
...Darah mengalir...
Di tempat gedung pengadilan terlihat sebuah mobil ambulan berjalan secara beriring - iringan dengan beberapa orang di dalamnya, mobil ambulan tersebut datang sebagai antisipasi tenaga medis kesehatan bila terjadi baku tembak di tempat gedung pengadilan tersebut. Mobil tersebut berjalan perlahan melalui penjagaan ketat dari pihak militer maupun kepolisian, tanpa mereka semua sadari orang - orang yang berada di dalam mobil tersebut adalah Mayhan, Andreas dan yang lainnya yang sedang menyamar sebagai petugas medis kesehatan. Di sisi lain para pejabat korup telah memasuki ruangan pengadilan sontak para kameramen serta media - media berita menyoroti mereka semua. Sedangkan Mayhan, Andreas dan yang lainnya berhasil memasuki gedung pengadilan tanpa ketahuan sedikit pun dengan menyamar sebagai petugas medis kesehatan lalu mereka semua bergegas membongkar mobil ambulan bagian depan untuk mengambil peralatan senjata mereka yang mereka tutupi dengan sebuah besi dan aluminium agar terhindar dari pengecekan para pasukan keamanan. Di ruangan persidangan acara pun sudah di mulai untuk menghakimi para pejabat tersebut, sedangkan Mayhan, Andreas dan yang lainnya berjalan menuju ruangan utama dengan membawa senjata api serta di lengkapi peredam suara agar tidak menimbulkan suara tembakan yang keras sambil menghabisi semua para penjaga di dalam gedung secara diam - diam, saat selesai menghabisi semua penjaga di dalam gedung dan tiba di depan pintu ruangan persidangan Andreas memberikan instruksi dan meyakinkan Mayhan untuk melakukannya.
"Mayhan"
"Ya Andreas"
"Kamu sudah yakin"
"Aku yakin"
"Ini semua demi keluarga kita"
"Ya Andreas"
"Pakai penutup wajahmu"
"Bagaimana dengan yang lainnya"
"Apa yang kamu dengan yang maksud lainnya Mayhan"
"Orang - orang lain yang ada di ruangan ini selain para pejabat itu"
"Biarkan mereka melakukan apa yang mereka lakukan tapi kalau mereka memegang senjata api atau senjata tajam, tembak saja"
"Baiklah Andreas"
Andreas juga tidak lupa meyakinkan yang lainnya untuk bisa melakukan tugas tersebut.
"Baiklah semuanya yakinkan diri kalian untuk melakukan hal ini dan pakai penutup wajah kalian"
Andreas menendang pintu itu dengan cukup keras lalu pintu tersebut terbuka dengan lebar sontak orang - orang yang ada di dalamnya kaget dengan hal itu, Andreas menjadi orang yang pertama memasuki ruangan sidang tersebut dan lalu mengarahkan senjatanya ke arah para pejabat korup tersebut lalu menembakan senjatanya hal itu membuat semua orang panik dan takut, semua orang yang melihat itu seketika menjerit - jerit karena ketakutan.
__ADS_1
Jeritan orang - orang yang ada di dalam gedung membuat para penjaga yang berada di luar gedung berusaha masuk ke dalam akan tetapi mereka semua berhasil di hadang saat hendak mau memasuki gedung oleh beberapa anak buah dari Andreas. Sesudah membunuh semua para pejabat itu, Andreas memberikan instruksi untuk segera mundur dan kabur melarikan diri dari tempat itu. Mayhan, Andreas serta anak buahnya pergi dari keluar gedung melalui pintu belakang dan berjalan menuju tempat pembuangan air akan tetapi nasib buruk menimpa mereka semua termasuk Mayhan tempat pembuangan air yang mereka jadikan tujuan ternyata tidak ada sama sekali, seketika mereka semua panik dan berpikir mencari jalan keluar yang lain.
"SIALLLL"
"ANDREAS KITA HARUS KELUAR DARI SINI"
"AKU TAHU ITU"
"ANDREAS, Aku punya jalan keluar"
"Dimana"
"Bagaimana kalau kita keluar melalui rute pembuangan air yang ada di sebelah barat"
"Ada dimana itu"
"Lokasi itu ada di sebelah barat gedung ini"
"Sangat beresiko kalau kita kesana"
"Tapi bagaimana lagi"
"Aku juga tidak tahu Mayhan"
"Baiklah setidaknya kita sudah berusaha dan misi utama kita sudah selesai"
"Ayo kita pergi sekarang Andreas"
"Ayoooo"
Mayhan, Andreas dan yang lainnya berjuang untuk melarikan diri dari kejaran dan kepungan dari pihak kepolisian maupun militer meskipun satu persatu dari mereka harus tewas tertembak saat melakukan baku tembak.
"ANDREAS KAMU SURUH SISA ANAK BUAHMU UNTUK PERGI LEBIH DULU KE TEMPAT PEMBUANGAN ITU DAN SURUH MEREKA MEMBERIKAN TEMBAKAN PERLINDUNGAN KE KITA SAAT KITA YANG BERGERAK NANTI"
"AKAN AKU LAKUKAN MAYHAN"
"Baiklah"
__ADS_1
Andreas lalu berteriak cukup kencang memperingatkan anak buahnya untuk terus bergerak maju terlebih dahulu.
"SEMUANYA KALIAN BERGERAK LEBIH DULU KE SALURAN ITU, SETELAH KALIAN SAMPAI DI SANA LAKUKAN TEMBAKAN PERLINDUNGAN KE AKU DAN MAYHAN"
"BAIK TUAN ANDREAS"
"JANGAN PERGI TERLEBIH DAHULU SEBELUM AKU DAN MAYHAN SUDAH SAMPAI DI SANA JUGA"
"PAHAM TUAN ANDREAS"
Mendengar arahan tersebut sisa anak buah Andreas yang masih hidup pergi terlebih dahulu ke tempat saluran pembuangan air dan setelah semua anak buah Andreas sudah tiba di dekat tempat saluran pembuangan air dan memberikan tembakan perlindungan ke Mayhan dan Andreas, di saat itulah mereka berdua bergerak berlari menuju saluran itu akan tetapi saat sedang berlari Andreas terkena tembakan di kaki yang membuatnya jatuh saat itu juga.
"Ahhhh" Teriakan Andreas
"ANDREAS"
"Ahhhh Mayhan tolong"
"Kamu bisa berdiri"
"Ahhhh kurasa aku tidak bisa berjalan"
"Aku akan memapahmu"
"Tinggalkan aku saja"
"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu Andreas"
"KAMU MEMBANTUKU KAMU AKAN MATI JUGA"
"KITA INI ADALAH SAUDARA ANDREAS"
"Mayhan kamu benar - benar teman terbaikku"
"Sudahlah, aku akan memapahmu sekarang"
Mayhan yang melihat itu dengan segera membantu Andreas berdiri dan memapahnya untuk terus bergerak maju menuju saluran pembuangan air tersebut. Saat Mayhan dan Andreas hampir sampai ke tempat saluran pembuangan air, nasib buruk menimpa Mayhan secara tiba - tiba Mayhan tertembak oleh sebuah peluru yang mengenai bagian perutnya yang seketika membuatnya terjatuh dan hampir tidak sadarkan diri karena peluru itu mengenai titik vital yang ada di bagian perutnya.
__ADS_1
Anak buah Andreas yang melihat kejadian itu dengan cepat membantu Mayhan dan Andreas. Mayhan sendiri dalam kondisi lemas dan tidak bisa merasakan apapun karena menahan rasa sakit dari tembakan yang mengenai di perutnya. Dengan perjuangan yang cukup keras untuk melarikan diri dari kejaran pihak militer maupun kepolisian, Mayhan dan Andreas serta anak buahnya yang masih tersisa berhasil melarikan diri melalui saluran pembuangan air lalu mereka juga meledakan pintu masuk saluran tersebut agar pintu itu rusak dan tertutupi dengan puing - puing bongkahan batu besar yang akan membuat gerak laju pasukan keamanan terhambat dalam mengejar mereka semua. Meskipun sudah berhasil selamat dari kejaran pasukan keamanan akan tetapi mereka semua masih belum selesai karena Mayhan terkena tembakan dan harus segera di bawa ke dokter bedah untuk melakukan operasi. Mayhan dalam kondisi sekarat hanya bisa diam dan membayangkan apa yang pernah dilakukan dengan Mei meskipun kehilangan banyak darah dari tubuhnya, Mayhan masih berharap penuh dan terus berjuang untuk hidup serta bertemu lagi dengan Mei.