
...Ambisi besar...
Beberapa hari kemudian semenjak peristiwa pengkhianat Bruno terhadap keluarganya dan berita tentang kematiannya sudah meluas ke keluarga mafia lain hal itu membuat keluarga Yakuza sangat marah dan ingin segera menghancurkan keluarga Savaroni secepatnya.
Di pagi hari dengan cuaca yang cerah serta sinar matahari yang menyinari Kota Jakosta. Seperti biasanya Mayhan kembali mengantarkan Mei ke tempat perkuliahannya dan setelah itu berangkat menuju ke Bar Rafeli untuk menemui Andreas. Setibanya di Bar Rafeli, Mayhan sangat kaget ketika melihat di tempat tersebut ada Don Savaroni yang sedang datang untuk mengunjungi dan bertemu dengan Andreas juga.
"Tuan Andreas" Mayhan
"Ahhh Mayhan" Andreas
"Kamu baru saja selesai mengantarkan putriku kan" Savaroni
"Iya Tuan Savaroni" Mayhan
"Kerja bagus" Savaroni
"Terima kasih Tuan Don Savaroni" Mayhan
"Mayhan kamu duduk di sini daripada kamu berdiri" Andreas
"Iya Tuan Andreas" Mayhan
"Jadi sekarang bagaimana Tuan Savaroni" Andreas
"Sepertinya Para Yakuza itu sudah takut akan gertakan kita" Savaroni
"Tapi Tuan Vito berkata kalau kita harus tetap berhati - hati terhadap serangan balasan dari mereka" Mayhan
"Tapi kenapa mereka diam saja sekarang" Andreas
"Aku rasa apa yang di sarankan Vito Consigliere ada benarnya juga terlebih lagi itu semua demi keamanan kita" Savaroni
"Tetapi Tuan Andreas menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyusup ke sana" Mayhan
"Lalu apa yang kamu dapatkan Andreas" Savaroni
"Aku menyuruh beberapa anak buahku untuk menyusup ke keluarga itu akan tetapi hasilnya mereka tidak kembali pulang dengan selamat" Andreas
"Mereka sangat lebih waspada terhadap orang baru - baru di keluarga mereka maupun orang - orang lama yang sudah berkerja pada keluarga mereka sejak lama" Savaroni
"Mungkin mereka sedang mengantisipasi penyusup maupun pengkhianat" Mayhan
"Kamu betul Mayhan" Andreas
"Kita hanya bisa mengikuti saran dari Tuan Vito saja untuk sekarang ini" Mayhan
"Kita hanya menunggu saja" Savaroni
"Iya Tuan Don Savaroni" Andreas
"Baiklah aku akan pergi dulu karena aku punya urusan lain yang lebih penting" Savaroni
"Hati - hati di jalan Tuan Don Savaroni" Andreas
"Sampai jumpa lagi Tuan Don Savaroni" Mayhan
"Sampai jumpa lain waktu" Savaroni
"Iya Tuan" Mayhan dan Andreas
Ketika Don Savaroni keluar dari Bar Rafeli, beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan yang begitu keras sampai terdengar ke Mayhan dan Andreas yang saat itu mereka berdua masih di dalam Bar Rafeli.
Dorrrrr Dorrrr
Tembakan tersebut terdengar sebanyak 2 kali, khawatir akan terjadi sesuatu dengan tuan besar mereka. Mayhan dan Andreas berlari keluar dari Bar Rafeli untuk mengecek keadaan di luar dan ternyata apa yang khawatirkan terjadi nyata, Don Savaroni terkena tembakan tepat di dadanya sebanyak 2 kali dan pengawal Don Savaroni lalu berteriak ke Mayhan dan Andreas.
"HEIII KALIAN BERDUA TOLONG KAMI"
Mayhan dan Andreas berlari ke arah Don Savaroni yang sudah tergeletak lemas karena tembakan misterius tersebut dan beberapa anak buahnya memberitahukan kejadian yang sebenarnya.
"Tuan Andreas"
"Ada apa ini"
__ADS_1
"Tadi ada tembakan dari penembak runduk yang lokasinya berada di depan bangunan itu lalu penembak itu menghilang secara misterius setelah selesai menembak Don Savaroni tepat di dadanya ini"
"Kamu tahu penembak itu ciri - cirinya seperti apa"
"Yang kami tahu orang itu berkulit wajah Asia Tuan Andreas"
"Siallll ini ulah dari keluarga Yakuza lagi"
Mayhan, Andreas dan para pengawal Don Savaroni bergerak cepat membawa tuan mereka ke rumah sakit terdekat.
Saat tiba di rumah sakit. Mayhan, Andreas dan beberapa pengawal Tuan Don Savaroni mengantarkan tuannya ke ruang gawat darurat untuk melakukan operasi. Ketika sedang menunggu jalannya operasi tiba - tiba Vito datang dan berkata.
"Mayhan Mayhan"
"Iya Tuan Vito"
"Sekarang kita dalam masalah besar"
"Masalah apa Tuan Vito"
"Mei telah di culik oleh keluarga Yakuza"
"Apaaa"
"Mayhan aku tahu kamu mencintainya tapi kamu harus menahan emosimu sekarang"
"Sekarang dia ada dimana"
"Mei sekarang ada di markas mereka"
"Di mana markas mereka"
"Rusfrood No 1 Blok A"
"Aku akan ke sana"
"MAYHANN KENDALIKAN EMOSIMU"
"TAPI AKU TAKUT DIA TERLUKA"
"Lalu apa yang harus aku lakukan"
"Kamu yakin akan menyelamatkannya"
"Aku yakin Tuan Vito"
"Baiklah Mayhan, kita akan menunggu Tuan Don Savaroni bangun dan menunggu keputusan darinya"
"Tapi itu terlalu lama Tuan Vito"
"Mayhan kamu harus bersabar, aku yakin Tuan Don Savaroni akan sembuh dan akan menentukan keputusannya tersebut"
"Baiklah aku akan menunggu"
"Bagus dan jangan bertindak ceroboh"
"Aku mengerti Tuan Vito"
Mayhan, Andreas, Vito dan yang lainnya menunggu jalannya operasi Don Savaroni dalam waktu yang cukup lama, setelah beberapa jam kemudian ternyata operasi tersebut berjalan dengan lancar dan Don Savaroni kembali pulih serta bangun dari masa kritisnya lalu Vito memasuki ruang tersebut dan mendekatinya serta menyampaikan kabar buruk tersebut.
"Kenapa semua hal buruk ini bisa terjadi Vito"
"Maafkan aku telah mengabari anda kabar buruk ini tapi anda harus memberikan perintah ke kami dan apa yang harus kami lakukan"
"Putriku harus selamat dari mereka"
"Bagaimana kalau Mayhan yang akan melakukannya"
"Apakah dia yakin bisa melakukan Vito"
"Dia sangat yakin"
"Baiklah aku minta ke Mayhan untuk menyelamatkan putriku dan ajak beberapa orang juga untuk membantunya"
__ADS_1
"Aku akan menyampaikannya"
"Vitoooo"
"Iya Tuan Don Savaroni"
"Masalah penyerangan ke keluarga mafia lain seperti kasus ini, kita harus butuh seorang Caporigime"
"Maksud anda, Mayhan harus ada pemimpinnya"
"Bukan harus ada pemimpinnya tapi dia yang memimpin"
"Jadi maksudnya anda mengangkat Mayhan menjadu Caporigime"
"Iya Vito, kamu sampaikan dan kamu angkat dia menjadi Caporigime"
"Baiklah Tuan Don Savaroni, aku akan melakukannya"
Vito kembali keluar dari ruangan itu dan berbicara dengan Mayhan terkait pembicaraannya dengan Don Savaroni tadi.
"Mayhan"
"Iya Tuan Vito"
"Kamu berhak menyerang mereka"
"Baiklah aku akan pergi"
"Mayhan tunggu dulu"
"Ada apa lagi Tuan Vito"
"Dalam menyerang keluarga lain, kita harus butuh Caporigime"
"Jadi anda mau menyuruh Tuan Andreas juga"
"Tidak"
"Lalu siapa"
"Kamu sendiri"
"Apa anda maksud"
"Kamu sekarang seorang Caporigime dari keluarga Savaroni"
"Terima kasih atas hal itu tapi aku harus pergi"
"Mayhan, karena kamu seorang Caporigime sekarang kamu berhak memimpin pasukan untuk menyerang markas keluarga Yakuza"
"Lalu siapa anak buahku"
"Kamu bisa mengajak mantan anak buah dari Bruno"
"Anda yakin mereka bukan pengkhianat Tuan Vito"
"Mereka hanya menuruti perintah dan mereka sangat loyal Mayhan"
"Jadi yakin ke mereka"
"Aku yakin sepenuhnya keyakinaku Mayhan"
"Baiklah aku akan pergi menyelamatkan Mei"
"Mayhan, aku ada pesan terakhir untukmu terhadap tindakan ini"
"Apa Tuan Vito"
"Kamu hancurkan semua keluarga Yakuza tanpa sisa sedikit pun"
"Aku akan menghancurkan mereka sampai ke akar - akarnya"
"Semoga berhasil Mayhan"
Mayhan kembali pulang ke rumah Don Savaroni untuk mempersiapkan perang besar dengan keluarga Yakuza serta memanggil beberapa mantan anak buah Bruno untuk membantunya dan memberitahu kalau dia adalah tuan mereka sekarang.
__ADS_1
Pada malam harinya Mayhan dan anak buahnya berangkat ke markas keluarga Yakuza untuk menyelamatkan Mei serta menghancurkan keluarga Yakuza sampai ke akar - akarnya.