
...Berita buruk...
Pertemuan tersebut berlangsung sangat tegang karena kedua pihak dari keluarga Savaroni maupun keluarga mafia Italia sama - sama saling menodongkan pistol satu sama lain.
"DASAR KURANG AJAR MULUTMU"
"Kalau kamu menembak kami, kami juga akan menembakmu"
"Kamu yang memulai semua ini Scito"
"Ini hanya bisnis Mayhan"
"Aku menawarkan benda itu adalah itu adalah hakku"
"Semua orang juga punya hak dan aku berkata seperti itu juga punya hak"
"Tapi kata - kata sudah keterlaluan menghina keluargaku"
Saat di tengah - tengah perdebatan, tiba - tiba salah satu anak buah Scito membisikkan sesuatu yang seketika membuat Scito menurunkan senjatanya saat itu juga.
"Baiklah Mayhan, kita berbicara santai saja sekarang"
"Oke"
"Kamu mau menawar berapa"
"Berapa yang kalian bawa"
"50 Kg"
"1,5 miliar 50 kg"
"Aku yang di rugikan kalau harganya cuma segitu"
"1,75 miliar"
"Masih rugi"
"1,82 miliar"
"Kami tetap tidak akan menjual"
"Baiklah kalau begitu 1,9 miliar"
"Hmmmm"
"Bagaimana Scito"
"Baiklah aku terima uang itu"
"Berarti kita deal"
"Iya"
"Benda itu ada dimana sekarang"
"Benda itu ada di bagasi mobil kami"
"Baiklah akan aku ambil barangnya terlebih dahulu lalu setelah itu baru uangnya"
"Silahkan"
Mayhan lalu mengambil narkotika itu dengan di dampingi anak buah dari Andreas. Ketika selesai mengambil narkotika tersebut para mafia Italia menagih uang yang telah di janjikan sebelumnya, Dengan segera Mayhan memberikan uang tersebut dan sambil memberikan sindiran kepada mereka.
"Tadi kalian seperti singa tapi sekarang seperti kucing"
"Jaga mulutmu itu Mayhan"
"Itulah yang aku rasakan tadi ketika kamu menghina keluargaku"
"Kami hanya menguji kalian saja"
"Haaa menguji kami takut apa tidak ya
"Aku hanya memastikan agar kedepannya kamu tidak takut Mayhan"
"Tapi sekarang kalian yang takut ke kami"
"Kami tidak takut kepada kalian tapi kami hanya menghargai kalian saat ini"
"Kalian pandai berbohong ternyata"
"Kita lihat suatu saat nanti Mayhan"
"Akan aku tunggu Scito"
Para mafia Italia itu pun pergi dari dermaga setelah berhasil melakukan transaksi dengan keluarga Savaroni meskipun terjadi ketegangan di antara mereka saat melakukan transaksi. Andreas yang melihat transaksi itu berhasil seketika mendatangi Mayhan untuk melihat - lihat narkotika tersebut.
"Mayhann"
"Ada apa Andreas"
"Kerja bagus"
"Ya Andreas"
__ADS_1
"Aku ingin lihat paket itu"
"Silahkan Andreas
"Wowww jumlah yang banyak"
"Iya Andreas"
"Serbuknya juga padat"
"Kenapa kalau padat Andreas"
"Itu pertanda kalau narkotika ini memiliki tingkat kemurnian yang cukup tinggi"
"Mereka mendapatkannya kira - kira dari negara mana Andreas"
"Mungkin dari negara Kolombia"
"Kolombia memang negara penuh dengan kokain"
"Kamu betul Mayhan dan kita akan menjualnya dengan harga 5 kali lipat"
"Kenapa kamu begitu curiga ke mereka Andreas"
"Aku curiga semuanya akan terbongkar"
"Terbongkar apa maksudnya Andreas"
"Rencana dari Tuan Vito Consigliere"
"Apa yang dia rencanakan"
"Sebenarnya kita hanya memanfaatkan para mafia itu hanya untuk mengetahui rute penyelundupan mereka"
"Lalu"
"Setelah kita mengetahui rute jalur penyelundupan mereka, mungkin Tuan Vito akan menyuruh kita untuk melakukan perdagangan narkotika dari negara lain"
"Bagaimana dengan mafia Italia itu"
"Yang jelas kita akan di suruh untuk menghabisi mereka semua"
"Kenapa kita harus menghabisi mereka semua"
"Agar bisnis ini lancar dan tidak ada pesaing dari keluarga mafia lain"
"Astaga terlalu banyak rencana dan perdebatan kalau aku melakukan hal ini"
"Iya Mayhan dan aku harap kamu di berikan kekuatan untuk melakukan ini semua"
"Iya Andreas"
"Orang itu siapa"
"Dia mantan anggota dari keluarga kita"
"Kenapa kita berikan ke dia Andreas"
"Dia ingin membentuk keluarga mafia di sana"
"Lalu"
"Dia akan tetap loyal untuk keluarga ini meskipun dia pemimpin keluarga mafianya sendiri"
"Kamu percaya ke orang itu"
"Jangankan aku, Tuan Don Savaroni saja juga percaya ke dia"
Saat sedang membahas rencana menjual narkotika ke Kota Virgham secara tiba - tiba ada salah satu anak buah dari Andreas berbicara dengannya dan memberitahukan sesuatu hal yang membuat Mayhan begitu terkejut dan kaget.
"Tuan Andreas"
"Ada apa kamu datang kemari Gracia"
"Ada berita buruk"
"Berita buruk apa"
"Ini soal Anthonio"
"Ada apa dengan Anthonio"
"Anthonio telah tewas beserta anak buahnya"
"Apaaaa"
"Aku minta maaf telah menyampaikan informasi seperti ini Tuan Andreas"
"Kamu mendapatkan informasi ini dari siapa"
"Aku datang langsung ke tempat kerja milik Anthonio"
"Lalu anak buah Anthonio ada yang masih hidup atau tidak"
"Tidak ada sama sekali"
"Lalu para pejabat yang datang ke sana"
__ADS_1
"Kami tidak menemukan mayat dari pejabat itu Tuan Andreas"
"SIALLLLLL"
"Lalu selanjutnya bagaimana Tuan Andreas"
"Kita harus cari tahu siapa yang melakukan ini semua"
"Anda benar Tuan Andreas tapi para penyerang itu tidak meninggalkan bukti sama sekali"
"Lalu rekaman CCTV"
"Tidak ada Tuan Andreas"
"Siallll"
"Mereka benar - benar sangat rapi dalam penyerangan ini"
"Ada pemberitaan dari media atau pihak manapun"
"Tidak ada"
"Siapa mereka sebenarnya"
"Aku juga tidak tahu Tuan Andreas"
"Sungguh cerdas mereka"
"Tapi aku menemukan sesuatu di sana"
"Apa yang kamu temukan"
"Aku menemukan robekan kain rompi berwarna kuning dan robekan kain itu juga tersebar di seluruh tempat kerja Anthonio"
"Rompi kuning"
"Ada apa Tuan Andreas"
"GRACIA"
"Iya Tuan Andreas"
"Aku minta kamu melakukan sesuatu"
"Apa yang aku lakukan Tuan Andreas"
"Kamu periksa kediaman para gangster Bustofa sekarang juga"
"Baiklah Tuan Andreas"
"Kamu amati pergerakan mereka dan aktivitasnya juga"
"Iya Tuan Andreas"
"Aku ingin kamu segera melakukannya"
"Baiklah Tuan Andreas aku akan segera berangkat sekarang"
"Berhati - hatilah Gracia"
"Iya Tuanku"
Andreas yang mendengar berita kematian tentang Anthonio seketika bingung dan marah - marah.
"KENAPA SEMUA INI BISA TERJADI"
Mayhan yang melihat itu seketika berusaha menenangkan Andreas agar situasi tidak semakin memburuk.
"Andreas sudah"
"Aku tidak bisa mengendalikan emosiku"
"Sabar Andreas"
"Aku takut kalau para pejabat itu tertangkap kepolisian"
"Kenapa kalau sampai tertangkap"
"Mereka bisa saja buka mulut tentang kita yang telah bekerja sama untuk melakukan rencana pembunuhan ke lawan politik mereka"
"Gawat itu Andreas"
"Maka dari itu aku bingung saat ini"
"Kurasa kita harus menemukan jalan lain"
"Kalau mereka benar - benar sudah tertangkap dengan terpaksa kita harus membunuh mereka Mayhan"
"Tapi bagaimana caranya Andreas"
"Kita bunuh para pejabat itu saat sidang berlangsung di mahkamah agung"
"Penjaga sangat ketat nantinya"
"Mayhan, lebih baik kita yang berkorban daripada keluarga ini hancur"
"Tapi, tapi, tapi, ini sulit untuk dilakukan Andreas"
"Kita akan mencobanya setelah mendapatkan informasi selanjutnya tentang para pejabat itu ada di mana sekarang"
__ADS_1
"Iya Andreas"
Andreas sangat begitu panik dan takut kalau para pejabat itu memberitahukan semua informasi tentang keluarga Savaroni maka hal itu akan menjadi berita buruk bagi keluarga Savaroni. Mayhan yang merupakan otak dalam penyerangan tersebut bersikap empati kepada Andreas untuk menutupi apa yang telah di lakukan kepada keluarga Savaroni sebenarnya.