Agent Love Story

Agent Love Story
Debat negosiasi


__ADS_3

...Debat negosiasi...



Selama di perjalanan Mayhan, Yuri, Garry dan Tommy berbincang - bincang mengenai kehidupan mereka selanjutnya setelah berhasil melakukan misinya di Kota Jakosta.


"Kira - kira kita masih bersama atau tidak ya" Garry


"Bersama apa maksudnya" Yuri


"Ya tetap sama - sama setelah misi ini berhasil" Garry


"Maksudmu kita tetap jadi satu saat misi berikutnya begitu" Yuri


"Iya" Garry


"Ahhh kata - katamu membuat aku bingung" Yuri


"Hahaha kata - kata seperti itu saja membuatmu bingung Yuri Yuri" Garry


"Kamu memang orang aneh" Yuri


"Lebih tepatnya Agen aneh hahaha" Tommy


"Bicara dengan kalian membuatku sangat muak" Garry


"Hahaha" Tommy


"Aku selalu saja pasti kalah" Garry


"Sudah - sudah, kita bicara yang lainnya saja" Mayhan


"Baiklah" Yuri


"Jadi bagaimana pendapat kalian setelah selesai melaksanakan misi ini" Garry


"Kurasa kita akan berpisah setelah selesai melaksanakan misi ini dan bertemu agen lainnya saat melakukan misi yang baru lagi" Tommy


"Ucapanmu betul juga" Mayhan


"Mungkin kita harus membuat acara perpisahan sendiri ya wkwkwk" Yuri


"Hahahaha seperti acara waktu perpisahan di sekolah ya" Garry


"Hahahaha iya" Yuri


"Wkwkwkwk" Tommy


"Hahahaha" Mayhan


"Kita harus menghargai suasana persahabatan kita ini wkwkwk" Yuri


"Ada - ada saja kalian ini" Mayhan


"Tiap orang beda suasana saat menjalankan tugas hahaha" Yuri


"Iya itu betul juga hahaha" Mayhan


"Kalau aku dapat tim yang serius terus ketika menjalankan misi, mungkin aku bisa stres di pertengahan jalan" Tommy


"Hahahaha berarti kalau kita ada santainya terkadang ya" Garry


"Berarti kita santai wkwkwk" Yuri


"Kita ada waktunya serius dan ada waktunya bersenang - senang" Garry


"Kita tim yang kompak" Tommy


"Kuharap kita semua bisa tetap bersama" Mayhan


"Iya, meskipun sudah beda tim nantinya" Tommy


"Semoga saja kita semua bisa bertemu lagi" Yuri


"Aku harap bisa bertemu dengan kalian semua setelah selesai melasanakan misi ini" Garry


"Sekalian semuanya jadi satu tim di misi yang baru" Tommy


"Kalau bisa begitu sudah dari dulu aku minta pengajuan satu tim di misi yang akan mendatang" Mayhan


"Hahaha enak kalau begitu tapi realitanya tidak bisa wkwkwk" Yuri


"Iya hahaha" Mayhan


"Semoga aku dapat tim yang enak" Yuri


"Hahaha sudah berharap dulu" Garry


"Iyalah" Yuri

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau tidak" Garry


"Aku jalani dengan pasrah dan ikhlas wkwkwk" Yuri


"Kurasa kamu tidak akan pernah ikhlas kalau dapat tim yang kurang mendukung saat menjalankan misi hahaha" Mayhan


"Ikhlas karen terpaksa hahaha" Yuri


"Hahahaha, tapi kira - kira Nico bisa ikut merayakan momen itu apa tidak ya" Garry


Ketika Garry bertanya tentang Nico, seketika suasana di dalam mobil yang awalnya ceria berubah menjadi hening.


.........


.........


.........


"Aku tidak tahu soal itu" Yuri


"Maaf aku bertanya seperti itu ke kalian semua" Garry


"Tidak apa - apa" Tommy


"Iya" Yuri


"Kita tidak tahu, apakah bisa berhasil atau tidak menemukan keberadaan Nico" Mayhan


"Setidaknya kita berusaha dulu" Yuri


"Kuharap dia tidak apa - apa sekarang" Mayhan


"Kita semua berharap seperti itu juga" Yuri


"Semoga saja dia tidak apa - apa" Garry


"Kamu yakin ingin bertemu dengan orang misterius itu" Yuri


"Aku kurang begitu percaya dengannya maka dari itu aku meminta bantuan kalian untuk mengawasiku nanti" Mayhan


"Mudaahhh masalah itu" Garry


"Jangan meremehkan tugasnya" Yuri


"Baiklah" Garry


"Persenjataan apa saja yang kamu bawa" Yuri


"Berapa" Yuri


"Cuma 1" Mayhan


"Sisanya senjata apa" Yuri


"Aku hanya membawa senjata serbu kelas ringan saja" Mayhan


"Kurasa sudah cukup buat mengawasi saja" Yuri


"Baiklah" Mayhan


"Aku yang akan membawa senjata penembak runduknya" Tommy


"Baik Tommy, aku mengandalkanmu untuk membawa senjata itu" Mayhan


"Baik" Tommy


"Baiklah semuanya, aku sekarang hanya bisa mengandalkan kalian saja" Mayhan


"Iya" Garry


"Serahkan kepada kami" Tommy


"Tenang kalau soal itu" Yuri


Beberapa saat kemudian. Mayhan, Yuri, Garry dan Tommy tiba di tempat yang telah di sepakati oleh orang misterius tersebut. Yuri, Garry, dan Tommy langsung melaksanakan tugasnya dengan cara bersembunyi dan mengawasi pertemuan tersebut. Pukul jam 11 malam tepat, terlihat dari kejauhan sebuah mobil datang melaju mendekat ke arah tempat tersebut. Seketika semua agen bersiap di tempatnya masing - masing, ketika mobil tersebut tiba dan berhenti. Terlihat seseorang menggunakan masker dan topi datang berjalan ke arah Mayhan sambil menanyakan sebuah informasi tentang keluarga mafia Savaroni.


"Mayhan dari keluarga Savaroni"


"Kamu orang yang meneleponku kemarin ?"


"Iya betul"


"Dimana Nico"


"Kenapa kamu terlalu terburu - buru dalam pertemuan ini Mayhan"


"Itu tidak penting untuk kamu bahas sekarang"


"Baiklah kalau begitu, aku juga akan bertanya"

__ADS_1


"Apa yang kamu tanyakan"


"Aku mau bertanya tentang sebuah obat yang sangat murni dari Tiongkok yang dimiliki oleh Don Savaroni"


"Apa yang kamu maksud"


"Dimana letak gudang opium milik Don Savaroni"


"Apa yang kamu maksud"


"Jangan terlalu polos Mayhan"


"Aku benar - benar tidak tahu apa yang kamu maksudkan tadi"


"Bagaimana mungkin anak buah dari Don Savaroni tidak tahu letak gudang persembunyian opium itu"


"Tuan Don Savaroni benar - benar tertutup orangnya"


"Bagaimana bisa"


"Dia tidak mudah untuk mempercayai orang - orang yang ada di dekatnya selama ini"


"Jadi kamu tidak tahu apa - apa soal itu"


"Tidak"


"Kalau begitu, aku tidak tahu juga soal Nico sekarang"


"Heiii, jangan berpaling seperti itu"


"Kamu tidak tahu dan aku tidak tahu"


"Aku benar - benar tidak tahu tentang opium itu kalau kamu bertanya apa yang aku ketahui sekarang maka akan aku jawab sekarang"


"Dan sekarang kamu tidak tahu apa - apa"


"Jadi....?"


"Kamu tidak akan mendapatkan apa - apa"


"Bisakah kamu menawarkan pertanyaan informasi lain saja"


"Apa yang kamu bicarakan"


"Aku hanya memberi gagasan solusi di antara kita berdua untuk mencapai kesepakatan bersama di antar kedua belah pihak"


"Aku tidak peduli apa yang kamu pikirkan sekarang Mayhan"


"Aku berpikir tentang saudaraku yang hilang tanpa kabar"


"Itu sudah resiko di dunia mafia"


"Aku tahu itu"


"Berikan aku informasi itu dan akan aku berikan keberadaan Nico sekarang"


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang keberadaan Nico sekarang"


"Itu tidak penting untuk dibahas sekarang"


"Kamu bukan orang sembarangan dalam membuat kesepakatan mau negosiasi"


"Itulah negosiasi yang sebenarnya"


"Baiklah kalau kamu bilang negosiasi akan aku berikan penawaran sebuah barang langka dan jarang kamu liat sebelumnya"


"Barang apa yang kamu bicarakan"


"Berlian....!"


"Wowww, apa ada di keluarga mafia Savaroni benda seperti itu"


"Aku Caporigime di sektor penyelundupan maka dari itu, aku tahu semua hal barang yang berharga milik Savaroni kecuali obat - obatan terlarang yang kamu maksud itu"


"Kesepakatan akan aku berikan informasi tentang gudang opium itu"


"Aku terima itu"


"Pastikan informasi keberadaannya benar dan tepat"


"Baiklah, akan aku informasikan"


"Kapan kamu akan memberikannya kepadaku"


"Besok jam 6 malam di restoran makan Castorize"


"Baiklah, aku akan datang ke sana"


"Bawalah informasi tentang Nico"

__ADS_1


"Tentu saja"


Setelah pembicaraan negosiasi yang begitu alot selesai, orang misterius tersebut pergi meninggalkan Mayhan di dermaga tersebut tanpa membawa apapun, Mayhan mempunyai rencana lain untuk membuka mulut orang tersebut dan berbicara mengenai keberadaan Nico yang sebenarnya.


__ADS_2