Agent Love Story

Agent Love Story
Ketakutan atau kegembiraan


__ADS_3

...Ketakutan atau kegembiraan...



Matahari mulai tenggelam dari arah barat pertanda bahwa sore hari telah tiba, Mayhan yang menunggu Mei di depan gerbang kampus merasa sangat kebingungan karena menghadapi berbagai tekanan masalah akhir - akhir ini. Dari kejauhan Mei berjalan menuju ke arah Mayhan sambil memberikan senyuman, sontak hal tersebut di balas dengan senyuman oleh Mayhan.


"Sudah lama apa baru saja tiba"


"Ehh baru 15 menit"


"Baru saja berarti"


"Iya"


"Kamu kayaknya seperti menyimpan masalah Mayhan"


"Tidak ada Mei"


"Yakin"


"Aku yakin Mei"


"Tapi kamu sering melamun akhir - akhir ini"


"Ehhh aku cuma perlu waktu buat istirahat saja"


"Istirahat...?"


"Iya istirahat"


"Jadi waktu malam kamu tidak tidur"


"Tidak"


"Kenapa kamu tidur Mayhan"


"Aku sibuk memikirkan keluargaku"


"Ohhh aku paham"


"Begitulah, kamu tahu sendiri"


"Kamu seperti perlu waktu untuk liburan Mayhan"


"Mungkin Mei"


"Bagaimana kalau aku ingin berkunjung ke rumah yang di Kota Virgham"


"Apaaaa"


"Heiii kamu kenapa kaget"


"Ehhh kenapa kamu ingin ke sana"


"Ya sekedar berkunjung saja"


"Tidak ada yang lain selain ke situ"


"Kurasa tidak"


"Astaga"


"Kenapa Mayhan"


"Tidak apa - apa"


"Jadi bagaimana"


"Haehhh baiklah kamu boleh berkunjung ke rumah"


"Hmmm baiklah"


"Kamu ada waktu kapan"


"2 hari lagi aku libur"


"Libur apa"


"Di kampus akan mengadakan rapat"


"Lalu kenapa bisa libur"


"Para pengajar kuliah harus datang ke rapat itu"


"Jadi kamu libur 2 hari karena rapat"


"Iya"


"Baiklah - baiklah"


"Lalu jadi apa tidak kita ke sana"


"Hemmm baiklah kita jadi"


"Tapi jangan beritahu ke ayah kalau aku ke Kota Virgham"


"Kenapa"


"Aku takut ayah khawatir"


"Iya baiklah"


"Kita berangkat jam berapa ke sana nanti"


"Jam 4 pagi"


"Wowww pagi sekali berangkatnya"


"Yang penting tidak terkena macet"


"Hmmm baiklah Mayhan"


"Baiklah, ayo kita pulang"

__ADS_1


"Iya Mayhan"



Ketika sampai di rumah Don Savaroni dan selesai mengantarkan Mei. Mayhan di panggil oleh anak buah dari Don Savaroni untuk berbincang secara pribadi dengannya.


"Mayhan"


"Yaa"


"Kamu di panggil Tuan Don Savaroni sekarang juga"


"Di ruangannya ?"


"Iya, segeralah masuk"


"Baiklah"


"Jangan buat dia menunggu terlalu lama"


"Aku akan ke sana sebentar lagi"


"Baiklah"


Mayhan yang mendengar arahan perintah tersebut begitu khawatir karena takut identitasnya telah terbongkar dan informasi tentang dirinya telah terdengar ke telinga Don Savaroni, tapi dengan rasa penuh keyakinan dan percaya diri akhirnya Mayhan memberanikan diri untuk bertemu dengan Don Savaroni sambil mengucapkan salam kepada Mei.


"Aku pergi menemui ayahmu ya"


"Iya Mayhan"


"Baiklah, kita ketemu lagi besok"


"Ehhh aku besok di jemput sama teman aku"


"Ohh iya baiklah"


"Maaf ya Mayhan"


"Gapapa, berarti kita ketemu lagi kapan"


"2 hari lagi"


"Berarti saat kita pergi ke Kota Virgham nanti"


"Ehh iya Mayhan"


"Baiklah"


"Tidak usah khawatir, temenku ini cewek yang jemput aku besok"


"Iya - iya"


Mei berjalan memasuki rumahnya dan Mayhan berjalan menemui Don Savaroni yang menunggu di ruangannya, ketika sampai dan menghadap di depan Don Savaroni. Sambil mengucapkan salam Mayhan begitu takut ketika berhadapan dengan Don Savaroni mengingat salah satu teman agennya telah di tangkap oleh anak buah kaki tangan dari Don Savaroni. Hal tersebut membuat Mayhan khawatir pada dirinya sendiri apakah temannya tersebut telah membocorkan informasi tentang dirinya kepada keluarga mafia Don Savaroni.


"Tuan Don Savaroni"


"Mayhann"


"Maaf membuat anda menunggu"


"Ada apa Tuan Don Savaroni"


"Bagaimana kamu dengan Mei"


"Baik - baik saja Tuan"


"Kamu menyukai dia sepenuhnya apa tidak"


"Ehhh"


"Jawab pertanyaanku Mayhan"


"Sepenuhnya Tuan Don Savaroni"


"Kamu yakin akan hal itu"


"Yakin Tuan"


"Aku hanya bisa mempasrahkan ke kamu saja"


"Iya Tuan"


"Bagiamana jika suatu hari nanti kamu harus dipaksa untuk mengkhianatinya dan apa yang kamu lakukan selanjutnya"


"Saya tetap memilih dia"


"Kenapa kamu memilih dia"


"Saya tidak bisa menjawab kenapa saya harus memilihnya"


"Kenapa tidak mengkhianati dia saja demi masa depanmu sendiri"


"Karena aku sangat mencintai Mei, maaf atas kata - kataku ini Tuan"


"Aku paham perasaan Mayhan"


"Iya Tuan"


"Aku harap kamu dan dia bisa bersama seumur hidup"


"Saya berharap begitu juga Tuan"


"2 minggu lagi dia akan libur panjang"


"Iya Tuan"


"Aku harap kamu bisa menghibur dia selama masa liburannya"


"Mei libur berapa hari Tuan"


"2 bulan"


"Baiklah Tuan"

__ADS_1


"Aku berencana membuatmu berlibur dengannya selama masa liburan itu"


"Berlibur kemana Tuan"


"Pergi ke luar kota"


"Apakah anda ikut Tuan"


"Tidak Mayhan"


"Lalu maksud Tuan Don Savaroni"


"Maksudku adalah kalian akan aku persilahkan pergi kemanapun berdua"


"Anda yakin melakukan hal itu"


"Aku yakin ke kamu Mayhan"


Mayhan sangat gembira mendengar hal itu sambil memberikan senyum kepada Don Savaroni.


"Terima kasih Tuan"


"Hmmm iya"


"Saya gembira mendengar hal itu dan hanya bisa mengucapkan terima kasih Tuan Don Savaroni"


"Iya, tapi ingat jaga dia baik - baik ya"


"Iya Tuan"


"Jangan beritahu dia terlebih dahulu"


"Kenapa Tuan"


"Aku ingin menjadikan berita ini sebagai kejutan baginya nanti"


"Baiklah Tuan"


"Sekarang silahkan pergi"


"Baik Tuan"


Mayhan berjalan keluar dari ruangan Don Savaroni dan meninggalkan kediaman rumah Don Savaroni. Apa yang dipikirkannya ternyata salah, ternyata Don Savaroni masih belum mengetahui apapun tentang dirinya dan Nico masih belum membocorkan informasi yang sebenarnya kepada keluarga mafia Savaroni.



Malam haripun tiba, jam dinding di rumah Mayhan telah menunjukkan pukul 7 malam, Mayhan yang sedang duduk di kursi ruang tamu di kejutkan suara ketukan pintu di rumahnya.


Tokkk Tokkk Tokkk


Mayhan berjalan ke arah pintu sambil berkata.


"Iya sebentar"



Klekkk


Saat pintu terbuka ternyata Yuri, Tommy, dan Garry yang mengetuk pintu tersebut sambil membawa sebuah perlengkapan alat penyadap suara.


"Kalian membuatku kaget saja" Mayhan


"Masa sudah lupa akan janjinya sendiri" Tommy


"Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu datang jam 7 malam" Yuri


"Maaf - maaf aku lupa" Tommy


"Biasa mungkin habis kencan" Garry


"Wkwkwkwkwk" Tommy


"Hahahaha" Yuri


"Wkwkwkwkwk" Garry


"Aku kebanyakan masalah akhir - akhir ini" Mayhan


"Sudahlah sekarang waktunya kita berangkat" Yuri


"Kalian bawa alat apa itu" Mayhan


"Kami bawa alat penyadap kalau nanti saat kamu berbicara dengan orang itu dan kami tidak tahu seperti apa situasimu nanti" Garry


"Bisa saja nanti orang itu meminta bertemu di tempat yang tertutup dan jauh dari pandangan kita, setidaknya kita punya alat ini biar tahu seperti apa situasimu nanti" Tommy


"Baiklah" Mayhan


"Ayo kita pergi" Yuri


"Aku akan bawa motorku" Mayhan


"Kami bawa mobil" Garry


"Mobilnya siapa" Mayhan


"Yuri baru saja beli mobil" Tommy


"Wahhh wahhh wahhh keren juga ternyata" Mayhan


"Hasil kerja keras" Yuri


"Kerja bagus Yuri" Mayhan


"Terima kasih Agen Mayhan" Yuri


"Sama - sama" Mayhan"


"Baiklah apa yang kita tunggu sekarang" Tommy


"Baiklah ayo" Yuri


"Ayo" Mayhan

__ADS_1


"Mari kita beraksi" Garry


__ADS_2