
...Pertikaian darah...
Hari peperangan pun telah tiba, Mayhan kembali mendatangi Andreas yang berada di sebuah bar bernama Rafeli. Terlihat Andreas sedang mempersiapkan persenjataannya dalam melakukan perampokan sekaligus perang terhadap keluarga mafia Yakuza.
"Tuan Andreas"
"Ohhh Mayhan akhirnya kamu datang juga"
"Aku sudah siap Tuan Andreas"
"Senjata apa yang kamu bawa"
"Senjata M416"
"Bagus Mayhan"
"Kita akan pergi menyerang ke daerah mana Tuan Andreas"
"Kita akan menyerang ke 2 tempat yang pertama daerah Chinatown Kasino Dragontrail yang kedua di Chinatown juga akan tetapi di gudang obat - obatan narkotika mereka"
"Berapa orang dari pihak kita yang akan melakukan penyerangan terbuka ini"
"Cuma 12 orang termasuk kamu dan aku, Mayhan"
"12 orang terdapat 2 target"
"Iya Mayhan nanti akan terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan menyerang Kasino Dragontrail sedangkan kelompok yang kedua akan menyerang gudang obat - obatan narkotika mereka"
"Siapa saja nama - nama anggota yang sudah terbagi menjadi kelompok 1 dan 2"
"Kelompok pertama kamu yang memimpinnya Mayhan, sedangkan kelompok kedua aku yang akan memimpinnya, jelaskan Mayhan"
"Jelas Tuan Andreas, tapi tujuan misi penyerangan kelompok pertama apa"
"Kamu hanya cukup menghabisi semua penjaga kasino itu dan mengambil semua uang di kasino senilai 5.000.000$ sesuai informasi yang aku dapatkan dari informan ku"
"Aku mengerti Tuan Andreas"
"Baiklah Mayhan, ayo kita semua berangkat kurasa sudah cukup persiapannya"
__ADS_1
"Iya Tuan Andreas"
Rombongan Mayhan, Andreas dan yang lainnya berangkat menggunakan 4 mobil yang menuju wilayah daerah Chinatown untuk melancarkan aksinya sebagai bentuk serangan balasan yang telah keluarga Yakuza lakukan pada kejadian di rumah sakit. Akan tetapi setibanya di sebuah persimpangan jalan di daerah wilayah Chinatown 2 mobil yang berisi rombongan Andreas memisahkan diri dikarenakan Mayhan dan Andreas memiliki tugas masing - masing, Andreas bergerak menyerang gudang narkotika sedangkan Mayhan bergerak menyerang kasino Dragontrail.
Setibanya di lokasi tempat parkir basement Kasino Dragontrail, Mayhan dengan yang lainnya mempersiapkan persenjataan sekali lagi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sewaktu di tengah - tengah kontak senjata nanti.
"Baiklah semuanya periksa senjata kalian serta peluru sekali lagi, aku tidak mau hal yang tidak di ingin kan terjadi sewaktu terjadi kontak senjata nanti, kalian semua periksa apakah senjata yang kalian pakai mengalami kemacetan, kerusakan atau semacamnya"
Setelah pengecekan senjata tersebut dan dirasa semua sudah siap dengan senjatanya masing - masing, mereka semua bergerak menuju pintu masuk yang berada di atas lokasi parkiran kasino.
Setibanya di atas dan hendak memasuki pintu masuk kasino terdapat 2 penjaga yang sedang melakukan pengecekan terhadap para pengunjung kasino akan tetapi hal tersebut bukan hal yang sulit bagi Mayhan, dengan hanya bermodal sebuah pisau dan berjalan secara santai mendekati para penjaga tersebut secara mengejutkan Mayhan langsung menusuk penjaga tersebut menggunakan pisau ke lehernya lalu mencabut pisau tersebut dan melemparkannya ke arah penjaga satunya hal tersebut adalah peluang untuk membuka jalan masuk bagi yang lainnya untuk bisa memasuki kasino, setelah memasuki kasino Mayhan langsung menembakkan senjatanya ke arah atap - atap kasino, secara sigap para mafia dan penjaga yang berada di kasino mengeluarkan senjata serta berusaha menyerang Mayhan dan yang lainnya.
Dorrrr
Dorrrr
Dorrrr
Dalam pertempuran yang sengit tersebut kelompok Mayhan lah yang berhasil menang meskipun harus ada 2 orang yang harus tewas. Setelah pertempuran tersebut Mayhan dan yang lainnya berjalan menuju tempat penyimpanan brangkas untuk mengambil uang, akan tetapi masalah baru pun muncul ketika Mayhan dan yang lainnya melihat brangkas tersebut begitu besar dan terkunci menggunakan sidik jari dengan terpaksa Mayhan mendatangi ruangan para petinggi kasino untuk memotong jari - jari mereka, ketika Mayhan kembali dengan membawa jari - jari petinggi kasino dan berusaha membuka brangkas tersebut secara mengejutkan brangkas itu terbuka dan di dalamnya terdapat tumpukan uang dalam jumlah yang banyak. Sadar tidak akan banyak waktu yang tersisa, Mayhan menyuruh beberapa orang penjudi yang berada di kasino tersebut untuk membantu kelompoknya memasukan uang ke dalam mobil. Saat sedang memindahkan uang dari brangkas ke dalam mobil, Mayhan melihat sebuah susunan kepangkatan keluarga mafia Yakuza dan terlihat beberapa nama serta foto yang tertempel di dinding tersebut.
Setelah semua uang sudah masuk mobil, dengan segera Mayhan dan yang lainnya bergegas meninggalkan kasino itu, akan tetapi saat hendak meninggalkan tempat tersebut, Mayhan melihat sebuah mobil mewah yang berisi dengan orang - orang berkulit wajah Asia dan salah satu dari mereka mempunyai wajah yang sama dengan salah satu foto yang tertempel di ruangan kasino, lalu Mayhan ingat bahwa orang tersebut adalah seorang anggota mafia yang berpangkat Caporigime dari keluarga mafia Yakuza. Sadar orang itu merupakan target penting dari keluarga Savaroni secara tiba - tiba Mayhan keluar dari mobil dan mencuri sebuah motor yang berada dekat situ lalu mengejar mobil tersebut. Sewaktu dalam pengejaran Mayhan berulang kali menembakkan senjatanya agar mobil itu meledak dan menewaskan semua yang berada di dalamnya,
Dengan perjuangan yang cukup keras, Mayhan berhasil menembak kedua roda belakang mobil itu lalu membuat mobil tersebut tergelincir dan terbalik. Semua yang berada di dalam mobil itu pun seketika tewas terkecuali sang Caporigime Yakuza yang masih bisa hidup dan keluar melalui jendela mobil meskipun mengalami banyak luka. Sadar bahwa tidak bisa membawa Sang Caporigime Yakuza tersebut menggunakan sepeda motor seketika Mayhan memberhentikan sebuah mobil dan mencurinya untuk membawa Caporigime Yakuza itu ke tempat Bar Rafeli sekaligus markas dari Andreas.
Setibanya di belakang Bar Rafeli, Mayhan di sambut bagaikan pahlawan karena berhasil membawa salah satu petinggi Yakuza dan bahkan Andreas akan memberitahu berita ini kepada Sang Don Savaroni untuk menaikkan pangkat Mayhan sebagai bentuk ucapan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Mayhan.
__ADS_1
"Mayhannn, kamu benar - benar hebat bisa menangkap petinggi mafia ini"
"Terima kasih Tuan Andreas"
"Aku akan memberitahukan berita ini kepada Don kita agar dia bisa senang setelah mendengarkan kabar berita penangkapan ini"
"Tentu kita harus memberitahunya"
"Mayhan, Don kita pasti senang tentu saja kamu nanti akan diangkat menjadi soldier dan di undang ke rumah besarnya"
"Terima kasih Tuan Andreas, aku juga berharap seperti itu"
Andreas seketika menelepon Don Savaroni lalu mengabari bahwa mereka sukses telah melakukan penyerangan dan berhasil menangkap salah satu petinggi Yakuza.
Tutttt Tutttt Tutttt
"Ya, Andreas ada apa"
"Ahhh Tuan Savaroni, kami berhasil menyelesaikan misi ini"
"Kerja bagus Andreas"
"Salah satu dari kami berhasil menangkap sesuatu yang akan dijadikan sebuah hadiah untuk anda"
"Hadiah apa Andreas"
"Tentu saja ini sangat membuat anda senang Tuan ku"
"Apa yang kamu maksud Andreas"
"Salah satu dari kami menangkap secara hidup - hidup petinggi mafia Yakuza"
"Siapa nama orang yang berhasil menangkap petinggi mafia itu"
"Associates Mayhan, Tuan Savaroni"
"Andreas kamu bilang ke dia untuk menemui ku, 2 hari lagi di rumah ku"
"Baiklah Tuan, saya akan menyampaikannya"
"Baiklah Andreas"
__ADS_1
"Iya Tuan Savaroni"
Mayhan, Andreas dan yang lainnya merayakan kemenangan mereka atas penyerangan yang telah di lakukan kepada keluarga mafia Yakuza yang di laksanakan pada hari itu, pesta begitu meriah pun diadakan di Bar Rafeli sampai larut malam. Hal tersebut merupakan rencana awal Mayhan yang melakukan pendekatan bagaimana pun caranya untuk bisa mengetahui kejahatan dari keluarga mafia Savaroni.