Agent Love Story

Agent Love Story
Kejutan besar


__ADS_3

...Kejutan besar...



Tepat pukul 3 pagi sebuah mobil van berhenti di dekat gerbang utama pelabuhan dan beberapa orang turun dari kendaraan tersebut sambil membawa sebuah tas berwarna hitam. Orang orang itu adalah kelompok Mayhan yang akan meledakkan gudang persenjataan yang disembunyikan oleh Bruno dan Para Yakuza. Mayhan dengan beberapa anak buah dari Andreas memasuki pelabuhan tersebut dan memasang peledak pada gudang penampungan yang dijadikan tempat menyembunyikan senjata api. Saat selesai memasang peledak tersebut tiba - tiba handphone milik Mayhan berbunyi yang ternyata itu adalah Andreas yang menelpon Mayhan.


"Mayhan"


"Iya Tuan Andreas"


"Jangan ledakkan gudang itu terlebih dahulu"


"Kenapa Tuan Andreas"


"Tuan Bruno akan datang ke situ jam 6 pagi"


"Anda tahu darimana Tuan Andreas"


"Tuan Vito baru saja meneleponku Mayhan"


"Kenapa Tuan Vito menghubungi anda sepagi itu Tuan Andreas"


"Tuan Vito memberitahu kalau Tuan Bruno dan beberapa petinggi Yakuza lainnya akan datang ke situ lagi dan melihat gudang persenjataan itu"


"Lalu apa yang harus aku lakukan"


"Tuan Vito menyarankan untuk menekan tombol peledak itu ketika Tuan Bruno dan beberapa petinggi Yakuza lainnya berjalan mendekati gudang"


"Aku mengerti Tuan Andreas"


"Ini satu - satunya cara untuk menggertak keluarga Yakuza untuk tidak main - main dengan keluarga kita"


"Aku akan melakukannya"


"Kerja bagus Mayhan"


"Terima kasih telah menyuruh orang - orang anda untuk membantuku memasang peledak ini Tuan Andreas"


"Semua ini demi kebaikan kita juga"


"Iya Tuan Andreas"


"Dan jangan lupa ikuti apa yang di sarankan Tuan Vito"


"Aku akan melaksanakannya Tuan"


"Semoga berhasil Mayhan"


"Iya Tuan Andreas"


Matahari terbit dengan cerah dan aktivitas di dermaga pelabuhan tersebut mulai aktif lagi seperti hari biasa - biasanya akan tetapi hari ini akan berbeda dengan hari biasa - biasanya. Ketika suatu rombongan orang berjalan memakai setelan jas rapi lengkap dengan sebuah topi dan beberapa kebanyakan dari mereka berkulit wajah Asia berjalan menuju tempat gudang penampungan yang tempat itu terdapat sebuah senjata api dalam jumlah banyak. Mayhan yang melihat orang - orang itu seketika memberi aba - aba kepada anak buah dari Andreas untuk menekan tombol peledak.



Sewaktu orang - orang itu berjalan mendekati gudang tersebut seketika ledakan besar terjadi di depan mata kepala mereka yang membuat semuanya lari ketakutan. Mayhan yang melihat hal itu seketika senang dan menelpon Andreas untuk memberitakan keberhasilan tersebut.


"Tuan Andreas"


"Mayhann"


"Maaf mengganggu waktunya"


"Ada apa Mayhan"


"Aku menelepon anda hanya untuk melaporkan misi"


"Bagaimana dengan misinya"


"Semuanya berjalan sesuai rencana"


"Kerja bagus Mayhan"


"Semuanya lari ketakutan melihat ledakan itu"


"Mereka akan mengingat ledakan itu seumur hidup mereka"


"Hahaha anda betul Tuan Andreas"


"Mayhannn"


"Iya Tuan Andreas"


"Kamu ada kepentingan sebentar lagi"


"Tidak ada Tuan"


"Kamu temui aku di perumahan Canewood nomor 17 blok A"

__ADS_1


"Untuk apa aku datang ke sana"


"Aku punya sesuatu untukmu"


"Sesuatu apa Tuan Andreas"


"Kamu datang ke sini dulu"


"Baiklah Tuan Andreas aku akan datang ke sana"


"Aku tunggu kedatanganmu Mayhan"


"Iya Tuan Andreas aku dalam perjalanan"



Mayhan datang ke wilayah Canewood untuk menemui Andreas yang akan memberikannya sesuatu, ketika tiba di perumahan Canewood terlihat rumah - rumah di sana begitu mewah dan bagus sepanjang perjalanan menuju alamat yang di berikan oleh Andreas. Sesampainya di lokasi Mayhan bertemu kembali dengan Andreas akan tetapi dengan suasana yang berbeda dibandingkan hari - hari sebelumnya.


"Tuann Andreas"


"Mayhan saudaraku"


"Senang bisa bertemu dengan anda"


"Aku juga senang bisa bertemu denganmu kembali"


"Ada masalah apa Tuan Andreas"


"Aku punya masalah yang begitu besar di sini"


"Ada masalah apa di tempat yang tenang seperti ini"


"Tenang saja Mayhan, aku yakin kamu pasti akan membantuku"


"Lalu apa yang akan kubantu"


"Mudah saja Mayhan, kamu hanya tinggal mau apa tidak"


"Maksud Tuan Andreas apa"


"Kamu masih belum mengerti apa yang aku maksud"


"Belum Tuan Andreas"


"Baiklah Mayhan, aku tidak akan panjang lebar dalam berbicara sekarang"


"Aku akan memberikanmu sebuah hadiah yang begitu besar"


"Untuk apa anda memberikanku hadiah"


"Karena kamu telah bekerja dengan baik dan setia kepada keluarga Savaroni ini"


"Hadiah apa yang anda maksud"


"Hadiah itu ada di belakangku ini"


"Maksud anda rumah itu"


"Iya Mayhan"


"Terima kasih Tuan"


"Kamu sekarang tak perlu tinggal di apartemenmu"


"Aku benar - benar mengucapkan terima kasih banyak atas pemberian ini Tuan Andreas"


"Kamu juga harus berterima kasih kepada Tuan Savaroni"


"Aku akan mengucapkan itu di depan orangnya"


"Kuharap kamu senang akan hadiah ini Mayhan"


"Tentu saja aku senang hal ini"


"Bagus tidak rumah ini"


"Bagus lebih dari kata bagus Tuan Andreas"


"Ini bentuk apresiasi kami untukmu"


"Aku senang bisa bekerja untuk keluarga ini"


"Aku juga senang punya orang sepertimu Mayhan"


"Iya Tuan Andreas"


"Semoga kamu nyaman tinggal di sini"

__ADS_1


"Tentu saja aku nyaman tinggal di sini Tuan Andreas"


"Bagus Kalau begitu"


"Aku senang punya rumah sekarang"


"Iya Mayhann"



Mayhan begitu senang melihat rumah barunya yang di berikan oleh Andreas sebagai bentuk apresiasi dari keluarga mafia Savaroni akan tetapi kesenangannya tersebut tidak bertahan lama.


"Mayhan"


"Iya Tuan Andreas"


"Aku tidak hanya punya berita baik tapi berita buruk juga"


"Berita buruk apa Tuan Andreas"


"Don Savaroni akan mengunjungi sebuah acara pemakaman di wilayah Moonta"


"Acara itu dilaksanakan kapan"


"Besok jam 9"


"Pemakaman siapa itu Tuan Andreas"


"Acara pemakaman itu untuk memperingati salah satu orang yang begitu dalam hidup Don Savaroni"


"Siapa Tuan"


"Ayah dan Ibu dari Don Savaroni"


"Kakek Nenek dari Mei berarti"


"Iya betul"


"Lalu apa yang anda takutkan"


"Aku mendapatkan informasi dari anak buahku bahwa akan ada serangan besar saat kunjungan Tuan Savaroni ke pemakaman itu"


"Siapa akan menyerangnya"


"Tentu saja keluarga mafia Yakuza"


"Mereka lagi mereka lagi"


"Kamu sudah mulai muak dengan mereka"


"Aku ingin sekali menghabisi mereka semua"


"Kamu akan melakukannya besok"


"Iya Tuan Andreas"


"Gudang yang kamu hancurkan itu ternyata hanya 1 dari 3 milik mereka"


"Jadi mereka masih punya gudang lain Tuan Andreas"


"Iya Mayhan"


"Lalu bagaimana rencana selanjutnya"


"Kita akan gagal rencana mereka untuk besok yaitu membunuh Don Savaroni dan keluarganya"


"Aku akan melakukannya"


"Aku suka semangatmu Mayhan"


"Ini semua demi keluarga"


"Hahaha itu kata - kataku"


"Aku hanya meniru sesuatu yang menurutku baik saja"


"Baiklah aku hanya menyampaikan hal - hal itu saja"


"Iya Tuan Andreas"


"Kita bertemu besok di pemakaman jam 9"


"Aku akan datang tepat waktu"


"Aku tunggu kedatanganmu Mayhan"


"Iya Tuan"

__ADS_1


Pada hari itu Mayhan sukses menjalankan misinya akan tetapi hal tersebut berdampak sangat buruk kepadanya yaitu akan ada serangan besar saat acara pemakaman memperingati hari kematian orang tua Don Savaroni, Mayhan yang pada dasarnya seorang agen mata - mata tidak gentar menghadapi itu semua justru semakin tertantang untuk menghabisi para keluarga Yakuza tersebut.


__ADS_2