
...Kesenangan sesungguhnya...
Mayhan yang senang mendapatkan rumah baru yang diberikan dari keluarga Savaroni, langsung masuk ke dalam rumah itu serta melihat - lihat isi dari rumah dan menghabiskan waktunya di dalam rumah tersebut.
Tak terasa matahari telah tenggelam pertanda bahwa sore telah tiba di hari yang penuh dengan kejutan tersebut, seperti hari - hari biasanya Mayhan kembali menjemput Mei di depan kampus. Setibanya Mayhan di di sana terlihat Mei sedang menunggu di pinggir jalan, Mayhan yang melihat hal tersebut langsung memberhentikan motornya di depan Mei.
"Ada gadis cantik yang sedang menunggu seseorang"
"Kamu terlambat lebih parah dari biasanya"
"Berapa menit sekarang"
"39 menit"
"Hahaha maaf aku terlambat sampai 39 menit"
"Jangan bilang ke macet"
"Tidak Mei"
"Lalu apa alasanmu datang terlambat"
"Jaraknya jauh Mei"
"Jarak jauh yang bagaimana"
"Yaa jaraknya jauh sekarang"
"Kamu kan tinggal di apartemen dekat sini"
"Sekarang aku sudah pindah tempat tinggal Mei"
"Dimana"
"Di perumahan Canewood"
"Canewood rumah - rumah yang suasananya tenang itu"
"Iyaa aku sudah pindah ke sana"
"Sejak kapan kamu pindah ke sana"
"Tadi pagi aku pindah ke sana"
"Bagaimana bisa kamu mendapatkan rumah di sana"
"Nanti aku jelaskan saat di perjalanan, sekarang ayo kita pergi"
"Baiklah"
Selama di perjalanan Mayhan menceritakan kepada Mei tentang apa yang ia lakukan sehari ini dan bagaimana caranya mendapatkan rumah tersebut.
"Meii"
"Oh iya aku hampir lupa"
"Apa Mei"
"Lanjutkan yang kamu ceritakan tadi"
"Baiklah Mei"
"Nahh itu baru Mayhan si suka bercerita"
"Haehhh julukan baru lagi"
"Gapapa biar kamu punya gelar julukan nantinya"
"Baiklah"
"Heiii lanjutkan ceritanya"
"Iya iya Mei. Semua berawal saat aku menyelesaikan misi dari Tuan Andreas"
"Misi yang kamu di suruh menghancurkan gudang di pelabuhan itu kan"
"Iya betul dan misi itu berjalan dengan sukses"
"Wowww"
"Setelah itu aku menelepon Tuan Andreas untuk mengabari berita tersebut"
"Iya lanjutkan Mayhan"
'Tiba - tiba Tuan Andreas bilang kalau dia akan memberikan sesuatu kepadaku di Canewood"
"Hmmmm"
"Akhirnya aku datang ke sana dan ternyata aku diberikan rumah yang bagus"
"Tuan Andreas yang memberikan kamu rumah"
"Sebenarnya bukan dari Tuan Andreas tapi dari ayahmu juga"
__ADS_1
"Jadiii"
"Jadi apa Mei"
"Jadi kamu harus apa"
"Oh iya aku lupa"
"Harus apa ya kira - kira"
"Berterima kasih ke ayahmu"
"Nahh bagus Mayhan"
"Nanti aku sampaikan waktu di rumahmu"
"Aku ingin mendengarkannya juga"
"Iya iya Mei"
"Ini kita mau kemana Mayhan"
"Bagaimana kalau kita makan bersama Mei"
"Maksudmu bersama bagaimana"
"Ya antara kamu dan aku saja tidak ada yang lain"
"Itu namanya berdua, Mayhan"
"Ehh maaf Mei wkwkwk"
"Hmmmm sepertinya kamu perlu banyak koreksi"
"Ini bagaimana kamu mau apa tidak"
"Kalau aku mau saja Mayhan"
"Hahaha pertanda kalau kamu kelaparan"
"Heiii tidak juga yaa"
"Hahahaha Mei si tukang lapar"
"Sekarang kamu yang suka menirukan gaya ucapanku"
"Aku hanya menirukan sesuatu yang menurutku baik saja"
"Kamu banyak alasan Mayhan"
"Oh iya kita makan di mana ya"
"Oke baiklah kita kesana Mei"
"Hondresta banyak makanan enak lhooo"
"Maka dari itu ayo kita ke sana"
"Baiklah Mayhan"
Mayhan dan Mei pergi ke tempat bernama Hondresta, ketik tiba di restoran Mayhan dan Mei memesan sebuah menu yang spesial di restoran itu, sambil menunggu pesanannya datang Mayhan dan Mei duduk di kursi dengan nomor meja 17.
"Meii"
"Apa Mayhan"
"Tidak ada apa - apa"
"Kamu mau bilang apa, jangan ada yang kamu tutupi"
"Wkwkwkwk aku cuma mau bilang sesuatu ke kamu"
"Aku mau bilang kalauuuu"
"Kalau apa"
Saat Mayhan hendak mau menyatakan perasaannya kepada Mei, tiba - tiba pelayan restoran datang sambil menyajikan hidangan spesial yang mereka pesan sebelumnya.
"Ini hidangannya Tuan, Meja nomor 17 dengan hidangan menu spesial"
"Terima kasih"
"Sama - sama Pak"
Pelayan restoran tersebut pergi dan Mayhan kembali melanjutkan pembicaraannya akan tetapi Mei menyarankan untuk melanjutkan pembicaraannya setelah makan tersebut.
"Aku mau bicara sesuatu"
"Lebih baik nanti saja"
"Memang ada apa"
"Tidak baik kalau ada makanan kita masih menundanya"
"Hemmm bilang saja kamu lapar Mei"
__ADS_1
"Wkwkwkwkwk"
Mereka berdua menikmati hidangan tersebut dengan senang dan bahagia, Mayhan sendiri merasa begitu senang bisa menikmati waktu berdua dengan orang ia suka selama ini.
"Mei"
"Iya"
"Aku mau bicara sesuatu ke kamu Mei"
"Bicara apa"
"Aku minta maaf sebelumnya"
"Minta maaf buat apa"
"Ya semisal aku melakukan kesalahan"
"Sudah aku maafkan Mayhan lalu kamu mau bicara apa"
"Sebenarnya aku suka sama kamu"
Mei yang mendengarkan Mayhan berkata seperti itu sangat terkejut dan kaget.
"Kamu mau apa tidak jadi pacar aku"
"Ehhh bentar ya"
"Ada apa Mei"
"Yaa kenapa saja"
"Kaget kenapa Mei"
"Kaget kalau kamu menyatakan perasaan ke aku"
"Aku lakukan ini memang aku suka sama kamu Mei"
"Kenapa kamu suka sama aku Mayhan"
"Yaaa aku merasa senang kalau dekat sama kamu Mei"
"Hemmmm Baiklah tapi aku banyak kekurangannya"
"Aku tahu hal itu"
"Jadi kamu masih yakin sama aku"
"Aku sangat yakin lebih dari 100%"
"Hemmm itu kata - kataku"
"Hahahahaha aku suka kata - kata itu"
"Baiklah aku terima perasaanmu itu kepadaku"
"Terima kasih Mei"
"Iya Mayhan, aku juga terima kasih kalau kamu mau menerimaku apa adanya"
"Iya Mei"
Mayhan dan Mei pada hari itu memulai hubungan di antara keduanya dan selama perjalanan pulang Mei selalu memeluk Mayhan, sampai setibanya di rumah mereka berdua harus menyelesaikan kencan pertama mereka karena sudah sampai di rumah, Mayhan dan Mei berpisah saat itu juga dan berjanji akan bertemu lagi besok. Mayhan setelah itu berjalan menemui Don Savaroni untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya, ketika sudah bertemu secara langsung dengan Don Savaroni. Mayhan mengucapkan apa yang telah di berikan dari keluarga Savaroni untuknya.
"Tuan Don Savaroni"
"Ada apa kamu datang di malam seperti ini"
"Maaf mengganggu waktunya Tuan"
"Iya ada apa Mayhan"
"Saya mengucapkan terima kasih sebesar - besarnya"
"Untuk apa"
"Karena keluarga ini telah memberikan saya sesuatu yang menurut saya itu sangat istimewa"
"Aku sangat apresiasi kerjamu dalam menjaga Mei"
"Iya Tuan Don Savaroni"
"Aku ingin kamu menjaganya meskipun nyawa kamu yang jadi taruhannya"
"Aku mengerti Tuan Don Savaroni"
"Aku percayakan putriku kepadamu Mayhan"
"Iya Tuan Don Savaroni"
"Aku harap kamu bisa melindungi sampai selamanya"
"Aku akan melakukannya Tuan Don Savaroni"
"Aku yakin kamu bisa melakukannya"
__ADS_1
"Aku berharap seperti itu Tuan"
Setelah bertemu dengan Don Savaroni, Mayhan kembali pulang ke rumah barunya yang berada di Canewood. Hari itu adalah hari yang penuh dengan kejutan bagi Mayhan karena memiliki rumah baru pemberian dari keluarga Savaroni serta pada hari itu juga Mei menerima perasaan cinta darinya. Malam harinya Mayhan sangat begitu senang telah menjalani hari tersebut dan berharap cintanya dengan Mei akan tetap bertahan sampai selamanya.