
...Penuh serangan...
Di pagi harinya dengan cuaca yang kurang mendukung dan berkabut pelaksanaan kegiatan untuk memperingati kematian ayah dan ibu Don Savaroni tetap dilaksanakan, kegiatan itu hanya di hadiri dari keluarga inti Don Savaroni dan beberapa penjaganya. Mayhan dan Andreas yang sedang berjaga di tempat tersebut tidak menemukan gerak gerik yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya, sampai acara usai tidak ada penyerangan sama sekali dari keluarga Yakuza.
"Tuan Andreas"
"Iya Mayhan"
"Anda merasa ada yang aneh hari ini"
"Maksudmu tidak ada penyerangan dari mereka"
"Iya Tuan Andreas"
"Aku juga berpikir seperti itu Mayhan"
"Apa informasi itu hanya jebakan Tuan Andreas"
"Aku tidak tahu Mayhan"
"Kuharap semua tidak terjadi apa - apa"
"Sebentar lagi acara usai"
"Acara usai kita pergi dari tempat ini"
"Kamu betul Mayhan"
Seusai acara yang telah dilakukan oleh keluarga inti Savaroni, tidak ada tanda - tanda akan terjadi penyerangan sedikit pun dari keluarga mafia Yakuza akan tetapi Mayhan masih mempunyai rasa tidak enak dalam hatinya dan curiga selama perjalanan mengawal kembali pulang keluarga inti Don Savaroni ke rumahnya. Sebanyak 5 kendaraan mobil melaju secara beriring - iringan mengawal Don Savaroni sementara Mayhan dan Andreas berada di mobil yang paling belakang. Mayhan dan Andreas sendiri masih waspada dengan keadaan sekitar meskipun mereka sudah di dalam mobil dan melakukan perjalanan pulang kembali.
"Mayhan apa yang kamu pikirkan"
"Aku masih merasakan sesuatu yang janggal saja Tuan Andreas"
"Itu hanya pikiranmu saja"
"Tetapi aku masih khawatir akan terjadi penyerangan Tuan Andreas"
"Kalau begitu tetaplah waspada"
"Baiklah Tuan Andreas"
"Persenjataan apa yang kamu bawa hari ini Mayhan"
"Aku membawa senjata M416"
"Bagus aku juga membawa senjata itu"
"Senjata itu aku taruh di belakang kursi ini"
__ADS_1
Apa yang di takut Mayhan pun terjadi tidak berselang lama kemudian ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang menabrak iring - iringan mobil konvoi yang paling depan, seketika kedua mobil tersebut langsung terbalik di tengah jalan dan situasi di perparah ketika secara tiba - tiba beberapa orang Yakuza menggunakan senjata api lengkap menembaki konvoi keluarga Savaroni dari berbagai arah. Mayhan dan yang lainnya mengambil persenjataan dan berusaha melindungi keluarga Savaroni.
"MAYHANN"
"YAA TUAN ANDREAS"
"KAMI LINDUNGI TUAN DON SAVARONI SEMENTARA AKU AKAN MEMBUKA JALAN UNTUKMU"
"ANDA MELAKUKAN ITU ANDA BISA MATI"
"AKU TIDAK PEDULI AKAN MATI HARI INI"
"TUAN ANDREAS ANDA HARUS IKUT KELUAR DARI SINI"
"IKUTI APA YANG AKU PERINTAHKAN"
Di bawah tekanan gencarnya tembakan dari Para Yakuza, Mayhan berjalan menuju mobil Don Savaroni, saat membuka mobil tersebut terlihat supir yang mengendarai mobil tersebut telah tewas akan tetapi semua keluarga inti Don Savaroni masih hidup, Mayhan sadar tidak punya banyak waktu yang tersisa segera mengeluarkan supir tersebut dan mengendarai mobil itu untuk keluar dari zona baku tembak. Andreas yang melihat hal itu seketika membukakan jalan untuk Mayhan dengan cara mengendarai mobil yang ditumpanginya lalu menabrak penghalang jalan yang sengaja di pasang untuk menjebak iring - iringan mobil keluarga Savaroni.
Informasi yang memberitahukan bahwa akan ada serangan di pemakaman adalah bagian dari rencana Yakuza untuk menipu daya para pengawal keamanan dari keluarga mafia Savaroni untuk lengah dalam menjaga tuannya ketika saat di perjalanan pulang dan lebih memilih memfokuskan keamanan ketika saat acara berlangsung di tempat pemakaman akan tetapi semua rencana itu tetap saja gagal karena pada akhirnya Mayhan berhasil lolos dari jebakan itu meskipun hanya beberapa orang dari mereka yang berhasil selamat dari jebakan itu. Don Savaroni begitu marah ketika sesampainya di rumah.
"KENAPA MEREKA TAHU ACARA INI DAN KENAPA MEREKA TAHU RUTE PERJALANAN KITA"
Mayhan yang melihat Don Savaroni marah karena kejadian tadi berusaha untuk menenangkannya, di saat yang bersamaan sang pengkhianat Bruno tiba - tiba datang dan berpura - pura menenangkan Don Savaron juga akan tetapi suasana seketika berubah ketika Vito Consigliere datang dan berkata kepada Bruno.
"DASAR PENGKHIANAT" Vito
"Apa yang kamu katakan tadi" Bruno
"Apa yang sebenarnya kamu katakan sekarang Vito" Savaroni
"Dia adalah pengkhianat sebenarnya Tuan Savaroni" Vito
"Kenapa kamu menuduhku seperti itu" Bruno
"Kamu yang menyebabkan semua ini dan kamu yang menyebabkan beberapa orang tewas hari ini" Vito
"Kamu menuduhku seorang pengkhianat lalu apakah kamu punya bukti kuat kalau aku seorang pengkhianat di keluarga ini" Bruno
"Aku punya banyak bukti dan bahwa ada beberapa orang di sini yang tahu kalau kamu melakukan kerja sama dengan keluarga mafia Yakuza" Vito
"Siapa dia" Bruno
"ANDREASS, Kamu tunjuk siapa orang yang tahu kalau dia bekerja sama dengan keluarga mafia Yakuza" Vito
"Baiklah Tuan, orang itu adalah Mayhan" Andreas
"Mayhan kamu tahu kalau dia bekerja sama dengan keluarga siapa" Vito
"Tuan Bruno bekerja sama dengan keluarga Mafia Yakuza" Mayhan
"Kamu sebutkan apa yang kamu ketahui semuanya Mayhan" Vito
__ADS_1
"Iya Tuan Vito, Jadi ledakan besar yang terjadi di pelabuhan kemarin adalah ledakan gudang persenjataan milik mafia Yakuza" Mayhan
"Kamu BOHONG" Bruno
"Diam BRUNO" Savaroni
"Tuan Bruno bekerja sama dengan salah satu anggota mafia Yakuza yang bernama Feng dan berencana ingin merebut bisnis milik keluarga Savaroni dengan car mengambil alih serta memberikan hak tersebut kepada keluarga Yakuza" Mayhan
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau Bruno melakukan hal ini" Savaroni
"Saya tahu karena mendapatkan informasi itu dari Tuan Vito yang katanya Tuan Bruno selalu datang ke pelabuhan tersebut dan sering bertindak mencurigakan akhir - akhir ini" Mayhan
"Kamu ceritakan semuanya" Savaroni
"Saya, Tuan Andreas dan Tuan Vito yang tahu akan hal itu dengan segera merencanakan untuk menghancurkan gudang tersebut sebelum senjata - senjata itu digunakan untuk menyerang tempat ini" Mayhan
"Kamu melewatkan satu lagi" Andreas
"Tuan Bruno juga ingin menculik Putri Tuan Savaroni yang untuk di jadikan alat negosiasi antara keluarga Yakuza dengan keluarga kita" Mayhan
"KAMU JANGAN MENAMBAH - NAMBAHKAN CERITA" Bruno
"AKU BILANG DIAM BRUNO" Savaroni
"Kalau Tuan Don Savaroni masih belum percaya akan ucapanku maka Tuan Don Savaroni bisa menanyakan langsung kepada Mei karena dia tahu juga mulai dari awal hingga akhir ini yang selalu bersamaku" Mayhan
"Apakah betul itu Mei" Savaroni
"Iya betul ayah, Aku waktu itu bersama Mayhan sedang menyelidiki dugaan yang diberikan Paman Vito benar atau tidak lalu aku bersama Mayhan datang ke pelabuhan tersebut dan bersembunyi lalu mendengarkan percakapannya waktu itu antara Bruno dengan salah satu petinggi Yakuza yang bernama Feng" Mei
"Apakah benar gudang itu berisi senjata yang ingin menghancurkan keluarga kita dan Bruno ingin menculikmu juga" Savaroni
"Itu semua betul ayah dan bahkan sebelum hari itu, aku hampir sempat di culik akan tetapi berhasil di selamatkan sama Mayhan" Mei
"Mayhan kamu ceritakan kejadian kita di bar juga" Andreas
"Saya setelah menyelamatkan Mei dari penculikan itu datang ke tempat Andreas dan mendapatkan serang dari orang - orang dari Tuan Bruno ini" Mayhan
"Jadi begitu sekarang" Savaroni
"Aku minta maaf Tuanku, aku benar - benar minta maaf" Bruno
"Aku kasih tahu ke kamu bahwa tidak ada orang satu pun yang berani melukai putriku ini dan bahkan aku rela menukarkan nyawaku demi keluarga kecilku ini" Savaroni
"Aku sungguh minta Tuan Don Savaroni" Bruno
"Kurasa kamu harus mendapatkan sesuai apa yang kamu perbuat selama ini" Savaroni
"Vito berikan aku pistolmu" Savaroni
__ADS_1
Don Savaroni lalu menodongkan pistol dan menembak Bruno tebak di kepalanya yang sekaligus mengakhiri pengkhianatannya di keluarga Savaroni. Semuanya yang melihat itu seketika terdiam dan merenungkan apa yang akan terjadi selanjutnya bila para Yakuza tahu bahwa Bruno telah tewas di bunuh oleh Tuan Don Savaroni.