Agent Love Story

Agent Love Story
Pasangan pengintai


__ADS_3

...Pasangan pengintai...



Saat pagi hari di suatu rumah mewah dan megah, Mei menunggu Mayhan di rumahnya tak selang beberapa lama kemudian Mayhan datang menggunakan motornya dan menyapa Mei.


"Mei Mei Mei"


"Akhirnya kamu datang juga"


"Ehhh ada apa ya Mei"


"Kamu datang terlambat 2 menit"


"Wah wah terlambat 2 menit saja tidak ada kompensasi untuk ikhlas"


"Khusus kamu tidak ada kompensasi"


"Ayolah Mei aku tadi terjebak macet di jalan"


"Iya iya aku mengerti Mayhan"


"Kamu jangan marah karena aku datang terlambat"


"Aku tidak marah"


"Syukurlah kalau kamu tidak marah"


"Kita tidak berangkat ke kampus hari ini"


"Apaaaaa"


"Kenapa kamu kaget Mayhan"


"Kamu yakin mau melakukan ini Mei"


"Yakin"


"Yakin berapa persen"


"100%"


"Kamu benar - benar yakin 100%"


"Mungkin bisa lebih dari itu"


"Kenapa kamu tidak ingin masuk kuliah Mei"


"Ya sekali - kali saja aku tidak masuk kuliah"


"Kamu benar - benar yakin dengan hal itu"


"Sangat yakin Mayhan"


"Hemmm baiklah kalau kamu yakin dengan keputusanmu itu"


"Hahaha kamu terlihat pasrah kalau aku sangat yakin dengan keputusanku itu Mayhan"


"Wkwkwk tahu saja kamu Mei"


"Karena aku sudah yakin tidak masuk kuliah jadi kamu harus mengantar aku ke suatu tempat"


"Baiklah aku antar kemana kamu Mei"


"Ke tempat yang sangat romantis yang khusus buat kita berdua saja"


"Maksudmu kita berdua akan melakukan kencan"


"Bisa dibilang begitu Mayhan"


"Tempat itu ada di daerah mana"


"Timur kota ini Mayhan"


"Nama tempat itu apa Mei"


"Pelabuhan kapal di timur Kota Jakosta"


"Apaaaaaaaaa"


"Kenapa kamu kaget lagi"


"Kamu bilang kita akan kencan kenapa pergi ke pelabuhan"


"Wkwkwk wajah kamu lucu saat kaget"


"Meiiiiiii"


"Iya iya Mayhan aku cuma bercanda saja ke kamu"

__ADS_1


"Hemmm, oh iya kenapa kita harus pergi ke sana"


"Nanti aku ceritakan semuanya saat kita sudah sampai di sana Mayhan"


"Apakah ada sesuatu penting di sana"


"Iya ada, sesuatu yang sangat penting yang perlu kita lihat"


"Sebegitu pentingnya sampai - sampai kamu merelakan tidak masuk kuliah"


"Iya ini sangat penting bagiku Mayhan"


"Baiklah ayo kita ke sana Mei"


"Nahhh itu baru Mayhan"


"Ada apa lagi"


"Mayhan si penurut"


"Sial aku dapat julukan seperti itu"


"Hahaha tidak apa - apa menurut aku julukan itu cocok untukmu"


"Ayo kita berangkat ke pelabuhan kapal itu"


"Iya Mayhan"



Ketika Mayhan dan Mei sudah tiba di pelabuhan yang letaknya di sebelah Timur Kota Jakosta, Mayhan dan Mei pergi masuk ke arah dermaga utama pelabuhan yang di sana terdapat banyak kontainer - kontainer dan gudang - gudang penampungan barang lalu Mayhan bertanya kepada Mei.


"Kita sudah sampai"


"Akhir sampai juga ternyata"


"Lalu apa sekarang"


"Kita laksanakan sesuai tujuanku"


"Apa tujuanmu mengajakku datang ke sini Mei"


"Kamu masih penasaran ya"


"kalau iya kenapa"


"Baiklah Mayhan akan aku jelaskan kenapa kita ke sini"


"Aku kemarin bertanya ke ayahku soal para petinggi Savaroni itu"


"Iya terus"


"Katanya mereka itu terkadang menunjukkan gerak gerik yang sangat mencurigakan selama melakukan pertemuan dengan ayah di rumah"


"Lalu selain itu apa ada lagi yang di beritahukan dari ayahmu"


"Ayahku bilang kalau saat mereka ikut melaksanakan pertemuan dengan keluarga mafia lain, itu menunjukkan gerak gerik tidak wajar salah satunya dari Bruno"


"Lalu apa hubungannya kita ke sini"


"Ayahku bilang lagi kalau Bruno sering datang ke pelabuhan kapal yang letaknya di timur Kota Jakosta"


"Bagaimana ayahmu bisa tahu informasi seperti itu"


"Informasi itu di dapatkan dari orang kepercayaan ayahku"


"Siapa orang kepercayaan ayahmu Mei"


"Vito Consigliere atau terkadang dipanggil penasehat oleh ayah"


"Ohhh orang itu aku paham sekarang Mei"


"Kira - kira Si Bruno itu ada di mana sekarang ini"


"Gudang penampungan barang"


"Gudang penampungan nomor blok berapa Mei"


"Nomor 27 Blok D Mayhan"


"Kamu tahu darimana lagi kalau dia ada di situ Mei"


"Aku bertanya ke Consigliere Vito setelah aku bicara dengan ayah terkait hal itu"


"Kamu bergerak sangat cepat untuk mendapatkan informasi seperti itu"


"Ini demi keluargaku termasuk ayah dan ibuku"


"Kita harus tahu siapa pengkhianat itu sebelum semuanya terlambat"

__ADS_1


"Kamu betul Mayhan"


"Baiklah aku mengerti ayo kita ke sana"


"Baiklah Mayhan, sebelum dia datang ke gudang penampungan barang itu"



Mayhan dan Mei tiba di gudang tersebut lalu mereka berdua dengan segera mencari posisi yang tepat untuk mengintai Bruno yang bertujuan mengetahui apa yang di lakukannya selama ini di tempat itu. Mereka berdua bersembunyi pada sebuah kontainer kayu bekas yang berada di lantai 2 gudang tersebut.


"Mei kamu yakin orang itu datang ke sini"


"Aku juga tidak tahu orang itu datang ke sini atau tidak Mayhan"


"Kita tunggu saja"


"Iya Mayhan"


"Kamu tahu Bruno itu orangnya seperti apa"


"Orangnya tidak banyak bicara tapi terkenal licik dan serakah di keluargaku"


"Apakah dia mempunyai beberapa anak buah yang loyal ke dia"


"Mungkin ada"


"Bagiamana dengan Underboss Leo dan Vito Consigliere"


"Menurut aku, ayah dan keluarga utamaku mereka berdua itu sangat loyal dan tidak akan mau melakukan hal semacam itu"


"Kalau Leo Underboss aku dengar orang itu sering bernegosiasi dan komunikasi dengan keluarga mafia lain"


"Iya betul itu semua demi keamanan kami semua"


"Apa yang kamu maksud Mei"


"Intinya apa yang di lakukan Leo adalah untuk gencatan senjata dengan keluarga mafia lainnya"


"Hemmm jadi begitu"


"Kalau Bruno Si Underboss itu"


"Orang itu tidak pernah melakukan hal yang menguntungkan untuk keluarga ayah"


"Hahaha lalu apa yang dia lakukan di keluarga ini"


"Dia sering bertindak merugikan di keluarga dan terkadang masih meminta jatah kekuasaan yang lebih kepada ayahku"


"Lalu respon ayahmu seperti apa kepada Bruno itu Mei"


"Ayah tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena Bruno adalah teman masa kecilnya"


"Hemmm jadi begitu"


"Tapi kalau Bruno terbukti yang melakukan pengkhianatan ini mungkin ayahku akan berpikir beda daripada sebelumnya"


"Mungkin ayahmu akan membunuh dia Mei"


"Aku tidak tahu soal itu Mayhan"



Sore hari pun tiba setelah menunggu waktu yang cukup lama tiba - tiba pintu gudang terbuka dan ada beberapa orang masuk ke dalam gudang tersebut.


"Meiiii"


"Ada apa Mayhan"


"Apakah orang itu Bruno, Mei"


"Iyaa itu Bruno"


"Akhirnya dia datang juga setelah aku menunggu cukup lama di sini"


"Ehhh kenapa dia datang dengan orang berkulit wajah Asia"


"Sepertinya mereka itu Yakuza Mei"


"Apa yang dilakukannya dengan Yakuza itu"


"Aku tidak tahu Mei"


"Bukannya kita masih berkonflik dengan keluarga Yakuza"


"Iya kamu betul Mei, kita masih berkonflik dengan mereka"


"Sekarang aku tahu pengkhianat sebenarnya siapa"


"Kita tunggu dulu apa yang dia lakukan"

__ADS_1


Bruno dan beberapa orang - orang tersebut lalu membuka sebuah peti yang berada gudang itu yang ternyata isi dari peti itu adalah senjata api jenis AK dalam jumlah yang sangat banyak. Hal tersebut membuat Mayhan semakin yakin bahwa pengkhianat sebenarnya selama ini adalah Bruno dan senjata - senjata tersebut akan digunakan para mafia Yakuza serta anak buah Bruno untuk membunuh dan mengalahkan keluarga Savaroni.


__ADS_2