Agent Love Story

Agent Love Story
Jebakan


__ADS_3

...Jebakan...



Keesokan harinya Mayhan beserta yang lain menjalankan tugas sesuai rencana masing - masing akan tetapi pada hari itu sedikit berbeda dengan hari biasanya dikarenakan Mayhan menjalankan tugasnya pada malam hari. Sambil menunggu malam hari tiba, Mayhan merasa kesepian di apartemen tersebut karena semua teman - temannya berangkat menjalankan tugas akan tetapi Mayhan ingat akan sesuatu hal yaitu tentang Mei, dengan segera Mayhan beranjak keluar dari apartemen dan berusaha kembali menelepon Mei.



Tuttttt Tuttttt Tutttt (Bunyi telepon)


Bunyi telepon sangat begitu keras membuat Mayhan berharap begitu tinggi agar panggilannya tersebut diangkat oleh Mei.


“Ya hallo, ini dengan siapa yaaa”


Seketika Mayhan begitu senang ternyata Mei menjawab telepon darinya.


“Ehhh ini aku Mei, Mayhan”


“Ohh kamu, sumpah aku masih dengar suara kamu”


“Wajar masih awal, nanti lama – lama mungkin sudah tidak asing lagi”


“Kamu bisa saja Mayhan”


“Aku betulkan Mei”


“wkwkwk terserah apa yang kamu katakan Mayhan”


“Kamu ke kampuskan sekarang”


“Hemmmm kamu seperti peramal tahu aku sedang ada di mana, ini aku baru saja selesai mengerjakan tugas”


“Contoh anak rajin”


“Iyalah wkwkwk, Kamu ada di mana”


“Ini lagi mau berangkat kerja”


“Kamu kerja apa, Mayhan”


“Ya aku cuma kerja di sebuah Perusahaan jual beli mobil, Mei”


“Gapapa yang penting kerja”


“Iya, Mei”


“Mayhan, maaf ya sebelumnya aku harus tutup telepon ini, soalnya teman – temanku mau mengajakan aku makan bersama di kantin”


“Iya gapapa, Semangat perkuliahannya Mei”


“Terima kasih, Semangat juga Mayhan”


Klekkkkkkkkk (Bunyi telepon)


Setelah menutup telepon tersebut Mayhan kembali berjalan menuju apartemennya lagi dan menunggu malam tiba untuk melancarkan aksinya yaitu untuk menyelamatkan Andreas dan Andrelino dari rencana pembunuhan dari keluarga mafia Yakuza.



Tak terasa malam hari pun tiba pertanda bahwa misi Mayhan telah dimulai. Pada malam hari itu Mayhan berangkat menuju rumah sakit pusat Kota Jakosta.



Setibanya di rumah sakit Kota Jakosta terlihat rumah sakit tersebut begitu besar dan mewah, sesuai apa yang di rencanakan dari awal. Mayhan memasuki rumah sakit itu dan bertanya ke salah satu perawat yang berada di ruang pendaftaran.


"Permisi Bu, saya mau bertanya"


"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu"


"Saya mau mencari teman saya bernama Andrelino"

__ADS_1


"Nama lengkap siapa Pak"


"Maaf, saya tidak tahu nama lengkapnya yang saya tahu cuma nama depannya yaitu Andrelino"


"Baiklah, Pak akan saya periksa datanya"


"Terima kasih"


Perawat tersebut membuka komputer dan mencari data atas nama pasien Andrelino. Setelah menunggu beberapa menit kemudian, akhirnya perawat tersebut mengatakan


"Pak Pak Pak"


"Iya Bu"


"Ini saya menemukan data atas nama Andrelino ada 3 orang di rumah sakit ini"


"Di lantai berapa mereka semua"


"Pasien Andrelino yang pertama ada di lantai 3 kamar nomor 04, pasien Andrelino yang kedua ada di lantai 5 kamar nomor 01, pasien Andrelino yang ketiga ada di lantai 6 kamar nomor 03"


"Terima kasih atas informasinya Bu"


"Sama - sama Pak"


Setelah mendapatkan informasi tentang Andrelino. Mayhan dengan segera berjalan mencari lift terdekat dari situ untuk menuju ke lantai 3 akan tetapi setelah menemukan lift tersebut dan hendak menaikinya, Mayhan melihat beberapa orang - orang berwajah Asia terlebih dahulu menaiki lift itu sambil beberapa dari mereka menggunakan jas dan membawa koper bewarna hitam akan tetapi Mayhan mempunyai rencana lain untuk menemukan Andrelino dan Andreas dengan mudah tanpa harus mencari mereka berdua dari satu kamar ke kamar lain yaitu dengan mengikuti para Yakuza tersebut, dengan tenang dan santai Mayhan berjalan menuju ke lift tersebut dan memasuki nya, saat berada di lift dengan sengaja Mayhan membiarkan mereka menekan tombol lift terlebih dulu agar tahu dimana lokasi sebenarnya Andrelino dan Andreas berada. Para Yakuza itu menekan tombol angka 6 pertanda bahwa Andreas dan Andrelino ada di lantai 6 kamar 03, akan tetapi salah anggota Yakuza tersebut bertanya ke Mayhan.



"Maaf Pak, anda tidak menekan tombol lift juga"


"Ahhh aku juga mau ke lantai 6"


"Anda ada urusan apa ke lantai 6"


Sadar bahwa lantai 6 sengaja di kosongkan oleh para Yakuza, Mayhan lalu menjawab


"Saya mau ke lantai 6 kamar 02, untuk mengambil tas istri ku yang ketinggalan di kamar itu"


Setiba di lantai 6, Mayhan berjalan menuju kamar 02 sedangkan para Yakuza tersebut berjalan menuju ke koridor paling ujung pada lantai 6 saat Mayhan tiba di kamar 02, Mayhan melihat di kamar 03 ada 3 orang di kamar tersebut. Mayhan berkeyakinan bahwa itu adalah Andreas dan Andrelino akan tetapi beberapa saat kemudian ada salah satu anggota Yakuza mendatangi kamar 03 dengan membawa sebuah pistol serta peredam senapan, Yakuza tersebut memasuki kamar 03 dan menodongkan pistol tersebut dan bertanya.


"Siapa di antara kalian bertiga bernama Andrelino dan Andreas"


Secara mengejutkan salah satu dari mereka bertiga berusaha untuk menyerang akan tetapi usaha tersebut sia - sia, orang tersebut tewas tertembak tepat di bagian kepala.



Dorrrr


"Kalian sudah terpojok masih saja mau menyerang, sekarang waktunya kalian pergi ke neraka"


Dengan sigap Mayhan mengambil pisau bedah di kamar 02 tersebut dan berjalan secara perlahan lalu menusuk leher Yakuza tersebut dari belakang.


Ahhhhhh


Setelah membunuh Yakuza itu dan merampas pistolnya, Mayhan lalu bertanya ke Andreas.



"Kalian tidak apa - apa"


"Iya kami tidak apa - apa, terima kasih atas bantuannya"


"Kurasa kita harus pergi dari rumah sakit ini"


"Kurasa kamu benar, tapi aku butuh bantuanmu"


"Kita pergi kemana"


"Pergi ke basement, ke mobil punyaku yang berwarna hitam di ujung paling kanan basement, kamu bisa menggunakan senjata api"

__ADS_1


"Aku pernah sekolah menembak di sewaktu kecil di samping itu aku suka berburu"


"Baiklah kalau begitu, kamu yang pistolnya"


Sadar akan bahaya mengancam mereka, Mayhan bersama Andreas dan Andrelino berusaha pergi meninggalkan rumah sakit itu, saat hendak berjalan menuju lift tiba - tiba secara mengejutkan lift itu terbuka dan ada 2 anggota Yakuza di dalamnya, dengan sigap Mayhan menembak 2 anggota Yakuza tersebut.


Dorrr Dorrr



Setelah menembak 2 Yakuza tersebut, Mayhan, Andreas dan Andrelino berjalan memasuki lift dan menekan tombol menuju ke basement serta tidak lupa Mayhan dan Andreas mengambil sebuah pistol dari kedua Yakuza yang tewas di dalam lift itu, saat pintu lift terbuka Mayhan dengan hati - hati berjalan keluar menuju mobil milik Andreas, setelah menemukan mobil Andreas dan berjalan cukup hati - hati, akhirnya Mayhan, Andreas dan Andrelino pergi meninggalkan rumah sakit tersebut menggunakan mobil milik Andreas.



"Terima kasih telah membantu kami, ohh iya siapa nama kamu"


"Mayhan namaku"


"Aku Andreas, senang berkenalan denganmu"


"Senang berkenalan denganmu juga"


"Kamu sudah bekerja, Mayhan"


"Belum, aku masih mencari pekerjaan"


"Oh iya, kenapa kamu bisa ada disana tadi"


"Aku sedang mencari temanku di kamar 02, ternyata di sudah di pulangkan lebih awal"


"Sebagai ucapan terima kasih, kamu mau apa tidak bergabung jadi anggota keluarga kami"


"Keluarga apa"


"Keluarga mafia Savaroni"


"Pekerjaannya seperti apa"


"Kamu tahu sendiri lah, mafia itu seperti apa"


"Baiklah aku akan bergabung dengan kalian, asalkan kalian tidak keberatan"


"Selamat Mayhan, kamu sekarang jadi bagian dari keluarga kami"



Pada malam hari itu akhirnya Mayhan berhasil menjadi bagian dari keluarga mafia Savaroni.


"Kamu turun dimana Mayhan"


"Aku turun di arah tenggara kantor walikota"


"Baiklah Mayhan"


Setibanya di lokasi Mayhan turun dari mobilnya Andreas.


"Terima kasih atas tumpangannya"


"Aku yang seharusnya berterima kasih ke kamu yang telah menyelamatkan aku dan temanku"


"Senang bisa membantu kalian"


"Aku bangga punya orang sepertimu Mayhan"


"Aku hanya kebetulan tadi"


"Jumpa lain waktu lagi Mayhan, oh iya ini nomor kontak ku, kalau kamu butuh perkerjaan tinggal hubungi nomor ini"


"Ya, nanti aku akan menghubunginya"

__ADS_1



Setelah Andreas pergi menggunakan mobilnya, Mayhan berjalan menuju apartemennya, malam itu Mayhan pulang sangat larut malam setibanya di apartemen tidak ada perundingan apa pun karena semua agen sudah tertidur, malam itu adalah malam Mayhan menjadi bagian dari keluarga mafia Savaroni.


__ADS_2