Agent Love Story

Agent Love Story
Pertempuran besar


__ADS_3

...Pertempuran besar...



Iring - iringan mobil dari keluarga Savaroni terlihat sangat panjang dan Mayhan yang memimpin serangan besar tersebut. Di saat sudah sampai mendekati tempat tujuan, rombongan Mayhan berhenti dan menyiapkan persenjataannya.


"Mayhan"


"Lhooo kenapa anda ikut Tuan Andreas"


"Jangan memanggilku Tuan sekarang"


"Lalu aku memanggilnya apa"


"Panggil saja Andreas karena kamu sudah Caporigime seperti aku Mayhan"


"Baiklah kalau begitu Andreas"


"Kamu pertahankan hal itu mulai dari sekarang"


"Iya Andreas, lalu kenapa kamu ikut di penyerangan ini"


"Mungkin aku akan sedikit membantu kalau ikut dalam penyerangan besar ini"


"Kenapa anda tidak duduk diam dan menonton hasilnya saja"


"Mayhan kamu terlalu banyak membantu keluarga ini dan kamu pernah menyelamatkanku di kejadian penyerangan di bar milik ku"


"Aku hanya melakukan sesuai tugasku"


"Semenjak kamu menyelematkanku dari kejadian itu terkadang aku merasa berhutang nyawa kepadamu Mayhan"


"Jadi kamu masih yakin ikut dalam penyerangan ini"


"Aku sangat yakin Mayhan"


"Baiklah kalau begitu"


"Itu baru Mayhan yang aku kenal"


"Malam ink akan menjadi hari yang bersejarah"


"Kamu betul Mayhan"


"Aku berpikir kenapa semua ini bisa terjadi Andreas"


"Mungkin semua kejadian ini sudah mereka rencanakan jauh - jauh hari"


"Ternyata mereka tidak main - main dalam menghadapi keluarga kita sekarang"


"Kita harus melawan mereka segera Mayhan"


"Aku sikat semuanya tanpa tersisa sedikit pun"


"Mayhan si pembunuh berantai"


"Kamu sama seperti Mei yang selalu suka memberikan julukan seperti itu"


"Aku baru tahu kalau Mei melakukan itu ke kamu Mayhan"


"Dia selalu melakukannya"


"Aku lihat dia sangat mencintaimu"

__ADS_1


"Aku juga mencintainya"


"Kamu harus menyelamatkan Mei sebelum semuanya terlambat Mayhan karena itulah perjuangan cinta sejati"


"Aku tahu hal itu"


"Kamu tahu kenapa aku begitu peduli saat penyergapan kemarin sewaktu kita pulang dari acara memperingati hari kematian ayah dan ibu Don Savaroni"


"Memang ada apa sebenarnya"


"Karena aku berhutang nyawa juga ke keluarga ini"


"Apa yang kamu maksud dari kata - kata mu itu Andreas"


"Yang aku maksud adalah aku punya tanggungan ke keluargaku"


"Kamu mendapatkan uang untuk keluargamu begitu kah"


"Aku mendapatkan uang dari keluarga ini dan uang itu aku gunakan untuk membiayai ibuku yang sakit jantung"


"Jadi semua ini untuk ibumu"


"Tidak juga"


"Lalu ada apa lagi"


"Aku juga menggunakan uang penghasilan dari keluarga ini untuk membiayai adik - adikku ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi"


"Ini semua demi keluarga kecilmu"


"Kamu betul Mayhan"


"Aku juga bukan dari keluarga orang kaya"


"Jadi itu alasannya kamu sangat setia ke keluarga ini"


"Iya Mayhan, maka dari itu aku sangat begitu peduli dan patuh ke Tuan Don Savaroni meskipun terkadang jalannya ada yang salah karena aku berhutang Budi kepadanya"


"Semua orang punya rahasia tersendiri Andreas"


"Ucapanmu betul Mayhan, semua orang punya rahasia tersendiri"


"Ini akan menjadi malam yang paling mengerikan bagi mereka"


"Kurasa semuanya sudah cukup dan sekarang waktunya"


"Kamu betul Andreas sekarang waktunya kita menghabisi mereka"


"Apakah kamu sudah siap Mayhan"


"Aku selalu siap kapan pun Andreas"


"Demi keluarga kita Mayhan"


"Demi keluarga kita Andreas"



Mayhan, Andreas dan anak buahnya berjalan menuju markas besar Yakuza yang tidak jauh dari situ. Ketika di gerbang markas Yakuza seketika Mayhan melepaskan tembakan ke arah pos penjagaan secara membabi buta dan tanpa ampun sedikit pun, pertempuran besar pun tak bisa terelakkan di antara kedua belah pihak. Terlihat kelompok Mayhan lebih di untungkan karena memakai persenjataan yang lengkap saat penyerangan besar tersebut.



Pertempuran tersebut tersebut begitu sengit sampai - sampai membuat bangunan markas tersebut terbakar dan ada suatu momen ketika Mayhan berusaha melakukan hal yang nekat dengan cara berlari ke arah rumah besar Ketua Don Yakuza meskipun di hujan tembakan beberapa kali, Mayhan tetap akan melakukannya sampai dia berhasil memasuki rumah itu.

__ADS_1


"Andreas aku harus masuk ke dalam rumah itu"


"Terlalu banyak musuh Mayhan"


"Tapi aku harus menyelamatkan Mei"


"Aku tahu hal itu tapi ini bukan waktunya"


"Sial kenapa mereka bertambah banyak"


"Mereka semua datang untuk mempertahankan markas mereka dan tuan mereka"


"Lalu bagaimana cara cepat untuk menghentikan peperangan ini"


"Kamu cari Tuan mereka"


"Aku sangat yakin tuan mereka ada di rumah itu dan Mei ada di situ juga"


"Mayhan kamu bunuh tuan mereka lalu potong kepalanya"


"Aku akan melakukannya tapi aku harus masuk ke dalam rumah itu"


"Baiklah kami akan memberikan tembakan perlindungan"


"Aku siap"


Andreas meneriaki semua anggota keluarga Savaroni untuk memberikan tembakan perlindungan kepada Mayhan sesuai instruksinya.


"BAIKLAH SEMUANYA KITA MULAI TEMBAKAN PERLINDUNGAN UNTUK MAYHAN DALAM HITUNG SAMPAI 3"


"SATU"


"DUA"


"TIGA"


Mayhan berlari sangat kencang menerjang tembakan peluru meskipun dia tahu kalau nyawa sendiri yang di jadikan taruhan dalam aksi nekatnya tersebut.



Pada akhirnya Mayhan berhasil berlari mencapai rumah besar tersebut walaupun sempat di hadang beberapa kali oleh anggota Yakuza selama berlari menuju rumah besar itu, Mayhan dengan segera memasuki rumah itu dan mencari sudut demi sudut ruangan untuk mencari Ketua Don Yakuza serta menyelamatkan Mei dari tangan mereka, setelah dengan perjuangan yang cukup panjang dan heroik pada akhirnya Mayhan berhasil menemukan ruangan Don Yakuza dan memasuki ruang itu lalu menodongkan pistol ke arah Don Yakuza tersebut dan berteriak.


"DIMANA MEI"


"Orang kamu cari masih tidak apa - apa"


"LALU SEKARANG DIA ADA DIMANA"


"Kamu akan tahu setelah kamu mau menyepakati perjanjian dariku"


"Aku tidak punya banyak waktu mengobrol dengan orang sepertimu"



Mayhan yang terbawa emosi langsung menembakkan pistol miliknya ke arah kaki Don Yakuza dan mengatakan.


"Semuanya telah selesai Tuan Yakuza dan sekarang waktunya pergi ke neraka"


Setelah berkata seperti itu Mayhan langsung menembak pistolnya kembali sebanyak 14 kali tembakan tepat di kepalanya serta memenggal kepala Don Yakuza tersebut untuk di jadikan selebrasi tanda kemenangan di pihak Keluarga Savaroni dan Mayhan kembali mencari Mei ke segala sudut penjuru rumah dan akhirnya menemukannya yang saat itu berada di basement rumah besar tersebut.


"Meiii, Meiii, kamu tidak apa -apa kan, aku benar - benar minta maaf datang terlambat untuk menyelamatkanmu"


Mayhan dengan cepat membebaskan ikatan yang terjerat di kaki dan tangan Mei, setelahnya Mayhan kembali keluar bersama dengan Mei dari rumah besar tersebut sambil membawa kepala Don Yakuza untuk menandakan bahwa keluarga Yakuza telah kalah. Anggota Yakuza yang masih tersisa melihat Mayhan dengan membawa kepala tuan mereka, sontak mereka semua yang masih tersisa tersebut meletakkan senjatanya dan lari melarikan diri meninggalkan markas mereka, hal ini membuat era keluarga Yakuza telah berakhir di malam itu.

__ADS_1


__ADS_2