
Di tengah hujan deras yang mengguyur seorang anak perempuan berusia lima belas tahun bernama Mega terus berlari menuju kantor polisi terdekat. Dengan sisa tenaga yang ia miliki sembari menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya dia terus berusaha untuk sampai ke tempat tujuan demi menyelamatkan diri nya serta anak-anak panti lain nya. Keselamatan anak-anak panti kini bergantung padanya, dan akhir nya setelah sampai di kantor polisi Mega pun tumbang tak sadarkan diri.
Polisi yang sedang berjaga terkejut melihat seorang anak perempuan tiba-tiba pingsan di depan pintu dan langsung menghampiri nya. "hei nak ada apa dengan mu?"
"pak.... Tolong" jawab Mega di ambang batas kesadaran nya.
Ke esokan hari nya saat membuka mata, Mega sudah berada di rumah sakit dengan berbagai alat yang menempel di tubuh nya. Luka-luka di tubuh nya memang cukup serius, luka itu ia dapatkan dari hasil siksaan yang di lakukan oleh kepala panti tempat ia tinggal.
"nak kau sudah sadar?" tanya polisi yang bertugas untuk menjaganya.
Mega hanya bisa menganggukan kepala nya. Ingin rasa nya dia berbicara tapi tenggorokan nya terasa sakit dan suara nya pun seolah enggan keluar.
Polisi itu pun mengerti keadaan Mega. Dokter sudah menjelas bahwa keadaan Mega cukup serius dan memerlukan waktu untuk memulihkan kondisi nya. "tidak apa-apa. Jangan memaksakan diri untuk berbicara. Apa kau bisa menggerakan tanganmu?"
Mega mencoba menggerakan kedua tangan nya dan ia tersenyum saat ia berhasil melakukan nya tanpa kesulitan.
__ADS_1
"bagus.." polisi itu meletakkan tablet di tangan Mega. "tulislah apapun yang kau mau"
Tolong pergilah ke panti asuhan yang berada di pinggir kota XX. Disana banyak anak-anak yang di siksa termasuk aku. Selamatkan mereka semua.
Polisi membaca apa yang Mega tuliskan dan menatap nya dengan serius. "siapa yang melakukan nya?"
Nama nya Jerry. Dia adalah kepala panti disana.
"baiklah. Anak buah ku akan segera meluncur kesana" ucap polisi itu.
Mega merasa lega. Dia berharap polisi belum terlambat dan anak-anak panti bisa terselamatkan.
Hari ini adalah sidang pertama Jerry. Di saat semua bukti sudah ada di depan mata, di tambah lagi pengakuan anak-anak panti tentang siksaan yang di lakukan Jerry kepada mereka, tetap saja Jerry masih berusaha mengelak semua tuduhan itu. Jerry bahkan membayar pengacara terkenal untuk membela diri nya. Tapi untung nya hukum berpihak kepada Mega dan anak-anak panti. Jerry di nyatakan bersalah dan di jatuhi hukuman sepuluh tahun penjara.
Mega dan anak-anak panti merasa lega karena mereka berhasil mendapatkan keadilan. Jerry menatap penuh amarah pada Mega karena tahu Mega lah orang yang sudah melaporkan diri nya.
__ADS_1
Kedua tangan Jerry di borgol dan dia dibawa menuju mobil polisi yang sudah menunggu.
Langkah Jerry berhenti di depan Mega dan menatap nya penuh dengan aura kemarahan. "Saat aku keluar dari penjara akan ku pastikan kau mendapatkan balasan nya"
Tubuh Mega meremang mendengar ancaman dari Jerry. Tentu saja dia merasa takut dan langsung memundurkan tubuh nya menjauhi Jerry. Saat polisi menarik Jerry, pria itu tetap menatap Mega sampai dia keluar dari ruangan sidang.
Kini setelah Jerry di penjara, Mega dan anak-anak panti lain nya bisa menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik. Mereka pun kembali bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.
Setelah lulus dari sekolah menengah atas, Mega memutuskan untuk keluar dari panti karena ingin hidup mandiri. Mega juga sudah mendapatkan pekerjaan untuk menjadi cleaning service di sebuah hotel. Meski gaji nya tidak terlalu besar, tapi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar uang sewa kontrakan nya.
Hotel tempat Mega bekerja merupakan sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah dan pasti nya berkelas. Karena itu peraturan yang di terapkan untuk karyawan yang bekerja di sana pun begitu ketat. Mega mengingat isi kontrak yang sudah ia tanda tangani, bahwa diri nya akan langsung di pecat jika berani datang terlambat. Dan gaji nya bisa saja di potong saat diri nya melakukan kesalahan dalam bekerja. Hal itu lah yang membuat Mega harus ekstra hati-hati dalam bekerja, dan dia juga selalu datang lebih awal. Semua itu dia lakukan demi mendapat gaji yang full untuk bisa membantu anak-anak panti meski hanya sedikit.
Semenjak Jerry di penjara, pengelola panti di ambil alih oleh sepasang suami istri Zac dan Jessy. Mereka merupakan kakak dari Jerry. Meski mereka dan Jerry bersaudara, tapi sifat mereka bertolak belakang dengan Jerry. Zac dan Jessy sangat menyayangi anak-anak panti. Mereka mengurus dan membesarkan anak-anak panti dengan penuh kasih sayang. Karena itu Mega pun sudah menganggap mereka seperti layak nya orang tua nya sendiri.
Mega yang sudah ssjak kecil hidup di panti asuhan tidak pernah tahu seperti apa orang tua nya. Mega juga tidak tahu apakah orang tua nya masih hidup atau sudah tiada. Karena tidak pernah sekalipun ada yang mengunjungi atau pun mencari nya. Entah apa alasan orang tua nya sampai tega membuang nya ke panti asuhan. Tapi meski begitu tidak pernah ada sedikitpun rasa benci di hati Mega untuk orang tua nya. Mega tetap memiliki rasa sayang dan rindu untuk kedua orang tua nya.
__ADS_1
Dimanapun mereka sekarang berada, Mega berharap kelak suatu hari nanti mereka bisa bertemu.
Bersambung.....