Agent Love Story

Agent Love Story
Teman lama


__ADS_3

...Teman lama...


5 bulan setelah kejadian kehancuran keluarga Yakuza di Kota Jakosta membuat keluarga Savaroni menjadi pemenang dalam insiden itu dan di saat yang bersamaan Don Savaroni kembali pulang ke rumahnya setelah kejadian penembakan beberapa bulan yang lalu yang membuatnya harus di rawat di rumah sakit terlihat ketika Don Savaroni memasuki gerbang rumahnya para anggota keluarga memberikan penyambutan secara hormat. Mayhan dan Andreas tahu bahwa susunan kepangkatan dan jabatan ada yang kosong di keluarganya kemungkinan ada perubahan posisi dan penambahan tugas baru di setiap Caporigime.


"Andreas"


"Apa Mayhan"


"Kira - kita apa yang di lakukan Tuan Don Savaroni setelah ini"


"Mungkin kita akan di berikan hadiah"


"Hadiah apa kira - kira"


"Tentu hadiah itu adalah tugas baru wkwkwk"


"Aku harap kamu saja yang di berikan tugas baru yang jauh lebih berat dari sebelumnya"


"Sungguh tidak adil sama sekali pemikiran dan harapanmu Mayhan"


"Tenang saja Andreas, ini semua demi keluarga kita hahaha"


"Kamu betul, ini semua demi keluarga kita tapi itu tetap tidak adil sama sekali"


"Berharaplah supaya di ringankan bebanmu itu Andreas"


"Aku selalu berharap seperti itu"


"Kita lihat saja nanti"


"Baiklahhhh kita lihat siapa yang "


Don Savaroni berjalan memasuki rumah besarnya dengan di kawal Vito Sang Consigliere yang selalu setia menemaninya setiap saat untuk keluarga dan setelah tiba di ruangannya Sang Don duduk di kursi kekuasaan miliknya lalu dengan serentak para anggota keluarga mengucapkan.


"Selamat Datang Tuan Don Savaroni"


Lalu para anggota keluarga lainnya mencium tangan Don Savaroni sebagai pertanda telah pulang sang penguasa ke rumahnya, pada kala itu juga Don Savaroni memanggil Mayhan dan beberapa Caporigime yang lain untuk segera mendiskusikan susunan kekeluargaan yang baru.



"Selamat pagi tuan-tuan"


"Selamat pagi Tuan Don Savaroni" ujar semua Caporigime


"Aku mau bicara dengan kalian semua untuk sekarang ini susunan keluarga kita ada yang kosong setelah kejadian pengkhianatan Bruno, Jadi aku akan memilih salah satu dari Caporigime untuk menjadi Underboss yaitu Alex"


Semua orang memberikan tepuk tangan kepada Alex atas kenaikan pangkat menjadi Underboss di keluarga Savaroni.


"Karena jabatan Alex tidak ada yang menempati maka aku akan memilih Mayhan yang akan mengisi jabatan tersebut dan tugas yang telah di emban Alex sebelumnya"



Tepuk tangan semua orang begitu meriah ketika Don Savaroni memberikan jabatan penting tersebut kepada Mayhan dan hal itu merupakan awal dari kejatuhan keluarga Savaroni sendiri. Penyambutan hari itu di sertai juga dengan pesta yang meriah, terlihat semua orang turut hadir dalam pesta yang diadakan di rumah besar Don Savaroni. Ketika Mayhan pada saat pesta hendak makan sesuatu di meja hidang secara mengejutkan tangan Nico memegang tangan Mayhan dan berbicara dengan pelan lalu bertanya mengenai perkembangan misinya selama ini.


"Heii Teman ku"


"Nico"


"Kamu sudah lupa denganku"


"Tidak Nico"


"Aku kira kamu melupakan kami"

__ADS_1


"Aku tidak melupakan kalian semua"


"Selamat kenaikan pangkatmu menjadi Capo"


"Terima kasih Nico, tapi kenapa kamu bisa ada di sini"


"Aku juga menyusup di keluarga dan aku baru saja di angkat menjadi Soldier di keluarga ini"


"Kamu bekerja untuk siapa dan siapa yang mengangkatmu menjadi Soldier Nico"


"Tuan Andreas yang melakukan semuanya"


"Tuan Andreas......?"


"Aku bekerja untuknya"


"Lalu apa yang kamu lakukan datang ke pesta ini"


"Aku sedang mencari tahu keberadaan data - data penting dari keluarga mereka"


"Apa yang kamu lakukan setelah selesai dengan urusanmu"


"Aku akan memberikannya kepada atasan tertinggi kita di pusat"


"Yang lain apa ikut bergabung dengan keluarga ini"


"Iya Mayhan, semuanya telah bergabung"


"Apa yang aku lakukan untuk membantu kalian"


"Cukup alihkan perhatian Andreas"


"Kenapa Andreas yang harus di alihkan perhatiannya"


"Karena dia sangat mudah curiga dengan orang - orang baru di keluarga ini"


"Aku takut ketika saat mencuri data nanti secara tiba - tiba dia datang serta melihat aku melakukannya dan aku pasti akan di tangkap serta di siksa secara brutal"


"Apa yang kamu katakan betul juga"


"Kami perlu bantuanmu Mayhan karena kamu yang dekat dengan Andreas"


"Baiklah kalau begitu aku akan melakukannya"


"Mayhan ada satu lagi yang harus aku berita tahu"


"Apa Nico"


"Kamu sekarang telah berubah semenjak kamu tidak pulang ke apartemen"


"Aku hanya ingin menjaga identitasku tetap aman sekaligus menjaga kalian semua"


"Mayhan, aku tidak peduli soal itu"


"Lalu apa yang kamu maksud"


"Yang aku maksud adalah ingatlah kamu memulainya untuk apa dan aku peringatkan jangan terlalu terbawa perasaan dengannya"


"Yang kamu maksud perasaan itu adalah Mei begitu"


"Kamu pikirkan sendiri"


"Ya baiklah Nico"

__ADS_1


"Ingatlah kamu seorang Agen dan kalau mereka tahu kalau kamu seorang Agen, mereka pasti akan membunuhmu"


"Aku mengerti Nico"


"Baguslah kalau kamu masih sadar akan tugasmu"


"Iya Nico"


"Aku akan pergi mencuri data itu"


"Berhati - hatilah Nico"


"Iya Mayhan"


Mayhan lalu menemui Andreas dan berusaha mengalihkan perhatiannya dengan cara berbicara tentang mengenai orang - orang yang baru masuk di keluarga Savaroni serta bertanya mengenai seperti apa posisi pekerjaannya nanti.


"Andreas"


"Mayhan saudaraku"


"Aku mau bertanya sebentar saja"


"Ada apa Mayhan"


"Setelah penyerangan besar yang kita lakukan beberapa bulan yang lalu, kita kekurangan banyak anggota karena tewas di konflik itu"


"Aku tahu Mayhan, semuanya sudah aku serahkan kepada Garcia, Andrelino dan Anthonio"


"Lalu dengan penambahan jabatan"


"Aku juga mengangkat orang menjadi Soldier kemarin"


"Bagus kalau begitu Andreas"


"Tenang saja Mayhan, semua itu sudah di isi dengan orang - orang rekrutan baru"


"Jadi aku akan mendapatkan anak buah baru juga"


"Kemungkinan iya"


"Aku harap mempunyai anak buah baru"


"Hahahaha kamu sudah tidak sabar memberikan perintah kepada mereka sepertinya"


"Kamu tahu saja apa yang aku pikirkan Andreas"


"Aku punya kemampuan menebak pemikiran seseorang"


"Benarkah"


"Aku hanya bercandaan Mayhan"


"Wkwkwkwk kamu ada - ada saja Andreas"


"Bagaimana dengan posisi baruku ini"


"Di posisi barumu sekarang, tugasmu hanya seperti Alex dulu"


"Apa tugasnya"


"Kamu hanya bertugas menerima barang - barang yang telah di selundupkan dari luar negeri lalu kamu berikan kepadaku dan Caporigime lainnya"


"Lalu apa barang - barang itu"

__ADS_1


"Narkotika, senjata, wanita, dan para imigran gelap"


Saat Mayhan mengalihkan perhatian Andreas di tengah acara pesta, Nico secara diam - diam beraksi melakukan tugasnya dengan berjalan perlahan menuju ruang arsip di rumah besar Don Savaroni. Ketika sudah memasuki ruangan arsip tersebut Nico mencari sebuah dokumen yang berkaitan tentang kerjasama rahasia antara Keluarga Savaroni dengan para petinggi kepolisian Kota Jakosta serta Nico mencari arsip bukti - bukti kejahatan keluarga Savaroni di bidang narkotika, perdagangan wanita, perampokan, pembunuhan, penculikan, pencucian uang dan perdagangan senjata api ilegal. Saat sedang melakukan aksinya secara tidak sengaja Nico menjatuhkan sebuah canvas bunga yang ada di dalam ruang tersebut, hal itu membuat beberapa penjaga di sekitarnya curiga dan berjalan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di ruangan arsip, saat tiba di depan ruangan arsip para penjaga langsung masuk ke dalam ruangan itu yang di dalamnya ada Nico yang sedang bersembunyi di sebuah lemari tua untuk menghindari para penjaga yang sedang mengecek kondisi ruangan tersebut.


__ADS_2