
...Teman pengkhianat...
1 bulan kemudian setelah berita kematian tentang Anthonio terdengar di telinga Andreas, terdapat sebuah saluran berita TV lokal yang mempublikasikan tertangkapnya para pejabat elit politik Kota Jakosta yang terlibat skandal pencucian uang, korupsi dan kasus rencana pembunuhan kepada lawan politiknya.
Pagi itu Mayhan mengantarkan Mei ke kampus seperti biasanya dan menjalani tugasnya sehari - hari sebagai penanggung jawab aktivitas penyelundupan di keluarga Savaroni dan sekarang ini Mayhan sudah mempunyai anak buah sendiri untuk bekerja di sektornya. Saat sedang menjalankan tugas menyelundupkan barang - barang ilegal untuk Caporigime lain, terdengar suara panggilan dari ponsel milik Mayhan yang seketika diangkat olehnya.
"Halo"
"Mayhan"
"Ada apa Andreas"
"Masalah yang kita takutkan telah muncul juga sekarang"
"Masalah apa"
"Kamu sudah lupa"
"Apa Andreas"
"Para pejabat itu"
"Ada berita apa tentang mereka sampai - sampai kamu bilang berita ini adalah berita buruk"
"Mereka semua ternyata sudah tertangkap polisi"
"Apaaaa"
"Kita harus bergerak cepat Mayhan"
"Tapi apa yang kita lakukan"
"Sesuai apa yang aku rencanakan dulu"
"Tunggu, tunggu, tunggu, apakah kamu berniat untuk menyerang mereka"
"Iya Mayhan"
"Ini gila Andreas"
"Tapi ini semua terpaksa Mayhan"
"Iya baiklah"
"Semua ini demi keluarga kita"
"Aku tahu itu tapi apa yang akan kamu rencanakan selanjutnya"
"Aku akan datang ke acara pengadilan mereka lalu aku akan membunuh mereka semua"
"Kamu yakin akan melakukannya"
"Aku sangat yakin"
"Aku hanya memperingatkanmu dari awal Andreas kalau penjagaan saat pengadilan nanti pastinya di jaga ketat oleh pihak kepolisian"
"Aku tidak peduli soal itu Mayhan"
"Terserah kamu Andreas"
"Aku meneleponmu hanya mau menawarimu mau apa tidak melakukan misi ini bersama - sama"
"Aku akan memikirkannya sebentar Andreas"
"Akan aku tunggu keputusanmu Mayhan"
"Iya Andreas"
Mayhan yang mendengar hal itu dengan segera meninggalkan pekerjaannya dan berusaha menemui Nico untuk memperingatkannya bahwa akan ada serangan dari keluarga Savaroni saat persidangan berlangsung nanti. Mayhan yang khawatir kalau apa yang direncanakan Andreas berhasil maka itu akan membuat rencananya gagal dan sia- sia. Mayhan lalu menghubungi Nico dan menanyakan lokasinya ada dimana untuk membahas terkait penyerangan yang akan di lakukan Andreas ke depannya.
Tuttt Tuttt Tuttt (Bunyi telepon)
"NICOOO"
"Ada apa Mayhan"
"Kamu ada dimana
"Aku ada di apartemen sekarang"
"Aku akan ke sana"
"Ada apa kamu ke sini Mayhan"
"Aku harus berbicara ke kalian semua"
__ADS_1
"Tapi hanya beberapa orang yang ada di sini"
"Siapa saja"
"Aku, Ega, Michael, Flo sama Arthur"
"Baiklah aku akan tetap ke situ"
"Sebentar Mayhan, sebenarnya apa yang sedang terjadi"
"Nanti aku bicarakan di sana"
"Baiklah kalau begitu"
"Aku berangkat ke sana"
"Aku tunggu"
Klekkkk (Bunyi telepon)
Beberapa waktu kemudian, Mayhan tiba di apartemen dan bertemu dengan teman - temannya.
"Nicoo" Mayhan
"Ada apa kamu ke sini" Nico
"Ini gawat Nico" Mayhan
"Gawat kenapa" Nico
"Kamu masih ingat ke para pejabat yang kita tangkap waktu itu" Mayhan
"Iya kenapa" Nico
"Yaa, mereka sudah kita serahkan ke pihak kepolisian untuk di tindak lanjuti dan di hukum sesuai pasal undang - undang" Arthur
"Lalu kenapa dengan mereka" Flo
"Andreas akan berencana menyerang persidangan itu dan membunuh semua para pejabat korup itu" Mayhan
"Apaaa" Flo
"Sungguh ini di luar dugaan kita ternyata" Michael
"Kalau mereka sampai mati maka berita tentang kejahatan para elit politik akan tertutupi dan hilang begitu saja" Nico
"Terlebih lagi jika mereka berhasil maka kekuasaan para mafia itu akan semakin besar dan merajalela" Mayhan
"Kamu betul Mayhan" Nico
"Siapa yang punya ide sekarang" Flo
"Aku rasa aku punya" Mayhan
"Apa yang kamu rencanakan" Flo
"Bagaimana kalau aku melakukan sabotase saat mereka sedang melancarkan aksinya" Mayhan
"Tapi bagaimana" Flo
"Kita berikan koordinat palsu saja" Mayhan
"Maksudmu kita mengadakan ada 2 acara begitu" Nico
"Iya betul" Mayhan
"Tapi bagaimana caranya untuk meyakinkan mereka untuk masuk ke jebakan kita" Ega
"Propaganda" Mayhan
"Caranya" Flo
"Siarkan berita tentang penangkapan mereka lalu siarkan juga alamat palsu lokasi persidangan tersebut" Mayhan
"Hmmm jadi dari berita itu mereka akan menyerang ke alamat yang salah begitu" Nico
"Tepat sekali" Mayhan
"Sekarang tergantung dari kita semua" Ega
"Kita harus pintar - pintar meyakinkan mereka kalau pejabat itu di adili di tempat yang sudah kita siapkan jebakan" Nico
"Nahh betul kamu betul Nico" Mayhan
"Baiklah akan aku bicarakan dengan Jenderal Irvan sama Wakil Walikota Donovi" Nico
"Semoga mereka setuju dengan rencana kita" Mayhan
__ADS_1
"Aku harap begitu juga" Arthur
"Tapi Andreas juga menawariku untuk ikut dalam penyerangannya" Mayhan
"Kamu ikut dengannya atau tidak" Michael
"Aku masih belum menjawab pertanyaannya itu" Mayhan
"Bagiamana pandanganmu Mayhan" Nico
"Aku juga bingung atas tawaran itu" Mayhan
"Tapi kalau menurutmu sendiri kira - kira apa" Nico
"Aku akan ikut" Mayhan
"Lalu apa yang kamu lakukan nantinya" Nico
"Aku akan membantu mereka untuk melancarkan aksinya sampai selesai dan nanti ada suatu momen ketika Andreas dalam keadaan bahaya" Mayhan
"Selanjutnya" Nico
"Aku akan berpura - pura membantu menyelamatkannya dan dari situ dia akan memberikanku kepercayaan lebih dari sekarang ini" Mayhan
"Rencana yang bagus" Nico
"Ini semua demi membongkar rahasia yang mereka tutupi di tempat daur mobil bekas itu" Mayhan
"Cerdas sekali kamu" Flo
"Kamu ada betulnya juga Mayhan" Nico
"Sampai sekarang ini kita tidak tahu apa yang mereka sembunyikan di tempat daur ulang mobil bekas itu" Mayhan
"Kita belum bisa menemukan apa - apa soal itu" Nico
"Jangankan apa yang mereka sembunyikan, tempatnya saja kita masih belum tahu" Arthur
"Ada beberapa tempat daur ulang mobil bekas" Ega
"Kita sudah memeriksanya" Arthur
"Jadi kalian sudah memeriksa semua tempat mobil daur ulang mobil bekas yang ada di seluruh Kota Jakosta" Mayhan
"Sudah semuanya tapi tidak ada apa - apa" Ega
"Kurasa mereka menutupinya" Flo
"Kamu betul Flo" Mayhan
"Kurasa mereka sangat pandai dalam menutupi bau - bau kejahatan" Ega
"Ingatlah, mereka bukan mafia sembarangan" Arthur
"Kurasa apa yang di rencanakan Mayhan ada manfaatnya" Flo
"Mencari perhatian agar mendapatkan informasi lebih dalam" Ega
"Iya tepat sekali" Flo
"Mungkin ini adalah kesempatan bagi kita" Michael
"Kurasa kamu betul Michael, jadi kesimpulannya aku akan mendukung rencanamu itu" Arthur
"Terima kasih atas dukungannya" Mayhan
"Jadi kesimpulannya kamu mau ikut dengan mereka dan nanti kamu akan menyelamatkannya lalu kalian berdua selamat dari pengejaran polisi" Nico
"Iya Nico" Mayhan
"Baiklah akan aku bicarakan hal ini juga ke Jenderal Irvan" Nico
"Baiklah Nico" Mayhan
"Semoga berhasil Mayhan" Nico
"Terima kasih Nico atas dukungannya dan terima kasih pula atas dukungan dari kalian juga" Mayhan
"Iya Mayhan" Flo
"Tentu saja saudaraku" Michael
"Jangan khawatir soal itu" Ega
"Baiklah aku akan pergi sekarang untuk melaporkan kalau aku ikut dalam penyerangan itu ke Andreas" Mayhan
"Iya Mayhan" Flo
"Tapi berhati - hatilah juga" Michael
__ADS_1
"Iya tentu saja" Mayhan
Mayhan pergi meninggalkan apartemen tersebut dan kembali menemui Andreas untuk melaporkan bahwa dirinya ikut dalam penyerangan tersebut. Mayhan berharap semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai rencana saat hari itu terjadi nanti.