Agent Love Story

Agent Love Story
Dunia mafia


__ADS_3

...Dunia mafia...



Pagi hari menyinari Kota Jakosta dengan cuaca yang cerah, di hari kedua ini Mayhan berangkat menjalankan aksinya sebagai mafia, Mayhan dengan segera mempersiapkan diri dan setelah itu keluar dari apartemen sambil menelepon nomor yang telah diberikan oleh Andreas.


Tutttt Tuttt Tutttt (Bunyi telepon)


"Ya siapa ini"


"Ini aku Mayhan"


"Ohh Mayhan, ada apa"


"Apa ada tugas hari ini"


"Kamu beruntung menelpon hari ini Mayhan, ada tugas mengantarkan paket"


"Paket apa"


"Paket obat - obat narkotika"


"Baiklah aku ambil pekerjaan itu"


"Baiklah Mayhan, kamu datangi ke belakang bar Rafeli secepatnya"


"Aku berangkat sekarang"


"Aku tunggu Mayhan"


Tutttt (Bunyi telepon)


Setelah mendapatkan perintah tugas yang diberikan oleh Andreas, Mayhan segera berangkat ke halte bus terdekat untuk menuju ke sebuah bar bernama Rafeli.



Setibanya di belakang bar, Mayhan melihat Andreas dengan membawa sebuah tas besar berwarna hitam dan mendatanginya.


"Hei Mayhan, akhirnya kamu datang juga"


"Maaf aku datang terlambat, aku masih belum mempunyai kendaraan pribadi"


"Ya ya ya tidak apa - apa Mayhan, aku juga pernah merasakan apa kamu rasakan sekarang"


"Mau di kirim kemana paket itu"


"Manhattan Gang II A Distrik Bustofa, kamu berikan ke para gangster berkulit hitam yang menggunakan rompi berwarna kuning, kamu hanya memberikan dan menerima uangnya lalu kasih kan aku lagi disini"


"Baiklah kalau begitu"


"Kamu bisa membawa mobil milikku Mayhan, ini kuncinya"


"Terima kasih"


"Kamu membawa pistol buat jaga - jaga"


"Aku membawanya hasil rampasan dari salah Yakuza yang aku bunuh tadi malam"


"Seorang mafia selalu membawa pistol kemana - mana"


"Baiklah aku berangkat sekarang"


Mayhan berangkat membawa tas yang di berikan oleh Andreas yang berisi obat - obatan narkotika untuk di berikan kepada Gangster yang ada di kota Manhattan.



Setiba di lokasi yang telah di tentukan, Mayhan menunggu para gangster tersebut datang, tidak berselang lama kemudian ada beberapa rombongan gangster memakai rompi berwarna kuning datang membawa mobil lalu Mayhan sambil membawa tas berisi obat - obatan narkotika menghampiri mereka dan bertanya.


"Apakah kalian yang memesan barang yang kalian inginkan itu"


"Apa kamu bicarakan saudara ku"


"Jangan bercanda, kita berbincang langsung pada intinya saja"


"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan saudara ku"


Dengan segera Mayhan lalu membuka tas itu yang berisi obat - obatan narkotika.


"Ahhh ternyata kamu kurirnya yang dari Tuan Andreas, maaf - maaf sebelumnya kami takut sergapan dari kepolisian"


"Langsung saja pada perjanjiannya, mana uangnya"


"Ini saudaraku"


__ADS_1


Para gangster tersebut memberikan sebuah tas besar berwarna coklat dan Mayhan lalu membuka tas tersebut yang ternyata berisi uang dalam jumlah banyak.


"Baiklah terima kasih atas transaksinya"


"Kami senang mendapatkan apa yang kami inginkan"


Setelah transaksi yang begitu singkat, Mayhan kembali menuju bar Rafeli untuk memberikan tas yang berisi uang tersebut kepada Andreas.



Setibanya di belakang Bar Rafeli, Mayhan mendatangi Andreas yang sedang menunggu di belakang bar.


"Ini uang nya"


"Ahhh kerja bagus Mayhan, Ini uang atas hasil kerja keras mu"


"Terima kasih"


"Oh iya Mayhan, ini aku beri uang tambahan untuk kamu beli sebuah kendaraan pribadi dan kamu beli beberapa senjata laras panjang buat besok"


"Ada apa dengan besok, sampai - sampai aku harus membeli senjata api laras panjang"


"Kita besok akan merampok uang"


"Merampok di mana"


"Kita akan merampok ke salah satu tempat perjudian milik keluarga mafia Yakuza"


"Kenapa kita harus merampoknya"


"Karena Tuan Don Savaroni telah menyatakan perang terhadap keluarga Yakuza atas kejadian kemarin malam, terlebih lagi keluarga Yakuza adalah saingan bisnis keluarga kita"


"Jadi begitu alasannya"


"Ya seperti itulah Mayhan, kita tidak akan sendirian besok karena aku akan membawa beberapa anak buah ku yang lainnya untuk melancarkan aksi perampokan itu"


"Baiklah kalau begitu Tuan Andreas"


Setelah misi itu Mayhan kembali ke bengkel milik Anthonio untuk membeli sepeda motor yang telah di pesannya beberapa hari yang lalu.



Setibanya di bengkel milik Anthonio, Mayhan bertanya kepada salah satu pekerja yang ada di sana.


"Permisi, Tuan Anthonio ada hari ini"


"Terima kasih informasinya"


Mayhan berjalan menuju tuan Anthonio dan bertanya.


"Tuan Anthonio, bagaimana motor yang aku pesan"


"Ahh kamu ternyata, sudah siap untuk kamu naiki tinggal uangnya saja"


"Ini uangnya, sesuai perjanjian awal"


"Baiklah, aku terima uangnya"


"Siap Tuan Anthonio"


"Ini kuncinya, oh iya aku dengar kamu menjadi bagian keluarga kami, apakah berita itu benar"


"Iya benar"


"Teman mu yang kemarin juga menjadi bagian dari keluarga kita"


"Nicooo"


"Iya Nico, tapi dia bekerja untuk Gracia"


"Aku tidak tahu Nico juga bergabung dengan keluarga ini"


"Aku kira kamu mengetahuinya"


"Aku tidak tahu sama sekali, Tuan Anthonio"


"Coba kamu tanyakan ke Nico secara pribadi"


"Iya Tuan Anthonio, Baiklah aku ambil motornya sekarang"


"Iya Mayhan"


"Terima kasih Tuan Anthonio, sampai jumpa di lain waktu"


"Sama - sama, bertemu lagi lain waktu Mayhan"

__ADS_1


"Iya Tuan Anthonio"


Mayhan menghidupkan motor tersebut dan mengendarai menuju ke apartemennya.



Setibanya di lokasi Mayhan kembali memasuki apartemennya dan bertemu dengan Agen Nico.


"Nicoo, aku dengar dari Anthonio kamu juga jadi anggota keluarga mafia Savaroni"


"Iya betul, Mayhan"


"Kerja bagus Agen Nico"


"Siap Agen Mayhan"


"Kemarin apakah kita sudah membeli beberapa senjata api"


"Belum, kita masih belum membayarnya paket senjata itu masih ada di toko senjata"


"Dimana lokasi toko itu"


"Di seberang jalan dari sebelah kanan apartemen kita"


"Baiklah, sementara akan kubeli terlebih dahulu, Nico"


"Iya Mayhan"


Mayhan kembali keluar dari apartemennya dan berjalan kaki menuju toko senjata yang ada di dekat apartemennya tersebut.



Saat memasuki toko senjata tersebut, Mayhan mendatangi ke pemilik toko senjata api tersebut dan bertanya tentang paket senjata yang telah di pesannya.


"Permisi pak, saya mau tanya tentang paket senjata yang beberapa hari lalu telah di pesan oleh teman saya"


"Kamu perwakilan dari mereka kan"


"Iya pak"


"Total harganya 2000$"


"Ini uangnya Pak"


"Nanti barang akan dikirimkan ke lokasi sesuai perjanjian yang telah teman mu sepakati"


"Lokasinya apartemen di dekat dari sini kan alamatnya"


"Iya"


"Baiklah, Terima kasih Pak"


"Aku juga terima kasih"


Mayhan kembali pulang ke apartemennya dengan berjalan kaki dan setibanya di apartemen Mayhan kembali menemui Nico.


"Nico, kamu ajak Yuri, Micha, Michael dan Gordo untuk menyimpan paket senjata yang nanti dikirim ke alamat apartemen ini"


"Siap Agen Mayhan"



Malam hari pun tiba, Mayhan sedang mempersiapkan persenjataannya yang telah di pesannya tadi siang.



Secara tiba - tiba Michael datang dan menanyakan apa yang Mayhan lakukan untuk besok.


"Agen Mayhan"


"Yaa Agen Michael"


"Kenapa sedang mempersiapkan senjata api, akan ada apa besok"


"Besok akan ada perang mafia"


"Antara siapa, Mayhan"


"Keluarga Savaroni dengan Keluarga Yakuza"


"Kamu ikut penyerangan itu"


"Iya Michael"


"Berhati - hatilah Mayhan"

__ADS_1


"Iya Michael, terima kasih sudah memperingatkan"


Setelah percakapan itu Mayhan kembali tidur untuk mempersiapkan diri dalam misi perampokan sekaligus perang mafia dengan keluarga Yakuza bersama dengan Andreas besok hari.


__ADS_2