Agent Love Story

Agent Love Story
Siapa dalang sebenarnya


__ADS_3

...Siapa dalang sebenarnya...



Orang - orang tersebut menembak secara membabi buta ke arah Bar Rafeli sampai peluru kotak magazine pertama mereka habis. Mayhan dan Andreas tidak tinggal diam saat itu.


"Mayhan"


"Ada apa"


"Mereka berhenti menembak"


"Mungkin kotak peluru pertama mereka habis, Tuan"


"Kita harus susun rencana untuk serangan balasan Mayhan"


"Aku akan mengalihkan perhatian mereka Tuan, dengan cara melakukan tembakan dari sini"


"Baiklah kalau itu yang kamu mau Mayhan"


"Aku akan mengalihkan perhatian mereka, selama aku bisa Tuan"


"Kamu mengalihkan perhatian mereka maka aku akan menyerang mereka dari arah belakang"


"Bagiamana caranya Tuan"


"Aku akan keluar dari Bar melalui pintu belakang dan berjalan memutari mereka secara diam - diam setelah itu menembaki mereka dari arah belakang"


"Aku berharap anda bisa melakukannya Tuan"


"Aku juga berharap seperti itu Mayhan"


"Baiklah mari kita lakukan Tuan"


Setelah menyusun rencana serangan balasan dengan Mayhan, secara cepat Andreas keluar dari Bar Rafeli melalui pintu belakang sedangkan Mayhan berusaha melakukan tembakan balasan untuk mengalihkan perhatian mereka. Andreas berjalan secara diam - diam memutari mereka untuk berencana menembak dari arah belakang.



Ketika sudah di posisi yang tempat untuk menembak para penyerang dari arah belakang, tidak menunggu lama Andreas langsung melepaskan tembakan ke arah mereka yang membuat mereka panik dan kabur meninggalkan tempat itu serta ada beberapa dari mereka harus tewas di tempat karena tembakan dari Andreas. Atas kejadian baku tembak tersebut 4 orang dari pihak para penyerang harus tewas di tempat dan setelah kejadian itu Andreas langsung berteriak ke Mayhan.


"MAYHAN KAMU MASIH HIDUP"


"AKU MASIH HIDUP TUAN"


"KAMU KELUAR DARI BAR SEKARANG SEMUANYA SUDAH AMAN"


"UNTUK APA TUAN"


"KAMU HARUS TAHU HAL INI"


"BAIKLAH TUAN AKU AKAN KESITU"


Kecurigaan mulai muncul ketika Andreas mengetahui salah satu dari keempat jasad penyerang itu yang ternyata adalah teman seperjuangannya sewaktu Andreas pertama kali masuk di keluarga mafia Savaroni.


"Ada apa Tuan Andreas"


"Aku mengenal salah satu dari keempat jenazah ini"


"Siapa dia Tuan"


"Nama dia Pova"


"Apakah dia dari keluarga kita juga"


"Iya Mayhan"


"Lalu yang ketiga lainnya itu"


"Aku tidak mengenal kalau yang itu"


"Apakah ini merupakan bagian dari rencana pengkhianat dan kudeta ke Don Savaroni"

__ADS_1


"Seperti iya Mayhan"


"Mungkin mereka berpikir kita adalah loyalis Don Savaroni"


"Siapa pengkhianat sebenarnya"


"Aku tidak tahu soal itu Tuan Andreas"


"Tidak mungkin kalau serangan dari keluarga lain"


"Anda betul Tuan terlebih lagi kita menemukan banyak kejanggalan atas penyerangan ini"


"Iya kamu betul Mayhan"


"Para penyerang ini lebih menonjolkan ke keluarga kita sendiri"


"Banyak bukti yang telah kita temukan sekarang tapi kita masih belum tahu siapa dalang di balik semua ini"


"Kita tidak boleh tinggal diam atas semua masalah ini Tuan"


"Tentu aku tidak akan tinggal diam melihat pengkhianat itu sukses melakukan apa yang dia inginkan"


"Jadi kita harus melakukan sesuatu sebelum mereka mengambil kursi Don di keluarga kita"


"Kalau mereka berhasil mengambil kursi Don kita sebagai loyalis Don Savaroni pasti akan di bunuh"


"Itu yang aku takutkan juga Tuan Andreas"


"Aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari informasi tentang kegiatan apa saja yang Pova lakukan sebelum dia tewas hari ini"


"Baiklah kalau begitu Tuan Andreas"


"Mungkin itu perlu waktu juga"


"Iya Tuan Andreas tapi aku juga akan mencari informasi tentang kegiatan sehari - hari para petinggi keluarga mafia Savaroni dan hubungan pertemanan mereka dengan keluarga mafia lain"


"Berhati - hatilah Mayhan"


"Semoga kita bisa menemukan pengkhianat itu Mayhan"


"Semoga saja Tuan Andreas"



Malam hari pun tiba, setelah Mayhan kembali pulang mengantarkan Mei ke rumahnya, Mayhan kembali pulang lagi ke apartemennya menceritakan semua kejadian yang telah dia alaminya tadi siang di Bar Rafeli kepada teman - temannya.


"Hari ini adalah hari sialku" Mayhan


"Kamu harus bersabar Mayhan" Yuri


"Hari ini aku di serang sebanyak dua kali oleh orang tak dikenal" Mayhan


"Gilaa 1 hari mendapatkan 2 serangan sekaligus, hebat kamu bisa hidup sampai sekarang" Yedha


"Aku tadi datang ke Bar Rafeli hanya niat mau bercerita kepada Andreas kalau aku habis di serang oleh seseorang misterius yang tak dikenal ternyata tempat itu di serang juga oleh segerombolan orang misterius dengan bersenjata lengkap" Mayhan


"Hahaha hanya ingin mau bercerita kalau habis di serang ternyata di serang lagi kamu Mayhan" Flo


"Keberuntungan masih di pihakku hari ini" Mayhan


"Si pengkhianat itu bukan orang sembarangan" Gordo


"Kamu betul Gordo" Micha


"Penyerangan pertama terjadi di kampus Mei sedangkan penyerangan kedua lebih brutal dari penyerangan pertama karena melibatkan banyak orang dan penggunaan senjata api jenis AK" Mayhan


"Bagaimana mereka bisa tahu semua ini" Yuri


"Aku tidak tahu soal itu tapi sebelum terjadi penyerangan besar aku menemui Andreas terlihat dia juga di serang oleh beberapa orang" Mayhan


"Jadi tempat itu di serang 2 kali begitu ya" Flo

__ADS_1


"Iya" Mayhan


"Ini sudah jelas kalau di keluarga Savaroni ada seorang pengkhianat yang melakukan semua ini" Arthur


Saat di tengah - tengah pembicaraan tersebut secara tiba - tiba Nico datang sambil membawa berita penting.


"Mayhann" Nico


"Aku mendapatkan informasi" Nico


"Informasi apa" Mayhan


"Para petinggi Savaroni ada 3 yaitu 2 Underboss dan 1 Consigliere" Nico


"Siapa saja mereka" Hussein


"Pertama di Underboss ada dua yaitu Leo dan Bruno mereka berdua memiliki koneksi di berbagai mafia tapi Bruno memiliki catatan pernah masuk penjara sedangkan Leo memiliki aktivitas sering bertemu dengan keluarga mafia lain" Nico


"Lalu yang satunya" Hussein


"Yang terakhir bernama Vito mempunyai kedudukan pangkat Consigliere di keluarga mafia Savaroni, dia tidak memiliki catatan khusus apa pun hanya sekedar sebagai penasehat saja"


"Berarti kita harus fokus ke dua orang saja yaitu Leo dan Bruno" Hussein


"Iya benar, mereka sangat mencurigakan jika dilihat dari catatan informasi yang didapatkan oleh Nico ini" Jefri


"Baiklah kita hanya fokus ke para Underboss itu" Arthur


"Aku akan mencari informasi lebih banyak lagi tentang kedua orang itu selebihnya kalian awasi mereka secara langsung kegiatan sehari - harinya" Mayhan


"Kamu tunjuk siapa yang akan melakukannya" Michael


"Nanti Yuri dan Jefri akan yang mengawasi Leo" Mayhan


"Lalu yang Bruno" Michael


"Sedangkan Garry dan Tommy akan mengawasi Bruno" Mayhan


"Baiklah aku akan melakukannya Mayhan" Yuri


"Mei juga akan membantu mencari informasi" Mayhan


"Apakah dia sudah tahu kalau kamu seorang Agen" Nico


"Belum" Mayhan


"Jangan sampai dia tahu hal itu" Nico


"Aku tahu hal itu Nico" Mayhan


"Dia akan membantu kita mencari informasi tentang siapa saja teman dari para petinggi itu" Mayhan


"Bagaimana mencari informasi seperti itu" Nico


"Yang pasti dia mencari informasi seperti itu melalui ayahnya" Mayhan


"Maksudnya bertanya kepada ayahnya itu" Garry


"Iya betul Garry" Mayhan


"Kita takut ayahnya justru mencurigai dia" Nico


"Mencurigai dalam hal apa" Mayhan


"Mencurigai kenapa dia bertanya seperti itu" Nico


"Tenang saja Nico, aku tahu Mei bisa melakukannya" Mayhan


"Kita lihat kedepannya" Nico


Mayhan dan teman - temannya sudah menentukan siapa yang akan di awasi kedepannya untuk mengetahui siapa pengkhianat sebenarnya di keluarga Savaroni. Mayhan masih memikirkan keadaan Mei seperti apa kedepannya karena keadaan keluarga Savaroni sekarang harus menghadapi dua kekuatan besar yaitu keluarga Yakuza dan seorang pengkhianat di keluarga Savaroni sendiri, karena kondisi seperti ini Mayhan harus bertarung melawan kedua kekuatan besar itu dalam satu waktu.

__ADS_1


__ADS_2