
...Rencana adu domba...
Para penjaga menggeledah ruangan sudut demi sudut dan menemukan sebuah canvas yang sudah pecah di lantai lalu salah satu dari mereka mengatakan bahwa itu mungkin hanya ulah dari sebuah seekor tikus di ruangan itu.
"Sepertinya tidak ada - apa" Penjaga 1
"Kamu berkata seperti itu apakah kamu yakin di ruangan ini tidak ada orang lain selain kita" Penjaga 2
"Mungkin itu hanya ulah dari seekor hewan" Penjaga 1
"Ucapan dia ada benarnya juga" Penjaga 3
"Mungkin kamu betul juga" Penjaga 4
"Kita bisa lihat di ruangan ini begitu terbengkalai dan jarang ada orang yang memasukinya" Penjaga 1
"Iya, tempat ini jarang ada yang memasukinya kecuali Tuan Vito Consigliere dan Tuan Andreas Caporigime" Penjaga 3
"Kalau ada orang lain mungkin itu hanya sebatas menaruh maupun mengambil dokumen penting dari tempat ini" Penjaga 1
"Aku hanya memastikan saja kalau tidak ada orang lain di sini" Penjaga 2
"Orang seperti apa yang bisa mengira kalau dokumen penting keluarga kita di simpan ke tempat terbengkalai seperti ini" Penjaga 4
"Aku hanya takut Tuan Don Savaroni marah - marah kalau ada orang yang berhasil mencuri data keluarga kita" Penjaga 2
"Semuanya aman dan terkendali jadi tenang saja" Penjaga 3
"Tenang saja" Penjaga 4
"Sudah jelas itu hanya seekor tikus yang membuat ulah dan menjatuhkan sebuah canvas" Penjaga 1
"Baiklah ayo pergi" Penjaga 2
"Nahh itu baru temanku" Penjaga 3
"Ayo kita pergi" Penjaga 1
Beberapa menit kemudian ketika para penjaga telah pergi meninggalkan ruangan arsip tersebut. Nico kembali keluar dari tempat persembunyiannya lalu mengambil semua dokumen penting milik keluarga Savaroni dan setelahnya pergi meninggalkan rumah besar keluarga mafia itu. Nico berjalan dengan tenang meskipun ada sebuah dokumen yang sangat penting milik keluarga mafia Savaroni yang berada di dalam jas miliknya hal itu tidak membuat Nico takut sama sekali meskipun hal itu berdampak buruk ke dirinya jika Nico secara tidak sengaja ketahuan oleh salah satu anak buah Don Savaroni ketika berusaha membawa dokumen tersebut. Ketika berjalan meninggalkan rumah Don Savaroni secara tidak sengaja, Nico bertemu dengan Mayhan yang telah mengalihkan perhatian ke Andreas.
"Nico"
"Mayhan"
"Apakah kamu sudah berhasil mengambil dokumen itu"
"Aku berhasil mengambilnya"
"Kerja bagus Nico"
"Kamu juga Mayhan karena telah mengalihkan perhatian Si Andreas"
"Aku hanya sedikit berbicara seperti apa tugas jabatanku nantinya"
"Baiklah - baiklah"
"Aku hanya sedikit membantu Nico"
"Kurasa itu sudah cukup Mayhan, oh iya aku juga mendapatkan informasi tambahan kalau Anthonio bawahan dari Andreas mengetahui sesuatu tentang beberapa oknum pejabat korup di kota ini"
"Kamu mengetahuinya dari mana"
"Aku pernah membaca laporan miliknya saat aku masih bekerja untuk Anthonio dulu"
"Apa yang tertulis di situ"
__ADS_1
"Di tanggal 25 November nanti akan ada sebuah pertemuan penting di tempat usaha miliknya"
"Sebentar Nico, sekarang ini tanggal 25 November"
"Iya Mayhan, itu berarti nanti malam akan ada pertemuan antara Anthonio dengan para pejabat korup dan mereka akan membahas tentang rencana pencucian uang dalam jumlah besar serta rencana pembunuhan ke lawan politik mereka"
"Lalu apa hubungannya dengan kita bila menargetkan misi kita ke situ"
"Mayhan, ini akan menjadi perubahan besar kurasa"
"Maksudmu kalau kita berhasil menggagalkan rencana mereka dan menangkap para pejabat itu atas bukti tuduhan pembunuhan berencana dan pencucian uang dalam jumlah besar maka hal itu akan menguntungkan lawan politik mereka, begitu maksudnya"
"Iya betul dan selama ini pejabat Kota Jakosta di kendalikan para pejabat yang haus akan kekuasaan yang selalu mendapatkan kursi politik dengan cara yang sangat licik"
"Bagaimana dengan Anthonio yang ada di tempat kejadian itu nantinya"
"Kita bunuh saja dia"
"Kalau kita membunuh Anthonio, hal itu akan berdampak ke keluarga ini"
"Kenapa begitu Mayhan"
"Karena Anthonio adalah anggota Andreas dan dia merupakan otak penjual narkotika di usaha miliknya"
"Apa yang kamu maksud Mayhan"
"Dia membuka usaha bengkel kendaraan sekarang ini, itu hanya taktik untuk menutupi identitasnya yaitu sebagai penjual obat - obatan narkotika"
"Dulu aku pernah melihat kalau ada beberapa orang datang ke tempat itu dengan membawa uang dalam jumlah yang banyak di sebuah koper dan setelahnya itu mereka pulang membawa sebuah tas berwarna hitam"
"Jadi intinya Anthonio adalah otak di bidang narkotika juga"
"Kamu betul Mayhan"
"Kalau berita Anthonio tewas sampai terdengar ke Andreas hal ini akan membuatnya semakin curiga ke orang - orang di keluarga ini"
"Lalu siapa yang akan jadi alat kambing hitam nantinya, Nico"
"Para Gangster Bustofa"
"Bagiamana caranya kita bisa meyakinkan kejadian penyerangan itu adalah ulah dari gangster Bustofa"
"Kita tinggalkan beberapa robekan rompi warna kuning di tempat kejadian"
"Bagaimana mungkin mereka bisa percaya kalau gangster Bustofa yang menyerangnya"
"Mayhan di dunia narkotika tidak ada namanya kesetiaan pelanggan"
"Apa yang kamu bicarakan"
"Pelanggan setia bisa saja menyerang kapan pun kalau mereka sudah terpaksa hanya untuk keuntungan mereka sendiri"
"Hmmm baiklah kalau seperti itu logikanya"
"Bersiaplah akan peperangan sebentar lagi Mayhan"
"Aku paham soal itu Nico, kalau tindakan yang kita lakukan sampai berhasil maka hal ini akan membuat peperangan antara mafia Savaroni dan gangster Bustofa"
"Pasti tentu saja yang akan menang keluarga ini"
"Aku tahu soal itu Nico"
"Baiklah aku akan pergi"
"Tunggu Nico"
"Ada apa lagi Mayhan"
__ADS_1
"Bagaimana dengan pejabat itu"
"Kita akan tangkap mereka tanpa adanya pemberitaan dari media mana pun"
"Baiklah kalau begitu Agen Nico"
"Sekarang ini adalah waktu yang tepat Mayhan"
"Aku mengerti Nico"
"Kami akan menunggumu nanti malam di apartemen"
"Aku akan datang nanti malam"
"Kami tunggu kedatanganmu Mayhan"
"Iya Nico"
"Baiklah sampai jumpa nanti malam"
"Hati - hati Nico"
Nico berjalan meninggalkan rumah tersebut sedangkan Mayhan berjalan untuk menemui Mei yang saat itu berada di tengah kerumunan pesta. Mayhan sangat terpesona ketika melihat Mei yang menggunakan sebuah gaun berwarna merah muda yang terlihat begitu cantik saat berada di depannya dan memanggilnya untuk melakukan sesuatu.
"Mei"
"Iya apa Mayhan"
"Woww kamu begitu cantik hari ini"
"Apaa"
"Ehh enggak - enggak tadi aku hanya melamun saja"
"Jujur saja gapapa Mayhan"
"Baiklah aku jujur Mei, kamu sangat cantik saat ini"
"Terima kasih atas pujiannya"
"Kamu sibuk sekarang ini"
"Aku rasa tidak"
"Kamu mau tidak berdansa sama aku"
"Tapi aku tidak sepenuhnya bisa Mayhan"
"Berarti kamu mau ya"
"Ehhh iyaa Mayhan"
"Baiklah kamu ikuti saja gerakanku"
"Hemmm baiklah"
Mayhan dan Mei berdansa pada pesta itu, mereka berdua berdansa begitu bagus dan romantis yang sampai - sampai menjadi sorotan utama di pesta itu.
"Meii kamu menyukai ini"
"Hemmmm iya"
"Aku senang bisa berdansa dengan wanita cantik sepertimu"
"Hemmm iya Mayhan"
__ADS_1
Mayhan dan Mei sangat menikmati waktu berdansanya, mereka berdua mempunyai perasaan cinta yang sangat begitu dalam antara satu sama lain secara tulus dan hari itu adalah hari pertama kalinya bagi mereka berdua bisa melakukan dansa bersama.