
"Alhamdulillah.. laki-laki Pak..!!"
"Alhamdulillah Ya Allah." Bang Naru langsung bersujud syukur atas kelahiran putra pertamanya begitu pula dengan Papa Igo atas kelahiran cucu pertamanya.
Rasa bahagia plus sedih menyelimuti hati mereka. Seharusnya mereka mendapatkan kebahagiaan ganda, sayang Bang Risang belum bisa menggapai kebahagiaan itu.
...
"Weeehh.. perpaduan kalian berdua. Hebat..!!" Puji Papa Igo.
"Ya iyalah Pa, perangnya aja berdua." Jawab Bang Naru.
"Be, kalau saja anaknya Risang ada. Sekarang kita pasti tertawa bersama." Kata Mama Nai.
"Jangan bicara yang sedih lagi. Kita do'akan saja semoga semua segera pulih kembali. Kasihan Risang, dia sudah terlalu banyak tekanan." Tegur Papa Igo.
//
"Kangmas sudah pulang, mulai malam ini ada yang menemani Mbak Yesha tidur.. Ratih kembali ke paviliun." Kata Ratih yang sedang mengajak bicara Yesha melalui alat bantu dengar. Dengan telaten Ratih pun menyuapi Yesha buah melon.
Yesha tersenyum kecut mendengarnya.
"Sudah habis melonnya.. mbak mau lagi?" Tanya Ratih yang hanya mendapat gwlwngan kepala dari Yesha. "Kalau begitu Ratih panggil Kangmas ya..!!"
Tiba-tiba tangan Yesha menarik tangan Ratih. Ratih pun mendekatkan wajahnya, ia hanya bisa mendengar suara Yesha jika mendekatkan telinganya.
"Jangan.. kasihan Kangmas kalau harus bersamaku. Biar beliau tidur di kamar tamu..!!" Tolak Yesha.
"Mbak Yesha.. Kangmas sangat merindukan mbak. Mbak tetaplah sempurna dan tanpa cela. Percayalah.. hatinya akan selalu untukmu..!!" Bujuk Ratih.
Ratih beranjak keluar dari paviliun dan saat itu dirinya mendapati Bang Risang sedang duduk disana.
"Kangmas.. sejak kapan Kangmas disini? Kenapa tidak masuk saja?" Sapa Ratih.
"Apa selama ini kamu yang mengurusnya?" Tanya Bang Risang.
Ratih hanya tersenyum kemudian berlalu.
__ADS_1
~
Bang Risang menatap Yesha yang duduk bersandar di ranjang, Yesha hanya memainkan jemarinya, sendirian dalam kesunyian. Hati Bang Risang kembali terpukul melihat mata sang istri yang terbuka tapi tak bisa menatap wajahnya.
Perlahan di pasangnya alat bantu dengar kemudian dengan lembut ia mengusap pipi Yesha. "Assalamu'alaikum Dinda sayang. Kangmas sudah pulang..!!" Ucapnya.
Sontak air mata Yesha meleleh, ia menolak tangan Bang Risang yang mendekatinya.
"Jangan kesini, keluarlah. Raden tidak boleh masuk kamar selir tanpa seijin permaisuri."
Itulah kata yang di dengar Bang Risang dalam lirih suara Yesha.
tok.. tok.. tok..
"Nuwun Sewu Raden.." sapa seseorang di luar sana.
"Ada apa??"
"Permisi ndoro ayu, Raden tidak diijinkan masuk ke kamar selir." Jawab seorang abdi dalem.
"Saya yang mengijinkan Kangmas ke kamar istrinya. Kalian jangan ikut campur..!!" Tegur tegas Ratih.
"Kamu nggak usah bilang apa-apa tapi jika Kepatihan bertanya, kamu cukup katakan saya sudah bertemu lebih dulu dengan Kangmas daripada ndoro ayu Yesha..!!" Pesan Ratih. "Kalian tenang saja, Kangmas hanya sebentar saja di kamar ndoro ayu Yesha..!!"
Samar Bang Risang mendengar suara itu dan mengintip Ratih yang sedang memarahi abdi dalemnya. Suaranya memang tidak terlalu besar tapi cukup menekan.
Setelah abdi dalem tersebut pergi.. Ratih pun meninggalkan tempat.
~
"Jangan tolak Kangmas. Kangmas masih suamimu yang sah. Tidak ada hubungannya dengan kesultanan ini."
Yesha menggeleng menolak tapi Bang Risang mengeratkan pelukannya.
"Mas sudah begitu kesakitan menantikan saat seperti ini. Lima bulan hati ini bergulat dengan perasaan. Mas sudah hampir gila memikirkan kamu Dinda.." Kecupan itu mendarat manis di bibir Yesha.
"Yesha tidak bisa melayani Mas seperti dulu lagi, tidak bisa memberi anak lagi."
__ADS_1
"Kamu sudah memberi mas seorang putri yang sangat cantik, itu sudah lebih dari cukup. Jangan berpikir jauh lagi, Mas pahami keadaanmu..!!" Jawab Bang Risang.
"Tolong jangan sekarang Mas, Yesha tidak siap..!!" Tolak Yesha lagi.
Bang Risang pun menelan pil pahit atas kerinduannya. Ia memeluk tubuh Yesha lebih erat. "Baiklah, Kangmas tidak akan memaksa."
***
Karena mendengar ucap Ratih pada abdi dalem semalam, Bang Risang pun keluar di pagi buta agar tidak menyusahkan Ratih. Tapi betapa terkejutnya saat Ratih tersenyum dan mengajak Yesha bercanda sembari mencolak colek perut Yesha itu padahal saat itu Ratih sedang membersihkan kotoran milik Yesha. Tanpa rasa jijik.. Ratih merawat Yesha.
"Assalamu'alaikum..!!" Sapa Bang Risang.
"Wa'alaikumsalam.." Ratih menoleh sekilas.
"Mbak Yesha, Arjunamu sudah datang, kutinggal dulu ya..!!" Bisik Ratih.
~
"Menikahlah dengan Ratih, Kangmas melihat sendiri khan bagaimana pengorbanannya dirinya untuk kita. Ratih bukannya tidak punya kekasih."
"Kangmas nggak siap..!!" Jawab Bang Risang singkat.
"Tidak semua hal di dunia ini bisa kita capai Mas, Yesha sudah tau.. Kangmas sudah mencintai Yesha dengan tulus. Kesetiaan Kangmas juga sudah Yesha rasakan. Yesha ikhlas jika Kangmas menikah lagi." Ucap Yesha membuat hati Bang Risang teramat sangat sakit dan kecewa.
"Kenapa kalian semua memaksakan hatiku? Mas punya harga diri..!!"
"Kangmas.. apakah Ratih tidak punya harga diri?? Jika hanya memikirkan diri sendiri.. Jujur Yesha tidak mau berbagi, tapi Yesha tau kekurangan diri ini.. tak mungkin Yesha memberikan Kangmas seorang anak........."
"Mas nggak butuh anak, Mas hanya butuh kamu Dindaa..!!" Jawab Bang Risang.
"Jangan bohongi hatimu Mas, Jika ini semua adalah permintaan terakhirku.. tolong menikahlah dengan Ratih..!!"
.
.
.
__ADS_1
.