
...Pengkhianat sebenarnya...
Setelah membuka peti tersebut Bruno lalu membicarakan sesuatu tentang keluarga Savaroni dengan para Yakuza tersebut akan tetapi pembicaraan mereka telah di dengar oleh Mayhan dan Mei yang sudah dari tadi menunggu mereka.
"Sepertinya semua senjata ini lebih dari cukup Feng"
"Kita harus tetap menyimpan senjata - senjata ini Tuan Bruno"
"Aku paham akan tersebut Feng"
"Kalau kita lakukan sesuai rencana semuanya pasti bisa Tuan Bruno"
"Semoga saja para anjing Savaroni itu tidak tahu semua rencana kita"
"Anda harus tetap tenang dan tidak berbuat mencurigakan ketika di keluarga mereka Tuan Bruno"
"Kalau kita berhasil melakukan ini semua apa yang aku dapatkan dari kalian semua"
"Anda akan mendapatkan sesuatu yang tidak anda dapatkan di keluarga Savaroni"
"Apa yang aku dapatkan setelah melakukan ini semua Feng"
"Tentu saja anda akan mendapatkan pangkat yang lebih tinggi dari sekarang di keluarga kami"
"Apa hanya itu saja Feng"
"Tentu saja anda pasti akan mendapatkan banyak uang dan kekuasaan di keluarga kami asalkan bisa mengalahkan keluarga Savaroni"
"Don Savaroni hanya bisa dikalahkan menggunakan putrinya itu"
"Jadi anda harus menculik putri itu Tuan Bruno"
"Tapi aku masih kesulitan untuk menyingkirkan anak baru itu Feng"
"Ada apa dengan anak baru itu"
"Karena dia di berikan kepercayaan dari Don Savaroni untuk menjaga putrinya itu"
"Anda apakah bisa menyingkirkan anak baru itu Tuan Bruno"
"Aku sudah mencobanya tapi masih gagal"
"Kapan anda mencobanya Tuan Bruno"
"Ketika aku menyuruh beberapa anak buahku untuk membunuh anak baru itu beserta si anjing Andreas di bar tapi mereka berdua tersebut berhasil menggagalkannya"
"Anda hanya perlu mencoba cara lain saja Tuan Bruno"
"Apa yang kamu maksud Feng"
"Gunakan cara yang halus untuk membuat anak baru itu tidak fokus akan tugasnya"
"Lalu setelah itu"
"Anda hanya tinggal menculik putri Don Savaroni saja setelahnya Tuan Bruno"
"Akan aku coba"
"Kerja bagus Tuan Bruno aku harap semua berjalan lancar"
"Aku mengerti Feng tapi bagaimana kalau rencana tersebut masih saja gagal"
"Kita gunakan rencana yang terakhir"
"Apakah kita perlu melakukan itu Feng"
"Kalau tidak ada jalan lain maka kita gunakan cara itu Tuan Bruno"
"Rencana terakhir adalah rencana penentuan kita semua"
"Itu adalah pilihan terakhir kita"
"Apakah semua keluarga Yakuza siap melakukan penyerangan ke rumah besar Don Savaroni"
"Kami selalu siap melakukannya Tuan Bruno yang kami inginkan hanyalah putri Tuan Savaroni saja"
"Kenapa kamu mengincarnya Feng"
"Setelah aku menangkap putrinya itu aku bisa memaksa Don Savaroni untuk menandatangani semua bisnisnya di berikan kepada keluargaku"
"Kamu cerdas juga Feng"
"Don Savaroni sangat lemah terhadap keluarga utamanya"
"Itulah kelemahan terbesar Don ku Feng"
Setelah percakapan tersebut Bruno dan yang lainnya meninggalkan gudang itu. Mei yang mendengarkan pembicaraan itu sangat terpukul hatinya karena dia menganggap bahwa dirinya adalah sebagai alat kesengsaraan dan penderitaan untuk ayahnya sendiri.
"Meiii jangan menangis"
"Aku hanya jadi alat untuk mengalahkan ayahku"
__ADS_1
"Aku akan melindungimu biar hal itu tidak terjadi"
"Kamu tidak akan bisa Mayhan"
"Aku akan mencari solusi tapi berikan aku waktu sebentar"
"Aku sudah pasrah"
"Jangan begitu Mei"
"Semuanya sudah berakhir Mayhan"
"Tidak Mei"
"Sudah Mayhan jangan bicara denganku lagi"
"Hemmmm baiklah kalau begitu aku berjanji kepadamu bahwa aku akan melindungimu apapun resiko yang aku terima"
"Kamu yakin hal ini"
"Aku yakin hal ini lebih dari 100% dan aku janji"
"Hemmm terima kasih Mayhan"
"Sama - sama Mei"
"Maaf aku merepotkanmu"
"Tidak apa - apa Mei"
"Aku selama ini hanya jadi beban untuk orang lain saja"
"Kamu bukanlah beban Mei"
"Tapi aku merasa seperti itu"
"Jangan begitu Mei"
"Maaf kalau aku pernah melakukan kesalahan kepadamu Mayhan"
"Iya Mei sudah aku maafkan sebelumya"
"Iya Mayhan"
"Ohhh iya tadi kan Bruno bilang kalau ada rencana penyerangan ke rumahmu dan menculikmu"
"Iyaa dan aku hanya jadi alatnya saja"
"Aku punya rencana agar hal itu tidak terjadi"
"Bagaimana kalau aku menghancurkan senjata - senjata mereka ini"
"Maksudmu kamu mau meledakkan gudang ini"
"Iyaa hahahaha"
"Kamu benar - benar gila Mayhan"
"Ini demi tujuan mereka gagal"
"Kamu betul juga tapi aku tidak tahu soal peledak"
"Aku akan membicarakan hal ini kepada Andreas"
"Aku ikut denganmu untuk bertemu dengan Andreas"
"Tapi kita pergi ke tempat bar miliknya"
"Baiklah kalau seperti itu Mayhan"
"Jika aku berhasil meledakan tempat ini mungkin mereka akan sangat marah"
"Ini akan menjadi perubahan terbesar bagi kita untuk melindungi keluarga"
"Iya kamu betul Mei"
"Kuharap kamu bisa melakukan ini Mayhan"
"Terima kasih Mei ayo kita pergi dari sini sekarang"
"Iya Mayhan"
Mayhan dan Mei tiba di Bar Rafeli untuk menemui Andreas serta membicarakan informasi tentang apa yang mereka dapatkan tadi di pelabuhan kapal Kota Jakosta.
"Tuan Andreas"
"Ada apa Mayhan"
"Aku tahu siapa pengkhianatnya sekarang"
"Siapa Mayhan"
__ADS_1
"Underboss Bruno"
"Hahaha aku sudah menduganya"
"Aku dan dia ini juga sudah mencurigainya dari awal"
"Sebentar Mayhan, aku pernah melihat wanita ini sepertinya dia anak dari Tuan Don Savaroni betulkan aku Mayhan"
"Anda betul Tuan Andreas"
"Bagaimana bisa kalian tahu informasi ini"
"Informasi ini di dapatkan berkat Mei, karena dia tanya langsung ke Tuan Savaroni dan Tuan Vito yang kedua orang itu menjelaskan bahwa Tuan Bruno sering bertindak aneh belakang ini dan terkadang sering pergi ke Pelabuhan Timur Kota Jakosta"
"Jadi kalian mengikuti pergerakan Tuan Bruno dari informasi Tuan Savaroni dan Tuan Vito"
"Iya, kami datang juga ke pelabuhan itu"
"Lalu ada apa di sana Mayhan"
"Kita di sana melihat Tuan Bruno bertemu dengan para Yakuza dan berbicara sesuatu dengan mereka"
"Jadi Tuan Bruno bekerja sama dengan keluarga Yakuza"
"Iya Tuan Andreas"
"Lalu mereka membicarakan apa Mayhan"
"Dia berencana ingin mengalahkan Tuan Savaroni dengan cara licik yaitu menculik Mei ini"
"Lalu apa yang kalian dapatkan lagi ketika di sana"
"Aku dan Mei menemukan sebuah kotak peti berisi senjata AK dalam jumlah yang cukup banyak"
"Berapa jumlahnya"
"Aku tidak tahu Tuan Andreas tapi yang pasti jumlahnya cukup banyak sekali"
"Mungkin senjata itu diberikan kepada para Yakuza untuk melawan kita dalam perang secara terbuka"
"Aku punya ide Tuan Andreas"
"Ide apa Mayhan"
"Bagaimana kalau kita ledakkan tempat itu Tuan Andreas"
"Tapi kita perlu alat peledak Mayhan"
"Aku hanya perlu 50 Kg peledak jenis TNT"
"Jangan khawatir kalau jumlah segitu saja"
"Anda berarti punya peledak itu"
"Tentu aku punya Mayhan"
"Aku gunakan peledak itu Tuan Andreas"
"Tentu demi keluarga kita"
"Terima kasih Tuan"
"Sama - sama Mayhan"
"Tapi aku perlu beberapa orang untuk membantuku memasang peledak itu"
"Aku akan menyuruh beberapa anak buahku untuk membantumu Mayhan"
"Baiklah Tuan Andreas"
"Kapan kamu akan melakukannya"
"Besok jam 3 Pagi Tuan Andreas"
"Baiklah akan aku siapkan semuanya"
"Aku tunggu di dekat pintu gerbang utama Pelabuhan Timur Kota Jakosta"
"Iya Mayhan"
Mayhan, Mei dan Andreas senang bisa menemukan siapa pengkhianat sebenarnya di keluarga mafia Savaroni akan tetapi demi menghambat rencana busuk dari Bruno dan keluarga mafia Yakuza, Mayhan dan Andreas berencana menghancurkan paket senjata yang berada di pelabuhan tersebut.
"Meiii"
"Iyaaa"
"Kamu besok jangan ikut ya"
"Iya Mayhan"
"Karena ini terlalu berbahaya untukmu"
"Aku mengerti Mayhan"
__ADS_1
"Baiklah ayo kita pulang"
Mayhan dan Mei kembali pulang lagi setelah melakukan pengintaian dan pembicaraan rencana selanjutnya dengan Andreas untuk melawan Bruno.