
...Orang misterius...
2 Minggu lamanya tak terasa sudah terlewati oleh Mayhan yang sekarang ini mempunyai tugas baru yaitu untuk menjaga putri Sang Don Savaroni. Ketika di suatu pagi hari, Mayhan seperti biasa yaitu berangkat mengantarkan Mei untuk pergi ke kampus menggunakan motornya akan tetapi ketika sedang dalam perjalanan mengantarkan Mei, Mayhan melihat beberapa orang pengendara mempunyai gerak gerik yang sangat mencurigakan ketika berada di suatu jalan, lantas Mei yang melihat Mayhan begitu serius dalam berkendara lalu Mei bertanya kepada Mayhan.
"Ada apa Mayhan"
"Gapapa Mei"
"Kamu dari tadi melihat kaca spion terus"
"Aku lihat kaca spion terus itu karena cuma ingin tahu siapa orang di belakang itu"
"Kenapa dengan orang itu"
"Aku menaruh kecurigaan sama orang yang menggunakan motor bewarna merah"
"Ada 2 orang yang memakai motor bewarna merah"
"Salah satu dari mereka yang aku maksud"
"Yang mana Mayhan"
"Orang yang memakai helm bewarna hitam itu"
"Ohhhh itu"
"Kamu mengenal orang itu apa tidak"
"Tidak Mayhan, kamu mengenalnya juga apa tidak"
"Tidak Mei"
"Instingmu hebat juga Mayhan"
"Hahaha terima kasih, itu ilmu yang aku miliki"
"Sejak kapan kamu mencurigai orang itu Mayhan"
"Beberapa hari belakangan orang itu sering mengikuti kita"
"Mulai berapa hari orang itu mengikuti kita"
"3 hari mulai dari sekarang"
"Kamu benar juga ya"
"Aku tidak tahu orang itu mengikuti kamu apa aku sebenarnya"
"Apa dia dari keluarga mafia lain"
"Aku tidak tahu Mei"
"Baiklah kalau begitu antar aku seperti biasa ke kampus nanti kita akan tahu tujuan orang itu sebenarnya mengikuti siapa"
"Iya Mei"
"Berhati - hatilah Mayhan"
"Kamu yang seharusnya berhati - hati"
"Iya Mayhan"
"Kalau orang itu ikut berhenti dan mulai mengikuti mu, nanti akan aku tangkap orang itu hidup - hidup ketika dia sedang mengikuti mu agar aku tahu tujuan dia itu untuk apa dan dia dari keluarga mafia mana"
"Baiklah Mayhan aku ikuti rencanamu itu"
"Tenang saja ikuti apa yang aku rencanakan tadi"
"Baiklah Mayhan terima kasih sebelumnya"
__ADS_1
"Sama - sama Mei"
Sewaktu tiba dan sesudah mengantarkan Mei ke kampusnya ternyata orang tersebut tidak mengikuti Mayhan justru malah berhenti dan mengikuti Mei. Khawatir akan terjadi apa - apa kepada Mei, Mayhan secara sigap mengikuti orang tersebut lalu menunggu waktu dan kondisi yang tepat untuk menangkap orang misterius itu.
Ketika berjalan mau mendekati toilet secara cepat Mayhan mendekati orang misterius tersebut lalu membawanya masuk ke dalam toilet akan tetapi semua tidak berjalan sesuai apa yang di rencanakan Mayhan, orang tersebut ternyata memiliki skill ahli bertarung yang sangat hebat dan pada akhirnya Mayhan terpaksa bertarung dengan orang tersebut.
Orang misterius tersebut benar - benar sangat hebat dan terlatih dalam hal segi bertarung sampai - sampai membuat Mayhan mengeluarkan darah di hidungnya, akan tetapi kemenangan masih berpihak kepada Mayhan pada pertarungan tersebut.
"Ternyata kamu hebat juga ya"
"Hehhh aku tahu siapa kamu"
"Apakah kamu mencoba mengancamku"
"Aku tahu identitasmu, nama kamu adalah Mayhan dari keluarga Savaroni"
"Kukira aku takut ancaman darimu"
"Kamu tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya"
"Memang aku bukan Tuhan yang bisa menebak dan mengetahui segalanya"
"Semua yang kamu miliki sekarang akan segera sirna setelah kami melakukannya kepada keluargamu Mayhan"
"Melakukan apa maksudmu dan kamu berasal dari keluarga mafia mana"
"Kamu tidak perlu tahu akan hal itu"
"APA MAKSUD DARI UCAPANMU ITU"
"Mayhan Mayhan kamu begitu mudah tersulut emosi"
"APA TUJUANMU SEBENARNYA"
"Apa yang kamu rencanakan sebenarnya"
"Tunggulah hal itu terjadi dan kamu akan menderita selamanya"
"APA YANG KAMU MAKSUD SEGERALAH JAWAB PERTANYAANKU"
Orang misterius tersebut mengambil pisau lipat yang berada di saku celananya lalu menusukan pisau itu ke lehernya sendiri yang seketika orang itu tewas di toilet. Mayhan yang melihat kejadian itu merasa bingung dan berpikir apa yang sedang terjadi sebenarnya sambil berjalan meninggalkan toilet. Ketika Mayhan berjalan beberapa langkah keluar dari toilet secara tiba - tiba Mei mendatangi sambil memberikan sebuah tisu.
"Mayhann"
"Ada apa Mei"
"Mayhan ini untukmu"
"Apa ini"
"Tisu buat menghilangkan darah yang keluar dari hidungmu itu"
"Terima kasih Mei"
"Bagaimana dengan kabar orang itu"
"Dia sudah tewas"
"Apa yang kamu maksud Mayhan"
"Dia tewas bunuh diri menggunakan pisau dengan cara menusukkan pisau itu ke lehernya sendiri"
"Astaga kenapa dia berani melakukan hal seperti itu"
"Kemungkinan dia takut informasi berharga lainnya terbongkar"
"Kamu tahu orang itu siapa dan tujuannya mengikuti kita untuk apa"
__ADS_1
"Dia sama sekali tidak mengatakan apa pun kecuali dia sudah tahu namaku"
"Apakah dia dari keluarga mafia lain"
"Aku tidak tahu Mei"
"Kenapa dia sudah tahu namamu"
"Aku juga tidak tahu soal itu"
"Apakah dia juga sudah tahu kalau kamu yang menjagaku selama ini"
"Mungkin dia sudah tahu soal itu Mei"
"Apakah dia pernah mengikutimu"
"Aku pernah melihat dia mengikutiku dari awal ketika aku sedang dalam perjalanan menjemputmu untuk berangkat ke kampus di pagi hari"
"Bagaimana mungkin dia tahu tempat tinggalmu"
"Mungkin dia pernah mengikutiku sewaktu aku pulang mengantarkan kamu dari rumahmu"
"Siapa saja yang tahu kalau kamu diberikan tugas oleh ayah untuk menjagaku"
"Waktu itu hanya para petinggi dari keluarga ayahmu yang tahu soal itu Mei"
"Apakah ada seorang pengkhianat di keluarga ayah"
"Kalau menurutku ada, Mei"
"Aku juga sepemikiran denganmu tapi kita tidak punya banyak bukti untuk menuduh orang"
"Kita harus mengumpulkan banyak bukti mulai dari sekarang, Mei
"Aku setuju denganmu Mayhan"
"Baiklah jadi kesimpulannya sekarang ada seorang pengkhianat di keluarga ayahmu"
"Lalu apa yang kita lakukan sekarang"
"Aku akan mengumpulkan informasi yang banyak tentang biodata maupun kehidupan sehari - hari para petinggi di keluarga ayahmu"
"Ehhh kalau kamu tidak keberatan, aku juga ingin mau membantumu Mayhan"
"Hemmm baiklah tapi kamu harus tetap fokus ke kuliahmu"
"Iya Mayhan"
"Apa yang kamu lakukan"
"Aku akan mencari informasi siapa saja teman - teman dari para petinggi dari keluarga ayah"
"Bagus Mei"
"Aku bisa melakukan hal itu"
"Kurasa aku harus pergi karena aku ada pekerjaan lain"
"Bagaimana dengan jasad orang misterius itu, Mayhan"
"Biarkan saja Mei, nanti akan ada orang yang menemukan jasad itu lalu menelpon pihak kepolisian yang datang untuk mengambil jasad tersebut dan akan ada penyidikan juga"
"Aku takut kamu di tangkap kepolisian atas kasus ini Mayhan"
"Jangan khawatir soal itu Mei, aksiku juga tidak terekam CCTV dan tadi aku melakukan pertarungan di dalam toilet, aku sengaja menggunakan sarung tangan agar sidik jariku tertutupi"
"Aku harap kamu tidak ditangkap Mayhan"
"Tenang saja percayakan semua ini padaku Mei"
"Yaaa baiklah Mayhan"
__ADS_1
Atas kejadian tersebut, Mayhan dan Mei menyimpulkan bahwa ada seorang pengkhianat di keluarga mafia Savaroni, Mayhan juga berkeyakinan bahwa pengkhianat itu ingin mengambil kursi kedudukan yang paling tinggi yaitu Don dengan cara ingin menculik putri kesayangan Don Savaroni sebagai alat untuk menjatuhkannya dari kursi kedudukan Don sekarang ini akan tetapi Mayhan yang tahu hal itu tidak akan tinggal diam melihat pengkhianat tersebut beraksi dan berhasil mengambil kursi Don di keluarga mafia Savaroni.