Agent Love Story

Agent Love Story
Ketakutan datang


__ADS_3

...Ketakutan datang...


2 Jam menunggu berita kepastian dari sang Dokter, Mei begitu khawatir dengan jalannya operasi tersebut sampai - sampai Mei berjalan ke sana kemari sambil memikirkan nasib Mayhan seperti apa nantinya.


"Ayolah Dok, Ayolah Dok" Ujar Mei sambil berjalan ke sana kemari


Andreas yang melihat Mei berjalan ke sana kemari merasa kasihan dan menyarankannya untuk duduk sambil menunggu berita kepastian dari dokter terkait kondisi Mayhan.


"Sudahlah jangan begitu"


"APAA"


"Aku tahu kalau kamu sayang ke Mayhan"


"YA TERUS KENAPA"


"Tidak ada apa - apa tapi aku cuma menyarankan duduk saja daripada berjalan ke sana kemari"


"Andreas, aku tahu kalau saranmu baik kepadaku tapi aku masih khawatir akan kondisinya sekarang dan pikiranku sekarang masih kacau juga"


"Aku mengerti tapi aku hanya memberikan saran saja"


"Terima kasih atas saran yang kamu berikan Andreas"


"Yaa"


Setelah menunggu dengan waktu yang cukup lama pintu ruangan operasi pun terbuka dan Dokter Stephanus keluar dari ruangan tersebut sambil mengusap keringat yang ada di kepalanya.


"Haehhhh selesai juga ternyata operasinya"


Mei yang melihat Dokter Stephanus keluar dari ruangan operasi sontak langsung menghampirinya dan bertanya terkait kondisi Mayhan seperti apa sekarang.


"Dok, Dok"


"Iyaa"


"Bagaimana dengan kondisinya sekarang"


"Sekarang masih belum sadar tapi nanti pasti akan bangun"


"Bagiamana dengan lukanya"


"Luka tembaknya cukup vital juga"


"Tapi sekarang sudah baik - baik saja kan"


"Iya sudah"


"Syukurlah"


"Tapi mungkin dia perlu waktu yang lama untuk masa penyembuhannya"


"Berapa bulan kira - kira Dokter"


"6 bulan mungkin"


"Ternyata lama juga penyembuhannya"


"Sabar saja"


"6 bulan itu waktu yang lama"


"Sabarlah pasti semuanya akan terlewati"


"Iya Dok"


"Ohh iya ada satu lagi"


"Ada apa Dok"


"Kalian boleh melihat dia setelah aku memindahkannya ke ruangan istirahat yang berada di depan dekat taman"


"Baik Dok"


"Semoga dia akan membaik ke depannya"


"Iya Dok, aku berharap seperti itu juga"


"Baiklah aku akan mengobati yang lainnya juga jadi permisi"


"Terima kasih Dok atas pertolongannya"


"Iya sama - sama"



Malam hari pun tiba, Mayhan di pindahkan menuju ruangan istirahat yang berada di depan dekat taman. Malam hari itu Mei mendampingi Mayhan yang masih belum sadar pasca operasinya tersebut, setelah menunggu seharian penuh, Mei tidak bisa menahan rasa lelahnya dan berusaha ingin tertidur akan tetapi Mei sendiri berusaha menguatkan dirinya agar tidak tertidur demi menjaga Mayhan, di saat seperti itu tiba - tiba tangan Mei digenggam oleh tangannya Mayhan sontak Mei kaget akan hal itu.


"HAAAA" Teriakan Mei


Mayhan yang mendengar teriakkan Mei sontak ikut terbangun juga serta membuka matanya dan bertanya ke Mei.

__ADS_1


"Meiii"


"Mayhann"


"Aku sepertinya melihat bidadari sekarang"


"Hemmm bisa saja kamu ini"


"Itu fakta"


"Fakta apa"


"Aku bangun - bangun melihat wanita cantik di depanku"


"Hmmm iya - iya terserah kamu"


"Kamu menunggu di sampingku sudah berapa lama"


"Aku tidak tahu Mayhan"


"Kenapa bisa tidak tahu"


"Aku dari tadi khawatir kalau ada apa - apa dengan operasimu itu dan aku tidak bisa berpikir normal sampai - sampai aku lupa waktu kapan aku datang ke tempat ini"


"Hmmm"


"Tapi sekarang aku lega karena semuanya sudah baik - baik saja"


"Terima kasih Mei"


"Terima kasih buat apa"


"Ya ada saja"


"Buat apa, jujur saja Mayhan"


"Terima kasih sudah ada di sampingku di saat - saat seperti ini"


"Itu kewajibanku Mayhan"


"Dan itu kewajibanku juga Mei kalau kamu ada apa - apa juga"


"Kita berdua sama - sama melakukannya"


"Wkwkwk jadi pada intinya kewajiban kita berdua ya"


"Iya betul Mayhan"



Di sisi lain Nico mengamati pergerakan salah satu anggota keluarga Savaroni yaitu Underboss Leo, Nico mengikuti Leo secara diam - diam dari belakang yang berjalan menuju sebuah pabrik tua yang berada di ujung selatan Kota Jakosta. Di saat mengikuti Leo masuk ke dalam sebuah gedung pabrik tua tiba - tiba Nico kehilangan jejaknya, Nico kebingungan mencari kemana Leo pergi dan secara tiba - tiba Nico di pukul oleh seseorang dari belakang hingga tidak sadarkan diri.



6 bulan pun telah berlalu dan Mayhan sudah sembuh dari lukanya akan tetapi Mayhan masih belum diizinkan pergi untuk menjalankan tugas sehari - harinya di keluarga Savaroni, Mayhan menjalani hari - harinya hanya untuk latihan menembak dan menyelidiki kasus - kasus kejahatan keluarga Savaroni serta berusaha untuk memecahkan teka - teki apa yang mereka sembunyikan di tempat daur ulang mobil bekas tersebut.



Suatu hari di saat Mayhan menjalani aktivitas seperti biasanya tiba - tiba Andreas datang ke rumahnya secara mendadak, tahu akan hal itu Mayhan dengan cepat menyembunyikan semua bukti - bukti penyelidikan kasusnya.



Tok Tok Tok (Bunyi ketukan pintu)


"Mayhan, Mayhan"


Tok Tok Tok (Bunyi ketukan pintu)


"Mayhan, Mayhan"


Tok Tok Tok (Bunyi ketukan pintu)


"Mayhan kamu ada di rumah"


Mayhan menjawab panggilan tersebut sambil menyembunyikan berkas - berkas di bawah ranjang tempat tidurnya.


"Ya Andreas"


"Ohhh kamu ada di rumah ?"


"Iya Andreas"


"Kamu sedang apa sekarang"


"Sebentar aku masih mencari obat - obatanku"


"Baiklah akan aku tunggu di luar sini"


"Sebentar lagi aku akan membukakan pintunya"


"Iya Mayhan"

__ADS_1


Mayhan berjalan keluar dari kamar dan membukakan pintu rumahnya serta mempersilahkan Andreas masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang Andreas"


"Terima kasih Mayhan"


"Silahkan duduk"


"Iya Mayhan"


Mereka berdua duduk sambil berbincang - bincang mengenai sesuatu hal.


"Aku dengar kamu mau kembali bekerja ya ?"


"Iya tapi masih di tolak oleh Tuan Don Savaroni"


"Ikutilah apa yang di katakan Tuan Don Savaroni"


"Aku akan menurutinya"


"Bagus"


"Mau aku buatkan kopi"


"Ehhh tidak Mayhan"


"Kenapa"


"Aku hanya sebentar saja ke sini"


"Kenapa hanya sebentar"


"Aku hanya menyampaikan sebuah informasi saja"


"Informasi apa Andreas"


"Ada masalah serius di keluarga kita"


"Masalah apa"


"Penyusup"


"Maksudnya"


"Ada penyusup di keluarga kita Mayhan"


"Penyusup apa lagi sekarang"


"Ada seorang mata - mata"


"Mata - mata dari pihak siapa Andreas"


"Dari pihak yang tak pernah aku sadari dan tak pernah aku sangka sebelum - sebelumnya"


"Dari pihak siapa"


"Ada saja Mayhan"


"Kepolisian"


"Lebih dari itu Mayhan"


"Lalu dari pihak siapa Andreas"


"Pihak Agen mata - mata"


Mayhan yang mendengar hal itu seketika terkejut dan berpikir bahwa identitasnya selama ini telah terungkap oleh mereka.


"Apa yang kamu maksud"


"Tuan Underboss Leo menemukan seorang mata - mata"


"Seorang mata - mata"


"Iya Mayhan"


"Lalu siapa"


"Itu rahasia mereka"


"Kamu tahu orang itu Andreas"


"Maaf Mayhan aku tidak tahu orang itu"


"Kenapa bisa tidak tahu"


"Hanya para Underboss, Consigliere dan Don yang tahu siapa orang itu"


"Lalu"


"Kalau hanya ke 3 posisi itu yang tahu maka masalah ini adalah masalah yang serius bagi mereka"

__ADS_1


Mayhan memiliki perasaan buruk terhadap teman - temannya dan takut kalau mata - mata itu sampai menyebutkan identitas Mayhan yang sebenarnya maka semua identitasnya akan terbongkar.


__ADS_2