Agent Love Story

Agent Love Story
Rencana ekspansi


__ADS_3

...Rencana ekspansi...



Terlihat sinar matahari menyinari daerah perumahan yang ada di Canewood pertanda bahwa waktu pagi telah tiba, Mayhan yang masih tidur di ranjang karena kelelahan telah melakukan aksi baku tembak semalaman, Saat sedang tidur Mayhan bermimpi buruk tentang Mei yang sedang di todong sebuah pistol di kepalanya oleh teman - teman Mayhan dari agen, lalu mereka menembak Mei tepat di kepalanya yang seketika membuat Mayhan bangun dari mimpinya tersebut dan menghembuskan nafasnya secara dalam - dalam.


"Untung saja itu hanya mimpi, aku harap mimpi itu tidak jadi kenyataan"


Mayhan begitu takut mengingat mimpi itu dan berharap semuanya baik - baik saja ke depannya. Tidak berselang lama kemudian terdengar suara telepon yang begitu keras dan Mayhan mengangkat telepon tersebut.



Kringgg Kringgg (Bunyi telepon)


"Ya halo"


"Mayhan, ini aku"


"Siapa"


"Andreas"


"Ada apa Andreas"


"Temui aku di dermaga"


"Dermaga mana"


"Dermaga Marina sebelah utara Kota Jakosta"


"Baiklah tapi pukul berapa"


"Pukul 10"


"3 jam lagi berarti"


"Iya Mayhan"


"Baiklah aku akan ke sana Andreas"


"Aku tunggu di sana dan jangan datang terlambat"


"Iya Andreas"


Klekkk (bunyi menutup telepon)


Setelah percakapan tersebut Mayhan dengan segera mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Andreas di dermaga.



Setibanya di lokasi dermaga, Mayhan tidak menemukan siapa pun di sana dan Mayhan kembali menelepon Andreas dengan ponsel selulernya.


Tuttt Tuttt Tuttt (Bunyi telepon)


"Yaaa"


"Andreas aku sudah di lokasi"


"Aku tahu itu"


"Kamu ada di mana Andreas"


"Aku ada di bangunan gudang blok C lantai 5"


"Bangunan gudang itu ada di sebelah mana"


"Dekat pilar sirene dermaga"


"Sirene yang ada di depan kananku ini kan"


"Iya Mayhan, kamu betul"


"Aku akan ke situ"


"Cepat Mayhan dan sembunyikan juga motormu itu juga di tempat ini"


"Ada apa Andreas"


"Nanti akan aku jelaskan semuanya"


"Baiklah"



Mayhan mendatangi tempat tersebut dan bertemu dengan Andreas beserta anak buahnya dan Mayhan merasa kebingungan saat tiba di tempat karena Andreas membawa sebuah senjata penembak runduk dengan jangkauan tembak yang jauh beserta amunisinya lengkap.


"Andreas apa yang sebenarnya terjadi"


"Kamu tidak tahu apa - apa"


"Aku tidak tahu kenapa kamu menyuruhku datang ke sini"


"Okee akan aku jelaskan semuanya"


"Kuharap kamu menjelaskan semuanya"

__ADS_1


"Baiklah Mayhan jadi begini sebentar lagi akan ada transaksi obat - obatan narkotika milik kita"


"Terus"


"Kita akan membelinya dan kalau deal sesuai kesempatan nanti maka kamu akan menyelundupkan benda itu ke Kota Virgham dengan aku dan kita akan menjualnya dengan harga 5 kali lipat di sana"


"Apakah sudah ada pelanggan di Kota Virgham"


"Tentu sudah ada dan aku sudah menjamin kepastian mereka"


"Kenapa kamu menjual benda itu ke Kota Virgham"


"Apa ada yang salah"


"Kota - kota lain banyak dan kenapa harus Virgham"


"Kota Virgham belum terekspansi oleh keluarga mafia manapun"


"Terus"


"Jadi itu akan menjadi peluang kita untuk memperlebar saya kekuasaan kita dan menambah pendapatan keluarga ini"


"Lalu kenapa harus ada senjata penembak runduk sekarang ini"


"Aku curiga ke mereka Mayhan"


"Curiga ke siapa"


"Para mafia Italia"


"Kenapa dengan mereka"


"Mereka itu sangat licik dan berbahaya Mayhan"


"Seberapa bahaya mereka"


"Mereka sering melakukan sabotase saat melakukan transaksi seperti ini dan membunuh pihak yang bertransaksi dengan mereka"


"Jadi senjata ini hanya untuk sebagai serangan balasan saat mereka mencoba melakukan sabotase saat transaksi nanti"


"Tepat sekali Mayhan"


"Kalau kita yang membeli obat obatan narkotika itu lalu apa yang kita berikan ke mereka di transaksi ini"


"Uang"


"2 Miliar"


"Woww sungguh sungguh banyak uang itu"


"Kalau jumlah nominalnya tidak banyak mungkin aku tidak akan turun tangan membawa senjata ini"


"Tentu kalau uang itu hilang pasti Tuan Don Savaroni akan marah"


"Yang jelas Tuan Don Savaroni pasti akan membunuh kita"


"Iya Mayhan"


"Kamu membeli berapa kilo obat - obatan itu"


"50 Kg"


"Jumlah yang banyak kalau kita jual menjadi 5 kali lipat"


"Kita akan kaya selanjutnya Mayhan"


"Hahaha kamu betul Andreas"


Saat di tengah percakapan tersebut tiba - tiba ponsel milik Mayhan berbunyi karena ada panggilan telepon dan orang yang menelepon Mayhan itu adalah Mei.



Tuttt Tuttt Tuttt (Bunyi telepon)


"Halo Mei"


"Kamu ada di mana"


"Aku ada di dermaga"


"Apa"


"Ada apa Mei"


"Mayhan, kamu sudah lupa untuk mengantarkan aku pergi kuliah"


"Astaga Mei, aku lupa soal itu"


"Mayhan, Mayhan, Mayhan"


"Maaf - maaf Mei, aku benar - benar minta maaf"


"Sudah lupakan semuanya"


"MEI, MEI"

__ADS_1


Tuttttttt (Bunyi telepon)


"Astaga aku benar - benar lupa"


"Kamu sudah lupa ke ibu negaramu"


"Ibu negara apa maksudnya"


"Pacar kamu"


"Iya Andreas"


"Segera minta maaf setelah menyelesaikan misi ini nanti"


"Iya"


Beberapa saat kemudian rombongan mobil datang dengan beberapa pria memakai setelan baju jas rapi sambil membawakan senjata laras panjang. Mayhan dan yang lainnya segera bersiap - siap di posisi mereka masing - masing.


"Andreas"


"Apa"


"Apakah mereka mafia Italia"


"Mungkin iya"


"Kita lihat saja"


"Mayhan kamu yang memimpin negosiasi ini"


"Apa"


"Ini sudah menjadi tugasmu di keluarga ini"


"Seperti ini tugasku"


"Tugasmu melakukan negoisasi dengan mafia atau gangster lain untuk membeli barang - barang ilegal lalu kamu berikan secara diam - diam tanpa ketahuan dari pihak manapun terutama pihak kepolisian


"Lalu aku berikan ke Caporigime yang lain setelahnya"


"Iya betul sekali, kamu berikan ke Caporigime yang lain sesuai kriteria tugas mereka"


"Baiklah aku akan turun"


"Semoga berhasil Mayhan"


"Aku berharap begitu Andreas"


Mafia Italia tersebut berhenti di sebuah tempat terbuka yang di kelilingi bangunan - bangunan gedung yang sudah terbengkalai dan beberapa saat kemudian Mayhan dan anak buah dari Andreas muncul dari bangunan gudang blok c dan selanjutnya mereka menghampiri para mafia Italia untuk melakukan negosiasi. Saat berhadapan secara langsung para mafia Italia mempunyai tatapan yang dingin dan kejam, Mayhan yang melihat tatapan mereka tersebut berpikir bahwa mereka bukanlah orang sembarangan seperti orang pada umumnya maka dari itu Mayhan selalu siaga menempatkan tangan di belakang untuk mengambil pistol bila keadaan yang tidak diinginkan terjadi begitu saja.



"Siapa di antara kalian yang akan melakukan negosiasi untuk membeli obat - obatan narkotika ini"


"Aku"


"Siapa namamu"


"Mayhan"


"Baiklah senang berkenalan denganmu Mayhan"


"Senang berkenalanmu juga lalu aku selama negosiasi ini akan memanggilmu dengan nama siapa"


"Scito"


"Baiklah Scito, aku yang memimpin transaksi di keluargaku ini"


"Aku juga memimpin transaksi dari keluargaku Mayhan"


"Baiklah langsung saja ke intinya kamu mau menjualnya berapa"


"4 Miliar 20 kg"


"Itu sangat mahal bahkan orang terkaya di dunia tidak akan mau membelinya"


"4 Miliar 32 kg"


"Aku masih tidak setuju"


"Bilang terus terang saja kalau keluarga mafia Savaroni adalah keluarga miskin"


"Apa yang kamu bilang tadi"


"KELUARGA MISKIN"


"Jaga ucapanmu Scito"


"Hahaha dasar keluarga miskin"


"JAGA UCAPANMU"


"Kenapa kamu tidak membeli ****** ***** saja lalu menjualnya di pinggiran jalan"


"DASAR LANCANG MULUTMU"

__ADS_1



Mayhan yang mendengar kata - kata seperti itu seketika emosi dan menodongkan pistol miliknya ke arah Scito di ikuti dengan anak buah dari Andreas juga. Scito dan anak buahnya yang melihat hal itu tidak tinggal diam saja, mereka membalasnya dengan todong senjata juga. Negosiasi tersebut berjalan cukup panas karena kedua belah pihak saling menodong senjata mereka satu sama lain demi untuk bertahan hidup di ganasnya lingkungan mafia.


__ADS_2