
...Aksi tembak...
Mayhan dan teman - temannya mendatangi tempat bengkel kendaraan milik Anthonio, mereka semua datang lebih awal sebelum pertemuan itu di mulai. Terlihat Mayhan dan yang lainnya sudah berada di posisi yang telah di rencanakan dan hanya tinggal menunggu kedatangan mereka ke tempat tersebut.
"Malam yang sunyi hari ini" Garry
"Kurasa sebentar lagi malam ini tidak akan sunyi" Gordo
"Hahaha lebih tepatnya malam ini akan menjadi malam yang berbeda daripada sebelumnya" Ega
"Kamu benar" Gordo
"Ini akan menjadi malam yang menegangkan hahaha" Garry
"Jangan berbicara seperti itu Garry, kamu membuat kita semua semakin tidak percaya diri untuk melakukan hal ini" Gordo
"Baiklah - baiklah" Garry
"Kuharap hanya sedikit orang yang datang di pertemuan malam hari ini" Mayhan
"Iya Mayhan, kalau mereka yang datang di pertemuan ini dalam jumlah yang banyak itu akan merepotkan kita juga" Gordo
"Kita tidak bisa melawan mereka kalau jumlah kita hanya 15 orang saja" Mayhan
"Kurasa yang benar adalah 12 orang bukan 15" Garry
"Kenapa bisa 12 orang saja" Mayhan
"Karena Flo, Jessie dan Micha hanya sebagai penyadap serta pendengar percakapan tanpa beraksi seperti kita ini" Garry
"Kamu ada benarnya juga ya" Mayhan
"Kalau kita terjadi apa - apa mungkin mereka bisa kabur dan meninggalkan kita hahaha" Gordo
"Mereka bertiga tidak akan seperti itu" Mayhan
"Hahaha aku hanya bercanda saja Mayhan jangan terlalu dibawa serius percakapan kita tadi" Gordo
"Aku tahu itu" Mayhan
"Jadi kesimpulannya sekarang adalah hanya 15 orang yang akan melawan mereka" Garry
"Iya kamu betul Garry" Gordo
"Kita hanya berjumlah 15 orang lalu yang datang dari mereka sebanyak 50 orang lebih, ini akan menjadi malam yang berdarah bagi kita dan mereka" Garry
"Semoga saja hal itu tidak akan terjadi" Mayhan
Beberapa menit kemudian terlihat sebuah iring iringan mobil yang sangat panjang mendatangi posisi Mayhan saat itu, seketika semua agen bersiap - siap pada posisinya masing - masing.
"Tommy hei Tommy"
"Apa Mayhan"
"Kamu hubungkan saluran radio kita ke Nico segera"
"Akan aku lakukan"
Tittt Tittt Tittt (bunyi radio)
"Mayhan, saluran radio sudah terhubung, ini radionya"
"Baiklah akan aku bawa Tommy"
Tittt Tittt Tittt (bunyi radio)
"Masuk panggilan Nico"
"Ini Nico masuk"
"Ini aku Mayhan"
"Ada apa Mayhan"
"Kamu lihat mobil itu"
"Iya aku melihatnya"
"Kurasa itu mereka Nico"
"Aku juga berpikir seperti itu Mayhan"
"Baiklah, suruh anggotamu untuk bersiap - siap"
"Baik Mayhan"
"Baiklah aku keluar dari panggilan ini"
"Iya Mayhan"
"Mayhan keluar"
Klekkk (bunyi radio)
Iring - iringan mobil tersebut berhenti di depan bengkel kendaraan milik Anthonio lalu beberapa orang keluar dari mobil dan berjalan memasuki tempat bengkel itu sambil menggunakan setelan jas rapi dan bahkan beberapa dari mereka ada yang membawa sebuah senjata api. Mayhan yang melihat itu berpikir bahwa pertemuan ini sangat penting maka dari itu Mayhan mempunyai ide untuk merekam pembicaraan mereka melalui penyadapan agar mendapatkan informasi tambahan tentang mereka.
Tittt Tittt Tittt (bunyi radio)
"Flo masukk"
"Iya ini Flo"
"Ini aku Mayhan"
__ADS_1
"Ada apa Mayhan"
"Rekam percakapan mereka sampai selesai setelah itu hubungi aku lagi dan kami akan melakukan penyerangan"
"Baiklah Mayhan"
"Kita lakukan ini agar mendapatkan informasi tambahan dari mereka Flo"
"Aku mengerti Mayhan"
"Baiklah aku keluar dari panggilan radio"
"Baik Mayhan"
"Mayhan keluar"
Klekkk (bunyi radio)
Mayhan dan yang lainnya sangat terkejut ketika melihat banyak orang yang datang di pertemuan itu.
"Wowww mereka sangat banyak sekali ternyata" Tommy
"Aku lupa tidak menghitung jumlah mereka ada berapa mereka" Garry
"Aku juga lupa tidak menghitung mereka, ada yang tahu mereka berjumlah berapa orang" Arthur
"48 orang" Mayhan
"Woww" Arthur
"Sialll itu hampir mendekati 50 orang" Ega
"Hanya kurang 2 orang saja" Mayhan
"Tetap mereka berjumlah lebih banyak dari kita" Ega
"Meskipun dari segi jumlah kita kalah tapi kita lakukan yang terbaik pada malam hari ini maka semuanya pasti akan bisa" Mayhan
"Aku harap kita bisa melakukannya dengan baik pada malam hari ini" Ega
"Jangan khawatir Ega semuanya pasti bisa" Arthur
"Ada berapa orang yang masuk ke dalam dan berapa orang yang berjaga di luar" Garry
"Hitunganku sementara ini sebanyak 13 orang berjaga di luar sedangkan 35 lainnya ada di dalam" Mayhan
"Lebih banyak penjaga yang di dalam daripada di luar" Garry
"Kita hanya berfokus menghabisi orang - orang yang ada di dalam saja dan untuk yang berjaga di luar kurasa kita hanya perlu 2 orang saja dari tim kita untuk menghabisi mereka itu" Mayhan
"Lalu 2 orang itu siapa" Ega
"Aku rasa kamu saja Ega" Mayhan
"Aku sama siapa" Ega
"Kamu sama Arthur" Mayhan
"Okee baiklah" Ega
Ketika Flo selesai mendengarkan dan merekam percakapan mereka dengan cara menyadapnya, seketika radio milik Mayhan berbunyi.
Tittt tittt tittt (bunyi radio)
"Mayhan masuk panggilan"
"Iya, ini dengan siapa"
"Ini aku Flo"
"Ada apa Flo"
"Penyadapan telah selesai dan sekarang waktunya kalian beraksi"
"Baiklah akan kami lakukan"
"Aku keluar dari panggilan ini"
"Baiklah Flo"
"Flo keluar"
Klekkk (bunyi radio)
Mayhan yang telah mendapatkan informasi panggilan tersebut dengan segera menghubungi Nico untuk melakukan penyerangan secara serentak.
Tittt Tittt Tittt (bunyi radio)
"Nico masuk"
"Iya Mayhan"
"Sekarang waktunya"
"Baik Mayhan, mari kita habisi mereka"
"Ingat habisi semua para mafia lalu tangkap hidup - hidup para pejabat korup itu"
"Aku mengerti Mayhan"
"Para pejabat itu masih di ruangan kerja utama Anthonio"
"Iya Mayhan aku akan memberitahukan informasi ini ke yang lainnya"
"Baiklah aku keluar dari panggilan ini"
"Baik Mayhan"
__ADS_1
"Mayhan keluar"
Klekkk (bunyi radio)
Setelah informasi penyadapan telah selesai dilaksanakan sekaligus pertanda bahwa aba - aba penyerangan telah di mulai, dengan cepat tim 1 dan tim 2 bergerak secara senyap memasuki bengkel kendaraan tersebut dan suatu ketika tim 1 hampir berhasil mendekati pintu ruangan kerja utama secara tidak sengaja ponsel milik salah satu dari anggota tim 1 yaitu Garry secara tidak sengaja mengeluarkan suara keras karena ada panggilan masuk dari orang lain yang hal itu seketika membuat posisi mereka di ketahui dengan cepat lalu terjadi aksi baku tembak saat itu juga.
Baku tembak tersebut terjadi begitu sengit akan tetapi bukan hal yang sulit bagi para agen untuk memenangkannya. Mendengar suara tembakan dari luar para pejabat korup tersebut mengira kalau tembakan itu adalah penyergapan dari pihak kepolisian pimpinan Jenderal Irvan yang seketika mereka semua berusaha melarikan diri dari tempat itu karena takut tertangkap dan diadili oleh pihak hukum. Karena tidak ada jalan lain untuk keluar dari ruangan itu seketika pintu ruangan kerja tersebut di buka oleh mereka lalu mereka semua melarikan diri dengan cara berlari meninggalkan tempat tersebut akan tetapi Mayhan yang melihat itu dengan cepat melakukan tembakan ke arah dekat pintu yang seketika membuat beberapa di antara mereka takut dan kembali masuk ke ruangan itu.
Ketika semua berhasil di lumpuhkan baik para penjaga yang berada di dalam ruangan maupun yang ada di luar ruangan. Secara cepat tim 1 dan tim 2 melakukan penangkapan kepada para pejabat korup itu dan melakukan pengecekan ke mereka secara satu per satu lalu pada saat melakukan pengecekan, Mayhan sadar bahwa Anthonio telah berhasil kabur saat itu.
Tittt Tittt Tittt (bunyi radio)
"Mayhan masuk panggilan"
"Ini Mayhan, siapa yang melakukan panggilan ini"
"Ini aku Flo, aku melihat orang berhasil kabur dari tempat itu dan sekarang orang itu berlari ke arah barat daya dari posisimu sekarang"
"Akan aku kejar orang itu tapi aku perlu bantuanmu untuk menangkap orang itu"
"Baiklah aku akan mengarahkanmu untuk menangkap orang itu melalui rekaman pantauan semua CCTV yang ada di kota ini"
"Baik terima kasih Flo"
"Iya Mayhan"
"Mayhan keluar"
Klekkk (bunyi radio)
Mayhan mengejar orang tersebut bersama dengan Nico, terlihat orang tersebut berlari dengan cukup kencang sampai - sampai membuat Mayhan dan Nico kewalahan untuk menangkapnya, pada suatu saat ketika orang tersebut berlari di sebuah gang yang sempit dan sunyi dengan terpaksa Mayhan menembak kaki orang itu.
Dorrr (bunyi tembakan)
Orang tersebut jatuh tersungkur karena menerima tembak di kaki dari Mayhan.
"Wah wah wah ada yang ingin mencoba melarikan diri sekarang" Mayhan
"Hahahaha sepertinya ada seekor tikus yang ingin keluar dari perangkap ya" Nico
Mayhan dan Nico mendekati orang itu dan membalikkan badannya dan seketika mereka semua kaget karena mereka semua mengenal satu sama lain yang tidak lain dan tidak bukan orang yang mereka tembak tersebut adalah Anthonio.
"DASAR PENGKHIANAT KALIAN BERDUA" Anthonio
"Aku tidak percaya bisa menangkapmu" Mayhan
"Tuan Don Savaroni akan membunuh dan memecah bagian tubuhmu menjadi satu per satu kalau tahu hal ini" Anthonio
"Kuharap orang itu tidak tahu" Nico
"Bisa - bisanya kalian mengkhianati keluarga ini" Anthonio
"Sejak awal kami sudah mempunyai tujuan untuk menghancurkan keluarga itu" Mayhan
"DASAR POLISI SIAL" Anthonio
"Kami bukan dari kepolisian Tuan Anthonio"
"Kalian bekerja dari keluarga siapa" Anthonio
"Kami tidak bekerja untuk mafia mana pun tapi kami bekerja untuk negara ini dan anda tidak boleh akan hal itu" Mayhan
"DASAR PENGKHIANAT, SEMOGA KALIAN MASUK NERAKA" Anthonio
"Ada rahasia apa di tempat daur ulang mobil bekas" Mayhan
"Aku tidak tahu apa - apa" Anthonio
"Kamu berbohong" Nico
Dorrr (bunyi tembakan)
Mayhan menembakkan satu peluru yang mengenai tangan Anthonio dengan tujuan untuk memberitahu semua informasi yang dia ketahui.
Ahhh (teriakan dari Anthonio)
"Aku bilang apa yang kamu ketahui" Mayhan
"Tembak saja aku Mayhan" Anthonio
"Aku bilang apa yang kamu ketahui selama ini" Mayhan
"Aku tidak akan memberikan informasi apa pun meskipun nyawa yang jadi taruhannya" Anthonio
"Mayhan kurasa kita buang - buang waktu menyiksa orang ini" Nico
"Kenapa begitu" Mayhan
"Orang ini sehariannya hanya menjual paket narkotika dan selalu di tempat bengkel kendaraannya"
"Kamu benar juga Nico"
"Kita harus pergi sekarang Mayhan sebelum ada orang lain yang melihat kita" Nico
"HAHAHAHAHA SEMOGA KALIAN AKAN BERNASIB TRAGIS SAMA SEPERTI AKU SEKARANG INI HAHAHAHA" Anthonio
"Sampai jumpa di surga Tuan Anthonio dan senang bisa mengenalmu" Mayhan
__ADS_1
Dor Dor Dor Dor (bunyi tembakan)
Malam hari itu adalah malam terakhir bagi Anthonio karena Mayhan membunuh Anthonio dengan 4 tembakan tepat di kepalanya. Kematian Anthonio akan membuat hal yang baru di Kota Jakosta serta di lingkungan keluarga mafia Savaroni pada waktu kedepannya.