Agent Love Story

Agent Love Story
Serangan kejutan


__ADS_3

...Serangan kejutan...


Mayhan tahu bahwa ada seorang pengkhianat di keluarga mafia Savaroni, dengan segera kembali pulang ke apartemennya untuk memberitahu kejadian yang telah dialaminya tersebut kepada Nico dan teman - temannya, sewaktu tiba di apartemennya Mayhan lalu menceritakan semuanya kepada Nico dan menanyakan informasi tentang para petinggi mafia keluarga Savaroni kepada teman - temannya.



Klekkkkkk


"Nicooo"


"Ada apa Mayhan"


"Ada masalah besar Nico"


"Ada masalah apa sampai - sampai membuatmu kembali pulang lagi"


"Tadi pagi aku mengantarkan Mei ke kampus seperti hari - hari biasanya tapi ada seseorang yang mengikutiku sampai aku selesai mengantarkan Mei ke kampusnya"


"Setelah itu apa yang terjadi"


"Orang itu tidak mengikutiku tapi justru mengikuti Mei"


"Lalu responmu seperti apa"


"Secara terpaksa aku juga harus mengikuti orang itu dari belakang yang waktu itu orang misterius tersebut sedang mengikuti Mei"


"Terus apa yang terjadi selanjutnya"


"Waktu di depan toilet aku langsung menangkap orang itu dan membawanya ke dalam toilet"


"Orang itu bicara apa saja"


"Dia tidak bicara justru malah melawanku tapi aku berhasil mengalahkannya"


"Orang itu bagaimana sekarang"


"Dia melakukan bunuh diri dan lebih memilih untuk tidak membocorkan informasinya"


Seketika Nico pun terdiam dan tidak berkata apa pun setelah mendengar berita penyerangan tersebut dari Mayhan.


"Kalian ada yang tahu siapa saja petinggi di keluarga mafia Savaroni" Mayhan


"Kenapa kamu tiba - tiba menanyakan hal itu" Jessie


"Sepertinya Agen Mayhan sedang mencurigai para petinggi keluarga Savaroni" Ega


"Masalahnya yang tahu bahwa aku yang menjalankan tugas untuk menjaga Mei hanya para petinggi keluarga mafia itu saja" Mayhan


"Apa yang di curigai ada benarnya juga" Hussein


"Kalau Tuan Savaroni berhasil dibunuh oleh para pengkhianat itu kemungkinan besar peluang kita untuk masuk lebih dalam ke keluarga mafia ini semakin kecil" Mayhan


"Kamu betul juga" Flo


"Terlebih lagi sekarang kamu sudah di percaya oleh Don Savaroni jadi sekarang kamu harus mempertahankan posisi Don Savaroni dari para pengkhianat ini" Arthur

__ADS_1


"Apa yang di katakan Arthur ada benarnya juga" Michael


"Ini juga demi kebaikan misi kita dan kebaikan banyak orang" Yuri


"Baiklah sekarang kita harus saling berkerja sama untuk mencari siapa itu pengkhianatnya" Gordo


"Aku setuju yang kalian usulkan" Nico


"Tapi kita semua butuh waktu 3 hari untuk mendapatkan informasi tentang mereka" Tommy


"Kalau Mayhan berhasil mendapatkan pangkat untuk menjadi Caporigime ini akan memberikan dia peluang besar untuk memasukkan kita semua untuk bergabung menjadi keluarga mafia itu" Nico


"Apa yang dia katakan benar" Mayhan


"Jadi sekarang kita hanya mengamati pergerakan dari para petinggi keluarga mafia Savaroni" Gordo


"Iya betul" Yuri


"Kurasa untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang mereka, aku tahu kita harus bertanya kepada siapa" Flo


"Bertanya kepada siapa" Jefri


"Jenderal Irvan" Flo


"Ada benarnya juga" Yedha


"Jenderal Irvan dari divisi narkotika juga" Jefri


"Iya dia dari divisi itu" Micha


"Bisa saja Jenderal Irvan punya banyak informasi tentang mereka" Flo


"Mereka menjadi seorang kriminalitas tingkat tinggi dan otomatis mereka menjadi target utama para anggota kepolisian yang masih jujur pada tugasnya" Jefri


"Apa yang kamu bicarakan ada betulnya juga, pasti para kepolisian sudah punya banyak informasi tentang mereka saat mereka menjadi kriminal kelas paling atas" Yuri


"Betul apa yang kamu katakan" Nico


"Informasi apa saja yang kamu perlukan" Hussein


"Aku perlu informasi tentang mereka seperti riwayat pertemanan mereka dengan anggota keluarga mafia lain, aktivitas mereka sehari - hari dan informasi kepribadian serta sejarah mereka" Mayhan


"Baiklah kalau itu saja yang kamu perlukan untuk mengungkapkan siapa dalang sebenarnya di balik kejadian peristiwa tadi" Flo


"Okee Mayhan, kita semua akan membantumu" Nico


"Terima kasih atas bantuan dari kalian semua" Mayhan


Setelah Mayhan selesai memberitahukan permasalahan tersebut kepada teman - temannya, Mayhan kembali keluar dari apartemennya dan berangkat ke Bar Rafeli untuk menemui Andreas.



Ketika tiba di Bar Rafeli terlihat bar tersebut tidak ada orang tapi pintu bar terbuka dan tidak terkunci dengan sangat waspada Mayhan mengeluarkan pistolnya dan berjalan menuju ruangan kerja Andreas, saat hendak memasuki ruangan kerja Andreas terlihat ada darah yang mengalir keluar dari sela - sela bawah pintu ruangan kerja Andreas secara cepat Mayhan menendang pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan itu. Terlihat di dalam ruangan tersebut Andreas sedang duduk santai di mejanya sambil melihat mayat yang sudah tewas tersungkur di lantai dan lalu Mayhan bertanya kepada Andreas.


"Apa yang terjadi Tuan Andreas"

__ADS_1


"Aku tidak tahu"


"Apakah mereka ingin mencoba membunuh anda"


"Iya Mayhan"


"Bagaimana semua ini bisa terjadi"


"Mereka datang secara tiba - tiba sambil membawa senjata"


"Lalu bagaimana bisa anda membunuh kelima orang ini"


"Aku sudah tahu dari awal kalau mereka itu adalah pembunuh bayaran terlihat ketika mereka datang sambil mempunyai tatapan mata yang sangat tajam dan ketika aku berjalan melewati mereka"


"Syukurlah kalau anda tidak apa - apa Tuan Andreas"


"Kenapa kamu datang di waktu seperti ini Mayhan"


"Aku cuma memberitahu kalau hari ini aku baru saja di ikuti oleh orang misterius ketika aku sedang mengantarkan Mei ke kampusnya tapi aku berhasil menangkap orang itu"


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya"


"Aku terlibat pertarungan dengannya lalu dia kalah dalam pertarungan itu dan dia lebih memilih bunuh diri daripada membocorkan informasi dan tujuan dia yang sebenarnya"


"Kenapa ini bisa terjadi pada kita"


"Aku tidak soal itu Tuan Andreas tapi yang aku tahu adalah tidak semua orang mengetahui kalau aku di berikan tugas khusus oleh Don Savaroni untuk menjaga putrinya hanyalah para petinggi keluarga kita"


"Para petinggi dari keluarga kita"


"Iya Tuan Andreas"


"Kalau Don Savaroni tidak mungkin begitu tega kepada putrinya"


"Apakah anda berpikir apa yang aku pikirkan sekarang"


"Aku curiga kalau salah satu petinggi keluarga kita adalah seorang pengkhianat yang telah melakukan ini semua"


"Aku juga berpikir seperti itu Tuan Andreas"


"Kurasa kita punya musuh di dalam keluarga kita sendiri"


"Anda tahu siapa musuh kita di keluarga ini, Tuan Andreas"


"Aku tidak tahu siapa pengkhianatnya"


"Kurasa kita harus mencari tahu sendiri"


"Berhati - hatilah mulai dari sekarang Mayhan"


"Iya Tuan Andreas"



Beberapa saat kemudian terlihat sebuah rombongan mobil berhenti di depan Bar Rafeli dan para penumpang mobil tersebut keluar dari mobil sambil membawa senjata api laras panjang jenis AK, lalu orang - orang tersebut menembak secara brutal ke arah Bar Rafeli yang di dalamnya masih ada Mayhan dan Andreas.

__ADS_1


__ADS_2