Agent Love Story

Agent Love Story
Panggilan tanpa nama


__ADS_3

...Panggilan tanpa nama ...


Upaya pencarian terhadap Nico tidak berhenti begitu saja meskipun sudah 2 bulan berlalu dan tidak membuahkan hasil apapun. Mayhan sendiri masih menyelidiki berkas - berkas tentang Tuan Underboss Leo beserta seluruh anak buahnya secara diam - diam.


Pada suatu hari di saat Mayhan hendak pergi untuk menjemput Mei seperti hari - hari biasanya, tiba - tiba handphone milik Mayhan berbunyi karena ada panggilan tanpa nama yang masuk ke handphone miliknya.



Tuttt Tuttt Tuttt


Mayhan yang melihat itu merasa kebingungan untuk mengangkatnya atau tidak tapi karena rasa penasaran yang cukup tinggi akhirnya Mayhan mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Haloo dengan siapa ini"


"Ahhh Mayhan"


"Bagaimana kamu bisa tahu namaku"


"Itu tidak terlalu penting Mayhan"


"Siapa ini"


"Kamu bisa panggil aku Zee"


"Nama kamu bukan Zee"


"Aku tahu, aku tahu tapi itu hanya inisial saja"


"Apa yang kamu inginkan dariku"


"Aku cuma ingin berbincang - bincang denganmu saja Mayhan"


"Kamu mau bicara apa denganku"


"Aku cuma mau tanya, apakah kamu akhir - akhir ini sedang mencari seseorang"


"Apa yang kamu bicarakan"


"Sudahlah jangan terlalu banyak drama Mayhan, aku tahu soal itu"


"Kamu tahu darimana"


"Aku cuma menebak dan kebetulan saja"


"Mustahil kamu menebaknya"


"Terserah kamu mau bilang apa"


"Cuma itu saja"


"Ada lagi Mayhan, jangan terlalu terburu - buru menutup teleponnya"


"Lalu apa lagi"


"Kamu mencari temanmu yang bernama Nico"


"Siapa Nico"


"Kamu jangan melupakan temanmu itu"


"Apa yang kamu maksud"


"Nico, teman mafiamu"


"KAMU TAHU DARIMANA SOAL ITU"


"Hahahahaha jangan terbawa - bawa emosi Mayhan"


"Siapakah kamu sebenarnya"


"Sudah aku bilang kalau namaku adalah Zee"


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau dia adalah temanku"


"Aku sendiri yang mendengar kesaksian dari Nico"


"Apa yang kamu bicarakan"


"Aku bilang kalau Nico sendiri yang berkata seperti itu"


"Kamu tahu dimana Nico sekarang"


"Itu rahasia"


"DIMANA NICO SEKARANG"


"Wowwww, tenang Mayhan"


"KURANG AJARRR"


"Kendalikan dirimu dulu"


"Dimana dia sekarang"


"Nico sekarang sudah di tempat yang aman"


"Dimana dia"


"Kalau kamu ingin tahu tentang informasi mengenai dia, temui aku di dermaga pantai Limonsi nanti jam 11 malam "


"Kalau kamu macam - macam dengan Nico, aku akan membunuhmu"


"Wowww wowww wowww, aku bukan di pihak keluargamu Mayhan, aku cuma hanya ingin membantu saja"

__ADS_1


"Apa yang kamu maksud"


"Temui saja aku di dermaga nanti malam tanpa membawa senjata"


"Untuk apa ke sana"


"Kita akan berbicara mengenai berbagi informasi"


"Apa yang kamu bicarakan"


"Datanglah tepat waktu dan kamu akan mengetahuinya nanti"


"Baiklah"


"Kutunggu kedatanganmu Mayhan"


"Oke"


Tuttttttt


Mayhan merasa kebingungan akan maksud dari orang yang melakukan panggilan telepon tersebut akan tetapi Mayhan menanggapinya dengan santai dan tetap tenang. Mayhan melanjutkan aktivitas seperti biasanya dengan menjemput Mei ke rumahnya dan mengantarkan ke tempat perkuliahannya. Ketika saat di tengah perjalanan, Mei bertanya kepada Mayhan mengenai aktivitasnya sehari hari ini.


"Mayhann"


"Iyaa"


"Kenapa kamu akhir - akhir ini terlihat sibuk sekali"


"Ehhh aku ada urusan lain"


"Urusan apa"


"Ya urusan sama keluargaku"


"Keluarga yang mana"


"Maksudnya keluarga orang tuaku"


"Ohhh aku kira keluarga ini"


"Bukan"


"Ada apa dengan keluargamu"


"Ehh keluargaku mau pindah rumah dan adikku juga akan pergi ke luar negeri buat melanjutkan pendidikannya"


"Ohh kamu punya adik"


"Iya Mei"


"Hebat juga ya di bisa pergi ke luar negeri"


"Itu keinginannya jadi aku harus membantu perekonomian keluargaku dan biaya kuliah adikku yang ada di sana"


"Keluargaku mau pindah ke wilayah Arana Barat"


"Arana tempat pedesaan"


"Iya, orang tuaku ingin menikmati masa tuanya di sana"


"Asal dari wilayah mana"


"Kita Virgham"


"Jauhhh sekali"


"Iya Mei"


"Orang tua kamu dari Kota Virgham ke Arana, terus kamu dari Virgham ke Jakosta"


"Wkwkwkwk iya"


"Jauh banget pergi dari kota asalnya"


"Itu semua demi keluarga sama mencukupi kebutuhan hidup sehari - hari"


"Aku kira keluarga kamu ada di kota ini dan kamu lahir di kota ini"


"Tidak Mei, aku sendiri dari Kota Virgham"


"Hmmm sungguh berat tapi mau bagaimana lagi"


"Kamu benar Mei"


"Itulah tanggung jawab seorang kakak"


"Hahaha iya"


"Tapi aku yakin kamu bisa membantu keluarga kamu dan bisa membiayai adik kamu hingga lulus Mayhan"


"Aku berharap begitu juga"


"Jadi tetap semangat ya"


"Tentu aku selalu semangat Mei"


"Bagus kalau begitu"


Ucapan yang dikatakan Mayhan memang tidak sesuai dengan fakta apa yang dia pikirkan sebenarnya. Mayhan berpikir mengenai keberadaan Nico yang sampai saat ini masih belum ditemukan dan munculnya orang misterius yang mengatakan tahu akan keberadaan Nico. Hal itu membuat Mayhan bimbang dan takut akan identitas yang sebenarnya terungkap oleh seluruh keluarga mafia Savaroni. Ketika tiba di depan kampus, Mei mengatakan sesuatu kepada Mayhan.


"Mayhan"


"Yaa Mei"

__ADS_1


"Kamu jangan bingung akan masalah yang kamu hadapi saat ini"


"Aku tahu itu"


"Kalau ada apa - apa, kamu bisa bilang aku"


"Iya Mei"


"Nanti kalau aku bisa membantumu akan aku bantu sebisanya"


"Iya Mei, terima kasih"


"Ehhh aku harus pergi dulu ya, soalnya udah hampir masuk jam kelas"


"Iya Mei"


"Hati - hati di jalan"


"Iya Mei, ketemu lagi nanti sore"


"Iya Mayhan"


Mayhan terpaksa berbohong kepada Mei demi tujuan kebaikan dirinya sendiri untuk menutupi masalah yang sebenarnya terjadi saat ini. Mayhan dengan segera pergi pulang ke rumahnya dan mempersiapkan persenjataan yang akan digunakan saat pertemuan nanti malam dengan seseorang misterius yang telah meneleponnya tadi pagi.



Mayhan mengantisipasi kalau pertemuan itu adalah jebakan maka dengan terpaksa Mayhan harus membunuh semua orang yang ada di pertemuan tersebut, agar rencana antisipasinya berjalan sesuai rencana. Mayhan meminta bantuan beberapa teman agennya untuk melakukan pengawasan pertemuan tersebut.



Tuttt Tuttt Tuttt


"Haloo ini dengan siapa"


"Ini aku Mayhan"


"Mayhan siapa ya"


"Agen Mayhan dari Biro Intelijen Negara"


"Ohhh aku kira siapa tadi"


"Ya, ya, ya aku tahu"


"Ada apa Mayhan"


"Ini siapa"


"Ini aku Yuri"


"Ada siapa saja di situ"


"Tommy dan Garry"


"Aku minta bantuan kalian bertiga"


"Ada apa Mayhan"


"Tadi pagi ada seseorang misterius meneleponku"


"Lalu"


"Katanya dia tahu tentang keberadaan Nico"


"Kamu yakin orang itu bisa dipercaya"


"Aku tidak tahu soal itu"


"Lebih baik kamu berhati - hati saja"


"Tapi dia tahu kalau aku temannya Nico di mafia"


"Apakah dia mafia dari keluarga Savaroni"


"Aku tidak tahu sama sekali tentang orang itu"


"Lalu orang itu berkata apa lagi"


"Dia meminta bertemu nanti malam di dermaga pantai Limonsi jam 11"


"Ya terus"


"Aku minta bantuan kalian"


"Ehhh yaaa tapi kamu bisa membantu apa"


"Aku sudah persiapkan persenjataan untuk kalian jadi kalian hanya mengawasiku dari kejauhan kalau terjadi apa - apa, tembak saja orang itu"


"Rencana sabotase kalau orang itu berniat buruk"


"Iya"


"Kami ke rumahmu sekarang"


"Tunggu"


"Kenapa Mayhan"


"Kalian ke sini jam 7 malam saja karena aku ada urusan lagi di keluarga mafia Savaroni"


"Oke baiklah, kami akan ke sana jam 7 nanti"


"Terima kasih Yuri"

__ADS_1


"Sama - sama"


__ADS_2