Agent Love Story

Agent Love Story
Menghilang tanpa jejak


__ADS_3

...Menghilang tanpa jejak...



"Apa saja yang kamu ketahui tentang orang itu"


"Aku tidak tahu Mayhan"


"Kenapa kamu bisa tahu kalau Tuan Underboss Leo telah menangkap seorang agen mata - mata"


"Aku mendengarkan cerita dari seseorang Mayhan"


"Mendengarkan cerita dari siapa"


"Dari anak buah Tuan Underboss Leo"


"Dia bercerita apa"


"Dia bercerita kalau Tuan Underboss Leo menyuruhnya untuk mengendarai sebuah mobil dan memarkirkannya di sebuah rumah tua yang berada di tengah hutan"


"Terus"


"Setelah melakukan tugas itu, dia lalu menelepon Tuan Underboss Leo untuk memberitahukannya kalau telah memarkirkan kendaraan mobil tersebut ke tempat yang telah di perintahkannya"


"Lalu apa selanjutnya"


"Tuan Underboss Leo memerintahkannya untuk membuka bagasi mobil itu"


"Apa yang ada di dalam bagasi mobil itu"


"Ternyata di dalam bagasi mobil itu ada seseorang yang tangan dan kakinya sudah terikat"


"Terus"


"Dia membawa orang itu ke dalam rumah tua tersebut dan lalu mengikatnya di sebuah kursi"


"Nasib agen itu seperti apa sekarang"


"Aku tidak tahu"


"Bagaimana kamu bisa tidak tahu Andreas"


"Dia tidak bercerita lebih lanjut"


"Maksudmu dia bungkam saja setelah bercerita seperti itu"


"Iya Mayhan"


"Siapa nama orang itu"


"Kenapa kamu bertanya nama orang itu"


"Ehh tidak apa - apa"


"Kenapa Mayhan"


"Tidak apa - apa Andreas"


"Apa yang kamu tutupi dariku"


"Aku cuma ingin tahu identitas si agen mata - mata itu"


"Lalu buat apa kamu mengetahuinya"


"Andreas, hal seperti ini jarang terjadi"


"Apa yang kamu maksud Mayhan"


"Kalau ada seorang mata - mata hanya sebatas dari pihak kepolisian, keluarga mafia lain atau pesaing bisnis, itu sudah biasa aku mendengarkannya"


"Maksudmu ini adalah hal spesial"


"Iya tentu saja, berita semacam ini adalah berita yang sangat langka"


"Kamu betul juga Mayhan"


"Lalu siapa nama orang yang membawa agen mata - mata itu"


"Richard"


"Haa Richard"


"Kamu belum mengenalnya atau apa Mayhan"


"Aku tidak kenal dia sama sekali"


"Kamu terlalu suka menyendiri"


"Itulah kebiasaanku Andreas"


"Terserah kamu saja"


"Dia mempunyai jabatan apa"


"Masih soldier"


"Aku kira dia adalah Caporigime'

__ADS_1


"Dia bukan Caporigime tapi masih soldier sekarang"


"Kamu tahu orang itu kesehariannya ke mana saja"


"Yang aku tahu hanyalah dia sering menjadi tukang pesuruh dari Tuan Underboss Leo"


"Jadi kamu tidak tahu kemana saja dia pergi"


"Tidak Mayhan"


"Baiklah Andreas"


"Aku hanya memberitahukan itu saja Mayhan"


"Iya Andreas"


"Aku pamit pergi Mayhan


"Hati - hati di jalan Andreas"


"Terima kasih atas perbincangannya"


Sesuai perbicangan tersebut Andreas pergi keluar meninggalkan rumah Mayhan, perasaan takut dan panik seketika datang menghantui Mayhan.


"Baiklah - baiklah jangan panik jangan panik" Mayhan berjalan ke sana kemari


Mayhan begitu khawatir kalau itu adalah salah satu dari teman agennya yang telah di tangkap oleh Tuan Underboss Leo.


"Mungkin itu orang lain, mungkin itu orang lain, tapi agen mana lagi yang di kirim untuk menyusup ke keluarga Savaroni" Mayhan sambil berjalan ke sana kemari dengan pikiran yang sangat kacau


Mayhan yang panik akan hal itu seketika pergi berangkat ke rumah apartemennya yang lama untuk menemui teman - teman agennya.



Ketika sampai di rumah apartemennya yang lama, Mayhan mengetuk pintu ruangan apartemennya dengan cukup keras dan berkali - kali akan tetapi tidak mendapatkan respon sama sekali dari teman - temannya, sedangkan di sisi lain teman - teman hanya melihat pintu tersebut yang sedang di ketuk oleh seseorang.


Tok Tok Tok (Bunyi ketukan pintu)


"Yuri" Hussein


"Iya" Yuri


"Kamu lihat siapa orang itu" Hussein


"Baik Hussein" Yuri


"Kalau orang itu bersenjata tembak saja dari balik pintu itu" Arthur


"Baik" Yuri



"Hei, Hei" Yuri


"Kenapa" Arthur


"Itu Mayhan ternyata" Yuri


"Ahhh sial" Hussein


"Dia bikin kaget saja" Flo


"Aku buka pintunya ya" Yuri


"Iya" Hussein



Klekkk (Suara pintu terbuka)


Yuri membukakan pintu tersebut lalu Mayhan masuk ke dalam ruangan dan bertemu kembali dengan teman - teman agennya, Mayhan menceritakan semua apa yang telah di bicarakan oleh Andreas saat di rumahnya.


"Heii dengarkan aku" Mayhan


"Apa Mayhan" Arthur


"Ini gawat"


"Kenapa" Flo


"Gawat kenapa" Ega


"Apanya yang gawat" Jefri


"Aku punya berita buruk" Mayhan


"Berita buruk apa" Jefri


"Berita apa" Hussein


"Ada apa sebenarnya" Tommy


"Tenangkan dirimu dulu Mayhan lalu bicarakan semuanya secara pelan - pelan" Gordo


"Haehhh baiklah Gordo" Mayhan


"Bagus" Gordo

__ADS_1


"Jadi begini, tadi Andreas datang ke rumahku lalu aku menemuinya juga" Mayhan


"Terus" Gordo


"Tadi dia bicara panjang lebar tapi intinya mereka telah menangkap seorang agen mata - mata" Mayhan


"Woww woww" Michael


"Siapa yang mereka tangkap" Micha


"Aku dan Andreas tidak tahu siapa orang itu" Mayhan


"Kita semua masih lengkap" Jessie


"Iya itu betul" Flo


"Kalian yakin" Mayhan


"Kami yakin kalau kita semua masih lengkap" Jessie


"Iya kita semua masih lengkap" Flo


"Kurasa tidak" Yuri


"Haaa apa" Flo


"Kurasa jumlah kita sudah tidak lengkap sekarang" Yuri


"Apa yang kamu maksud" Flo


"Yang aku maksud adalah Nico" Yuri


"Ada apa dengannya" Garry


"Kurasa dia yang telah di tangkap oleh mereka" Yuri


"Kamu berkata seperti itu tahu darimana" Jessie


"Kalian lihat sekarang, dia apa ada di sini" Yuri


"Ohh iya aku baru ingat kalau Nico tidak ada di sini sekarang" Garry


"Dia sudah menghilang selama 6 bulan" Yuri


"Ohhh iya dia sudah tidak memberikan kabar apapun ke kita selama 6 bulan ini" Yedha


"Haehh aku kira dia sedang menyusupi keluarga itu sampai - sampai dia merelakan agar tidak pulang" Garry


"Aku kira dia sudah punya rumah sendiri sama seperti Mayhan" Jessie


"Jadi bagaimana selanjutnya sekarang" Yedha


"Ada yang punya solusi" Tommy


"Kurasa kita semua harus mencari kepastian tentang berita buruk itu" Mayhan


"Tapi bagaimana caranya" Garry


"Kita cari tahu siapa orang yang telah di tangkap oleh keluarga mafia Savaroni itu" Mayhan


"Kalau orang itu benar - benar Nico ?" Yedha


"Kita akan membebaskannya" Mayhan


"Kalau orang itu adalah orang lain" Yedha


"Kita lihat siapa orang itu sebenarnya meskipun orang itu bukan Nico" Mayhan


"Lalu" Yedha


"Kalau orang itu adalah informan dari lembaga lain" Tommy


"Kita tetap akan membebaskannya dan mencari informasi lain tentang keberadaan Nico" Mayhan


"Baiklah" Tommy


"Tapi kalau orang itu adalah anggota mafia dari keluarga lain" Arthur


"Kita tidak akan membebaskannya" Mayhan


"Kenapa" Arthur


"Karena aku tidak ingin menambah masalah yang baru" Mayhan


"Hmmm baiklah" Arthur


"Kami sekarang hanya menuruti solusimu itu" Ega


"Aku harap pencarian ini akan membuahkan hasil kedepannya" Mayhan


"Kita semua berharap seperti itu" Flo


"Semoga keberuntungan masih ada di pihak kita" Ega


"Semoga saja" Mayhan


Mayhan dan yang lainnya berusaha keras untuk mencari keberadaan tentang Nico akan tetapi hal itu tidaklah mudah bagi mereka karena itu semua di butuhkan perjuangan yang cukup keras.

__ADS_1


__ADS_2