh begitu. Ini dunia yang berbeda..!!"


:


"Oohh.. jadi Ayana hamil lagi, jadi baby Reina sama Papa?" Tanya Ratih.


"Papamu ini sekarang nggak pernah bisa pisah dari Reina. Jauh sedikit saja.. salah satunya demam. Jadilah Ayana merelakan Reina di bawa sama Papa." Jawab Mama Nai.

__ADS_1


"Ayana sehat Ma?" Tanya Yesha.


"Alhamdulillah sehat ndhuk." Mama Nai membelai rambut Yesha. "Kamu bagaimana?"


"Yesha juga sehat Ma, Ratih yang mual." Jawab Yesha dengan senyumnya.


"Kalian yang sabar ya..!!" Mama Nai pun membelai rambut Ratih memberi kasih sayang yang sama.


"Nggak Opa.. saya nggak bisa..!!" Tolak Bang Risang.


Seluruh mata tertuju pada pintu ruang tamu. "Papa kenapa ya?" Gumam Mama Nai.


"Opa.. nantang Risang main bola. Badan tua begitu.. kalau sudah encok, kita semua yang di salahkan. Sudah tua Ma, mau bagaimana lagi." Kata Papa Igo.


Baru kali ini Yesha dan Ratih saling lirik sampai terkikik bersama.


"Saya nggak mau main bola Opa..!!"


"Kamu khan sudah nganggur. Banyak perempuan yang bakal ngefans lho Ris..!!" Goda Opa Ricky.


"Terus kenapa?" Bang Risang melirik Yesha yang cemburuan sedangkan Ratih sudah menunduk dengan wajah mendung tak terucap.


"Siapa tau ada yang mau daftar jadi istri ketiga." Jawab Opa Ricky.


"M**pus.. kenapa Opa bilang begitu. Ini saja saya punya dua hampir gaprakan." Gerutu Bang Risang sudah bernada jengkel.


"Ooohh.. jadi begitu?? Opa masih punya niat kawin lagi??" Tegur Oma Nindy yang baru kembali dari toilet.


"Eehh.. nggak lah Oma. Ini lho.. Opa nasihatin Igo, dia yang pengen kawin lagi." Kata Opa Ricky kelabakan.

__ADS_1


Mata Papa Igo melotot cemas.


plaaakk..


"Apa-apaan kamu Igo. Memangnya Punai kenapa????"


"Astaga Maaa.. nggak lah." Papa Igo menghindari tabokan Mamanya sembari melirik Opa Ricky.


"Jadi bagaimana ini? Kamu mau ikut pertandingan club bola nggak?" Tanya Opa Ricky.


"Nggak, saya melatih tembak dan beladiri saja sudah cukup. Saya di minta bergabung untuk melatih mereka." Kata Bang Risang.


"Ya sudahlah, terserah kamu saja. Oiya.. siswa yang mau kamu latih itu siswa wanita ya??"


Bang Risang menepuk dahinya. "Saya ambil siswa prianya.. nggak mau lagi saya berurusan sama perempuan..!!" Pekik jengkel Bang Risang.


Tepat saat itu Ratih kembali menunduk dan Yesha kehilangan senyumnya. Bang Risang sampai bingung harus bersikap. "Opaa.. sebenarnya opa ini ingin saya akur dengan istri atau niat buat saya ribut??"


"Ya dua-duanya" jawab Opa dengan entengnya.


"Opaaaaaaa.." pekik seisi ruangan terkecuali dua istri Bang Risang yang wajahnya sudah meremang menahan tangis.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2