Agent Love Story

Agent Love Story
Perundingan serangan


__ADS_3

...Perundingan serangan...



Tak terasa malam hari pun telah tiba setelah merayakan pesta selama setengah hari penuh untuk menyambut kedatangan Don Savaroni pulang ke rumahnya. Mayhan kembali pulang ke apartemen yang lama dan bertemu dengan teman - teman agennya.


"Wah wah wah lihat siapa yang baru saja pulang" Michael


"Aku kira kamu sudah lupa melupakan kami semua" Yedha


"Kemana saja kamu" Micha


"Sudah lama aku tidak mendapatkan kabar darimu" Yuri


"Aku hanya fokus ke mereka saja dan aku takut kalau identitas terbongkar maka dari itu aku memutuskan untuk tidak pulang ke sini" Mayhan


"Jangan terlalu terbawa perasaan ke keluarga mereka" Flo


"Aku tidak terbawa perasaan ke mereka" Mayhan


"Sudah lupakan semuanya" Flo


"Yang penting sekarang kamu sudah kembali pulang ke sini dan memberikan kabar ke kami" Yuri


"Kamu masih setia ke atasanmu" Jefri


"Aku masih setia ke negaraku dan atasanku" Mayhan


"Baiklah kalau begitu" Jefri


"Oh iya aku dengar kamu berhasil naik pangkat ke Caporigime" Tommy


"Iya itu betul" Mayhan


"Itu peluang kita untuk menjatuhkan keluarga mafia Savaroni dengan lebih cepat lagi" Hussein


"Kamu betul Hussein, kita semua hanya perlu masuk ke keluarga mereka dan mencuri semua data informasi mereka" Garry


"Baiklah kalau itu rencana kalian semua" Mayhan


"Kami akan bergabung jadi anak buahmu" Hussein


"Menurut aku, kita semua jangan hanya berfokus ke Mayhan saja tapi kita semua harus menyebar agar kita tidak di curigai" Arthur


"Kalau kita masuk ke keluarga itu hanya bekerja untuk Mayhan, kita semua akan mudah di ketahui dan terutama Mayhan sendiri akan terbongkar identitasnya" Jessie


"Jangan remehkan keluarga mafia Savaroni" Michael


"Meskipun Mayhan berhasil menyusup lebih dalam ke keluarga mereka tentu hal itu tidak menentukan mereka bisa percaya sepenuhnya ke Mayhan sendiri" Flo


"Kalian betul, Andreas saja masih tidak memberitahukan apa pun soal ruangan arsip itu dan aku baru mengetahuinya hari ini" Mayhan


"Nahh betul apa yang aku ucapkan tadi" Flo


"Mereka benar - benar sangat pintar dalam menghadapi masalah seperti ini" Yuri


"Lalu ke depannya bagaimana" Hussein


"Kalian akan tersebar menjadi beberapa bagian dan bekerja untuk beberapa tuan dan masing - masing dari kalian memiliki tuan yang berbeda - beda" Mayhan


"Itu yang aku rencanakan" Flo


"Baiklah kalau itu rencananya" Hussein


"Tapi sekarang kita harus membahas rencana penyerangan nanti juga" Yuri


"Pertemuan mereka diadakan jam berapa" Arthur


"Jam 11 malam" Nico

__ADS_1


"Tinggal 4 jam lagi"  Yedha


"Kamu benar" Arthur


"Aku serahkan ini semua kepada Agen Mayhan dan Agen Nico karena kalian berdua ahli taktik saat pelatihan dulu" Yuri


"Baiklah akan aku rencanakan" Mayhan


"Jadi begini pertemuan itu diadakan di ruangan kantor utama Anthonio dan tentunya seluruh pintu di kunci secara rapat - rapat lalu bagaimana rencanamu selanjutnya" Nico


"Kita akan menyerang melalui atap karena aku dulu pernah menyusup ke tempat itu melalui atap"


"Woww kamu beraksi di luar dugaan ya hahaha" Yuri


"Itu semua demi informasi" Mayhan


"Tapi bagaimana caranya kita mengetahui kalau mereka sudah tiba atau tidak" Ega


"Aku pernah memasang alat penyadap di ruangan kerja utamanya" Mayhan


"Nahh kita gunakan alat penyadap itu untuk mengetahui kalau mereka sudah datang atau tidak" Gordo


"Kerja bagus Agen Mayhan" Nico


"Terima kasih atas pujiannya" Mayhan


"Senjata apa yang kita gunakan" Ega


"Ini akan menjadi baku tembak di dalam ruangan jadi tentunya kita hanya butuh senjata kelas jarak dekat" Gordo


"Bagiamana kalau M4" Yuri


"Kurasa itu tidak menguntungkan kita nantinya karena M4 terlalu panjang" Nico


"Mungkin AK - 74Su" Garry


"Kalau begitu kita gunakan senjata itu" Nico


"Baiklah kita pakai itu" Flo


"Baiklah tim 1 akan aku pimpin kita akan masuk melalui atap sebelah pintu depan dan tim 2 akan di pimpin oleh Nico akan melalui atap juga tapi dari pintu belakangnya" Mayhan


"Lalu bagaimana dengan mereka" Yedha


"Kita hanya menangkap para pejabat korup dan membunuh semua para mafia yang ada di tempat itu termasuk Anthonio" Mayhan


"Kenapa kita harus membunuh Anthonio juga" Yedha


"Untuk memberikan salam kepada Tuan Don Savaroni kalau kita siap menghancurkan keluarga mafia mereka" Nico


"Hahaha salam indah dari kita" Yedha


"Setelah semua itu selesai kita akan meninggalkan sebuah jejak yaitu dengan cara meletakkan sebuah sobekan kain rompi berwarna kuning untuk meninggalkan bukti kalau gangster Bustofa yang melakukan semua itu" Nico


"Rencana yang terperinci ternyata" Hussein


"Kemungkinan seperti itu misi kita nanti" Mayhan


"Aku setuju rencana itu" Yuri


"Apa ada yang keberatan" Mayhan


"Kurasa semuanya tidak keberatan" Nico


"Baiklah kalau begitu" Mayhan


"Ayo kita bersiap - siap" Nico


"Tunggu sebentar" Mayhan

__ADS_1


"Ada apa lagi Mayhan" Nico


"Dulu sewaktu aku menyusup ke tempat itu, aku pernah mendapatkan informasi tentang Andreas" Mayhan


"Informasi apa" Yuri


"Saat aku menemukan sebuah foto di dinding ruangan kerjanya dan di belakang foto itu tertulis nama Andreas yaitu atasan dari Anthonio" Mayhan


"Ya lalu kenapa" Yuri


"Di foto itu tertulis bahwa Andreas sehari - hari berada di tempat daur ulang mobil bekas di pinggiran Kota Jakosta" Mayhan


"Apa yang kamu maksud" Yuri


"Yang aku maksud adalah Andreas selalu di bar miliknya setiap hari tapi mengapa di foto itu tertulis sehari - hari di tempat daur ulang mobil bekas" Mayhan


"Ada suatu rahasia yang mereka sembunyikan" Nico


"Ada banyak tempat daur ulang mobil bekas di kota ini" Gordo


"Ada berapa" Mayhan


"12" Gordo


"Kurasa kita harus mendatangi tempat daur ulang mobil bekas secara satu persatu untuk tahu yang mana tempat yang di maksud oleh mereka" Mayhan


"Kamu betul Mayhan" Nico


"Mungkin mereka menyembunyikan obat - obatan narkotika mereka dalam jumlah besar ada di sana" Yuri


"Aku tidak tahu apa yang mereka sembunyikan di sana" Mayhan


"Mereka masih belum percaya kepada Mayhan ternyata" Flo


"Jangan khawatir soal itu, nanti kami akan memeriksa semua tempat daur mobil bekas secara satu per satu" Ega


"Nanti aku akan memberitahumu secara langsung kalau salah satu dari kita telah menemukan titik terang soal itu" Nico


"Iya Nico" Mayhan


"Tapi kalau kamu yang menemukan titik terang terlebih dahulu, kamu juga harus melaporkan ke kami" Nico


"Jangan asal main sendiri kalau terjadi apa - apa bagaimana" Yuri


"Hmmm baiklah aku minta maaf ke kalian semua sebelumnya atas tindakanku selama ini" Mayhan


"Lain kali jangan seperti itu" Nico


"Iya Nico tapi aku melakukan semua ini hanya ingin kalian semua tidak kenapa - kenapa" Mayhan


"Aku tahu kamu peduli dengan kami tapi kita semua ini adalah saudara yang sebenarnya meskipun kita tak sedarah" Yuri


"Maaf kalau selama ini aku melakukan secara sendiri dan tidak meminta bantuan kalian tapi lain kali aku akan meminta kalian untuk membantuku" Mayhan


"Baiklah Mayhan kuharap kamu melakukannya suatu saat nanti" Nico


"Iya Nico" Mayhan


"Baiklah ayo kita pergi ke tempat Anthonio" Nico


"Ayo" Mayhan


"Aku sudah tidak sabar untuk baku tembak" Yuri


"Ayo kita habisi mereka" Arthur



Mayhan dan teman temannya mempersiapkan persenjataan mereka untuk melakukan penyerangan dan penangkapan ke beberapa pejabat korup di tempat usaha milik Anthonio dan malam itu akan menjadi malam berdarah.

__ADS_1


__ADS_2