Agent Love Story

Agent Love Story
Terkoordinasi


__ADS_3

...Terkoordinasi...



Pagi pun telah tiba, sinar matahari yang begitu indah menerangi apartemen, pertanda bahwa misi untuk melakukan pendekatan ke keluarga mafia Savaroni telah di mulai.


Pagi itu semua agen beranjak mempersiapkan diri dan segera bergegas berangkat menuju tempat tugasnya masing - masing yang telah di rencanakan semalam. Mayhan segera berangkat bersama Nico menuju tempat Anthonio bekerja menjalankan bisnisnya yaitu Anthony's workshop.



Setibanya di Anthony's workshop, Mayhan terkejut melihat banyaknya kendaraan bermotor yang bertipe custom, Mayhan sendiri pada dasarnya juga menyukai motor custom tersebut.


"Hey Nico, kurasa aku akan membeli motor custom di sini serta sekalian hal ini akan membuat ku akan jauh lebih mudah untuk melakukan pendekatan dan masuk ke dalam organisasi keluarga mafia Savaroni"


"Hahahahaha jangan berbohong Mayhan, aku tahu pada dasarnya kamu juga suka motor custom yang seperti itu, kamu bisa saja mau membohongi ku"


"Tahu saja kamu itu, Nico"


Mayhan dan Nico terus berjalan dan mendatangi ke salah satu pekerja yang ada di bengkel tersebut dan bertanya.


"Permisi, saya mau bertanya"


"Iya, ada apa ya"


"Saya datang ke sini mau bertanya, apakah di bengkel ini bisa memperbaiki sepeda motor"


"Bisa, Tuan"


"Ternyata aku jauh - jauh datang ke sini, tidak sia - sia"


"Boleh, saya cek kendaraan sepeda motornya"


"Ehh maaf ya, aku tidak membawa sepeda motornya, saya ke sini berjalan kaki takutnya saya membawa motor ke sini ternyata di bengkel ini tidak bisa memperbaiki"


"Aku kira tadi ke sini sambil membawa motornya"


"Aku tidak membawa motornya, kemungkin minggu depan saya akan kesini lagi sambil membawa motor saya"


"Baiklah"


"Ohh iya, bengkel sebesar ini pemiliknya siapa ya"


"Pemilik bengkel ini adalah Tuan Anthonio"


"Sungguh hebat sekali bisa mendirikan bengkel sebesar ini, tapi dimana orangnya"


"Tuan Anthonio sedang di ruang mekanik sebelah sepertinya sedang memperbaiki sepeda motornya"


"Orangnya suka sepeda motor"


"Yang aku tahu semenjak bekerja disini, orangnya memang suka sepeda motor jenis custom"


"Boleh aku bertemu dengan orangnya"


"Untuk apa kira - kira bertemu dengan Tuan Anthonio"


"Mungkin aku akan bertanya - tanya dan mendapatkan informasi tentang sepeda motor jenis custom darinya, kalau orangnya mempunyai produk atau punya informasi sepeda motor custom di jual kemungkinan aku akan membelinya kalau sesuai apa yang aku inginkan"


"Baiklah kalau begitu, orangnya ada di sebelah ruangan kanan ini"


Mayhan bersama Niko berjalan ke arah ruangan sebelah untuk menghampiri Anthonio.



Sewaktu memasuki ruangan, Mayhan dan Nico sangat terkejut dikarenakan mereka berdua melihat banyak sekali koleksi dan barang antik sepeda motor tipe custom dari masa ke masa.


Setelah begitu takjub melihat koleksi motor tersebut, Mayhan dan Nico terus berjalan menuju ke arah Anthonio dan bertanya.


"Permisi"


"Ada apa"

__ADS_1


"Tadi sewaktu saya memasuki bengkel ini, saya dan teman saya ini, melihat - lihat kendaraan motor custom yang ada di depan bengkel. Kalau saya tertarik dengan kendaraan motor itu, kemungkinan saya akan membelinya, boleh saya tanya - tanya tentang harganya juga"


"Boleh, kita ke bengkel bagian depan yang ada motor - motor custom di dekatnya pintu masuk, nanti saya biar lebih mudah menjelaskan ke kalian berdua tentang harga tiap motornya"


Mayhan, Nico dan Anthonio berjalan menuju ke arah bengkel bagian depan. Setibanya di bagian area depan, Mayhan bertanya ke Anthonio.



"Kira - kira di bengkel ini, menjual motor custom yang mempunyai kecepatan tinggi ketika digunakan"


"Tentu saja ada"


"Yang mana motor itu"


"Di sebelah ujung kanan bagian depan"


Mayhan, Nico dan Anthonio berjalan menuju ke arah motor custom yang telah dibicarakan tersebut.



"Ini dia, motornya"


"Motor ini berapa harganya"


"2500 dollar"


"Baiklah, aku ambil motor ini akan kubayar hari pertama di minggu depan besok"


"Baiklah, kalau boleh tahu nama kalian siapa"


"Nama ku, Mayhan sedangkan teman ku ini bernama Nico"


"Aku Anthonio, senang berkenalan dengan mu Mayhan"


"Senang bisa berkenalan dengan mu juga, Anthonio"


"Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di ruangan sebelah tadi"


"Kalau di belakang itu, aku gunakan sebagai bengkel, kalau di depan sini aku jadikan tempat jual beli sepeda motor custom"


"Hemmm, aku kira cuma bengkel kendaraan saja disini, ohhh iya nanti pembayarannya mungkin minggu depan aku akan ke sini untuk membeli motor ini"


"Baiklah Mayhan, aku tunggu"


Setelah membuat kesepakatan dengan Anthonio. Mayhan berjalan meninggalkan tempat itu, akan tetapi Nico masih ingin berbincang dengan Anthonio.


"Di tempat ini, apakah membuka lapangan pekerjaan"


"Untuk apa ya kira - kira"


"Karena aku benar - benar membutuhkan pekerjaan sekarang ini"


"Kalau begitu besok jam 9 pagi temui saya di kantor"


"Baiklah"


Setelah perbincangan tersebut Nico kembali pulang ke apartemen. Mayhan dan Nico mempunyai cara yang berbeda antara satu sama lain untuk mendekati Anthonio.



Malam pun tiba. Ternyata Mayhan masih belum kembali pulang ke apartemennya, Mayhan sendiri masih memantau keadaan tempat usaha milik Anthonio dari kejauhan dan menunggu tempat tersebut tutup, terlihat orang terakhir yang keluar dari tempat itu adalah Anthonio. Mayhan menunggu Anthonio berjalan hingga jauh meninggalkan bengkel tersebut dan setelah itu dengan segera Mayhan kembali berjalan menuju bengkel tersebut dengan menyelinap masuk melalui atap setelah memasuki bengkel tersebut melalui atap, Mayhan berjalan menuju ruang kerja Anthonio dan tempat koleksi sepeda motornya. Sewaktu di ruangan kerja Anthonio, Mayhan dengan segera membongkar semua berkas - berkas yang ada di ruangan kerja tersebut agar mendapatkan informasi lebih dalam tentang keluarga mafia Savaroni. Setelah semua sudut ruang telah dibongkar ternyata Mayhan tidak menemukan apa - apa akan tetapi Mayhan masih mempunyai rasa kecurigaan yang tinggi terhadap sebuah foto - foto yang menempel di dinding yang menurutnya sangat mencurigakan, langsung saja Mayhan mengambil foto tersebut dan menemukan sebuah tulisan di balik foto itu tentang nama atasan satu tingkat sekaligus atasan dari Anthonio yang berpangkat yaitu Capo atau Caporigime di keluarga mafia Savaroni, bernama Andreas yang bekerja mengelola di sektor narkotika dan sehari - hari yang selalu berada pada sebuah tempat daur ulang mobil bekas yang berada di pinggir Kota Jakosta. Segera setelah itu Mayhan menulis semua informasi tersebut dan mengembalikan kondisi barang - barang kembali seperti semula. Tidak cukup dari situ Mayhan masih memasang alat pelacak serta alat penyadap pada motor koleksi milik Anthonio dan setelah semua selesai telah dilakukan. Mayhan kembali keluar dari bengkel tersebut melalui atap dan menghapus semua jejaknya agar tidak menimbulkan rasa kecurigaan dari Anthonio. Setelah keluar dari bengkel tersebut Mayhan kembali berjalan pulang ke apartemen.



Seperti biasa setibanya di apartemen, Mayhan adalah orang yang datang paling akhir dan menanyakan hasil kerja hari ini.


"Apa yang kalian dapatkan hari ini"


"Aku mendapatkan informasi kalau Garcia mempunyai atasan satu tingkat dengannya yang berpangkat Capo bernama Andreas di keluarga Savaroni"


"Aku juga mendapatkan informasi kalau Anthonio juga bekerja di bawah kendali orang yang berpangkat Caporigime itu, Garry"

__ADS_1


"Andreas bekerja di sektor apa, Mayhan"


"Aku melihat sebuah tulisan di foto tempat kerja Anthonio kalau Andreas bekerja di sektor Narkotika, Garry"


"Sekarang kita sudah tahu siapa yang mengelola sektor Narkotika dan kurasa kita harus mendekati Si Capo Andreas itu"


"Michael, Bagiamana dengan Andrelino"


"Andrelino saat ini sedang berada di rumah sakit Kota Jakosta, karena terkena luka tembak"


"Siapa yang menembaknya, Michael"


"Pihak keluarga mafia lain yang melakukannya yaitu dari keluarga mafia Yakuza"


"Lalu atasan Capo dari Andrelino siapa, Michael"


"Sama seperti kalian, Caporigime Andreas"


"Jadi kesimpulannya Garcia, Andrelino dan Anthonio adalah anak buah dari Andreas yang bekerja di sektor narkotika"


"Jadi Garcia, Anthonio, dan Andrelino juga menjual narkotika secara diam - diam"


"Mereka bertiga itu tidak menjual narkotika, Michael"


"Lalu kenapa mereka berkerja di bawah kendali Capo Andreas, Mayhan"


"Mereka bertiga itu hanya alat atau pesuruh dari Bos Capo mereka, bila sewaktu - waktu Andreas perlu pendamping seseorang saat melakukan transaksi, menjual, membeli atau pun mencuri narkotika mafia dari keluarga lain, mereka bertiga lah yang jadi pendamping Andreas tersebut"


"Sewaktu aku mencari informasi tentang siapa Bos Capo dari Andrelino, aku juga mendapatkan informasi tambahan yaitu akan ada pertemuan antara Andreas dan Andrelino di rumah sakit Kota Jakosta pukul 8 malam besok"


"Alamat jalan rumah sakit tersebut ada dimana, Michael"


"Ada di Jalan New York area 14 No 3A Barat gedung perpajakan kantor swasta"


"Aku akan ke sana sendirian"


Dengan sigap Nico dan Yuri mengangkat tangan dan berkata.


"Kurasa aku dan Nico akan ikut juga"


"Semakin banyak yang ikut akan semakin banyak kecurigaan dari mereka semua, lebih baik kalian mencari informasi lebih dalam tentang Garcia, Andrelino dan Anthonio"


"Baiklah kalau begitu, Mayhan"


Nico dan Yuri menuruti perintah tersebut dan membiarkan Mayhan pergi sendiri menuju tempat pertemuan antara Andreas dan Andrelino di rumah sakit besok malam. Akan tetapi secara tiba - tiba, Michael memperingati Mayhan.


"Hei, Mayhan aku lupa bilang sesuatu"


"Sesuatu apa Michael"


"Sewaktu aku mendatangi dan mengecek tempat lokasi Andrelino dirawat di rumah sakit yang aku sebutkan tadi, aku melihat hal yang mencurigakan ke semua anak buah Andrelino yang ada di situ"


"Anak buah Andrelino yang berjaga di rumah sakit itu berpangkat apa kira - kira, apakah mereka berpangkat soldier juga seperti Garcia, dan Anthonio atau masih Associates"


"Bukan, mereka semua masih Outsider"


"Lalu hal apa yang aneh, Michael"


"Kenapa mereka tidak berjaga di samping Andrelino, justru mereka berjaga di luar rumah sakit dan terkadang mereka sekali - kali berbicara orang berkulit Asia"


"Berarti mereka semua sedang merencanakan sesuatu di pertemuan antara Andreas dan Andrelino besok malam"


"Kamu masih yakin mau berangkat sendirian, Mayhan"


"Tenang saja Michael, kita semua sudah terlatih"


"Berhati - hatilah saja Mayhan"


"Iya Michael"


__ADS_1


Malam itu menjadi malam yang panjang bagi para agen dan semua agen masih memikirkan apa yang akan terjadi pada pertemuan besok malam antara Andreas dan Andrelino terutama Mayhan sendiri mempunyai firasat dan pemikiran bahwa akan terjadi rencana pembunuhan dari keluarga mafia Yakuza kepada Andreas dan Andrelino yang berada di rumah sakit Kota Jakosta besok malam, Bila Mayhan berhasil menyelamatkan mereka berdua yaitu Andreas dan Andrelino secara hidup - hidup dari rencana pembunuhan keluarga Yakuza, hal tersebut akan menjadi kesempatan emas bagi Mayhan untuk bisa mendapatkan kepercayaan lebih dalam dari keluarga mafia Savaroni dan bahkan Mayhan sendiri bisa saja secara resmi menjadi anggota mafia keluarga Savaroni, bila semua berjalan sesuai apa yang dipikirkan Mayhan tersebut.


__ADS_2