
Akhir nya hari di mana pesta di selenggarakan telah tiba masa nya. Ballroom hotel di hias dengan berbagai jenis bunga hingga membuat nya terlihat sangat mewah dan cantik luar biasa.
Para pegawai dan pelayan sudah mendapat brefing sebelum nya. Beberapa cleaning service di beri tugas untuk tetap selalu berada di area pesta. Dan Mega termasuk orang di dalam nya.
Mega dan rekan nya yang lain beridiri di sisi tertentu agar para tamu bisa mengenali mereka, seandai nya mereka di perlukan untuk membersihkan sesuatu.
Para tamu yang hadir tentu dari kalangan jenset. Mereka semua memakai pakaian terbaik yang mereka miliki. Mereka semua berpenampilan glamour dan elegan. Mega melihat penampilan nya yang sangat-sangat sederhana. Ada keinginan di hati kecil nya untuk bisa berpenampilan seperti mereka. Tapi Mega pun sadar akan kondisi dan kemampauan nya. Sejak kecil Mega sudah hidup di panti asuhan. Dan hampir setiap hari pula dia mendapat siksaan dari Jerry. Sekarang seharus nya Mega patut bersyukur, meski masih hidup dalam kesederhanaan setidak nya ia bisa hidup bebas tanpa ketakutan dan siksaan. Mungkin kehidupan mewah dan bergelimbang harta hanya akan menjadi mimpi yang terlalu tinggi bagi seorang Mega.
MC yang bertugas mulai membuka acara, dari yang Mega dengar ternyata penyelenggara pesta ini adalah sang pemilik hotel. Sang penyelenggara pesta di panggil untuk memberi sambutan kepada para tamu. Dan itu adalah kali pertama Mega mengetahui wajah bos pemilik hotel tempat ia bekerja. Selama beberapa bulan ia bekerja di hotel itu tidak pernah sekali pun Mega bertemu atau melihat si pemilik hotel. Awal nya Mega berfikir jika pemilik hotel tempat nya bekerja adalah seorang laki-laki yang sudah berumur. Tapi rupa nya ia salah besar, ternyata pemilik hotel itu terlihat masih sangat muda dan berwajah sangat tampan. Seumur hidup nya Mega tidak pernah melihat wajah setampan bos nya itu. Hingga wajah tampan itu mampu menghipnotis Mega dan membuat nya tidak dapat mengalihkan pandangan nya.
"terpesona heh?"
Mega tersentak dan melihat wanita yang tempo hari sudah menyebabkan diri nya sakit sudah berdiri di samping nya. Mega mengingat pria yang menolong nya memanggil wanita itu dengan nama Tessa. Dan dia juga mengatakan bahwa dia merupakan adik dari pemilik hotel. Mega memperhatikan wajah mereka memang mirip.
"kau boleh terpesona pada kakak ku, tapi aku ingatkan jangan sampai kau berfikir untuk bisa mendekati nya. Karena kalian bagaikan langit dan bumi" ucap Tessa dengan nada mencemooh dan kemudian melenggang pergi.
Mega menghela nafas dan melihat Tessa yang sudah berjalan meninggalkan nya. Tanpa di ingatkan Mega pun sudah cukup tahu diri. Tidak mungkin dia bermimpi untuk bersama dengan orang seperti bos nya itu.
Tiba-tiba tamu berteriak heboh saat MC mengatakan bahwa ada seorang penyanyi terkenal yang hadir dan akan menyanyikan sebuah lagu.
"kita sambut penyanyi yang sangat di nantikan kehadiran nya, Jonathan.."
Mendengar nama Jonathan di sebut, Mega langsung memusatkan perhatian nya ke arah podium. Dan ternyata dugaan nya benar, itu adalah Jonathan yang sama dengan orang yang menolong nya.
Jonathan mulai bernyanyi dan para tamu wanita langsung menyerbu ke depan podium untuk melihat Jonathan lebih dekat. Suara Jonathan sangat merdu hingga mampu menyihir para pendengar nya. Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu, kemudian Jonathan melambaikan tangan nya dan Mega membalas nya dengan sedikit membungkuk kan tubuh nya.
Lagu telah selesai di nyanyikan dan para tamu bertepuk tangan dengan meriah. Saat Jonathan turun dari podium banyak wanita yang mengerubungi nya namun Jonathan tidak menanggapi mereka. Dia justru berjalan ke arah Mega dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"hay, apa kau benar-benar sudah sehat?"
Mega salah tingkah karena para tamu memperhatikan nya. Mereka mulai berbisik-bisik dan membicarakan diri nya.
"jangan hiraukan mereka" ucap Jonathan. Tangan nya terulur memegang kening Mega membuat Mega tersentak kaget dan reflek memundurkan tubuh nya. "kau sudah tidak demam lagi"
"aku sudah sembuh, berkat diri mu" kata Mega lirih.
"Jo, kenapa kau disini. Kenapa tidak bergabung dengan kami?" Tessa tiba-tiba muncul dan langsung mengamit lengan Jonathan.
Tessa menatap Mega dengan sengit. Dia tidak menyangka Jonathan mengenal Mega dan lebih memilih menghampiri gadis itu ketimbang bergabung dengan teman-teman nya.
Jonathan melepaskan lengan nya dari jeratan Tessa. "aku akan datang nanti"
"apa kau mengenal nya?" tanya Tessa sambil melirik Mega.
"ya, aku mengenal nya. Dua hari lalu kami menghabiskan waktu bersama" Jonathan sengaja mengatakan nya untuk membuat Tessa marah. Dia berharap Tessa berhenti mengejar nya, Jonathan sudah sangat risih karena Tessa selalu berusaha mendekati nya dan terus menempel pada nya.
Tessa mengepalkan tangan nya. Dia semakin membenci Mega, dada nya terasa panas. Tentu saja dia merasa cemburu karena pria yang dia sukai sejak dulu menghabiskan waktu bersama wanita lain.
"aku pastikan kau akan di pecat hari ini juga" desis Tessa sambil menatap Mega dengan murka.
"tolong jangan lakukan itu" ucap Mega memelas. Dia yakin Tessa tidak main-main dengan ucapan nya. Wanita itu lebih dari mampu untuk membuat nya di pecat.
Jonathan memegang pundak Mega untuk menenangkan nya. "tenang saja, jika kau di pecat aku akan langsung mempekerjakan dirimu"
Dada Tessa sudah kembang kempis. Dia benar-benar sudah terbakar amarah. "apa-apaan ini Jo?"
"apa, kau bilang kau ingin memecat nya bukan? Silahkan saja kau pecat dia, maka aku akan memberi nya pekerjaan" Jonathan menegaskan bahwa apa yang dia katakan tidak main-main.
__ADS_1
"tapi kenapa?"
"kenapa? Kau masih tidak mengerti juga? Kau memang tidak akan pernah berubah Tessa, kau selalu memanfaatkan kekuasaan dan nama kakak mu untuk mewujudkan segala keinginan mu tanpa memperdulikan apapun. Kau masih menjadi orang yang paling egois yang aku kenal" Jonathan menatap Tessa dengan tajam.
Mega yang berdiri di tengah-tengah mereka merasa seperti sedang menyaksikan sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
"entah kenapa sejak pertama melihat mu aku sudah membenci mu. Dan sekarang aku semakin membencimu" ucap Tessa pada Mega kemudian pergi dengan menghentakkan kaki nya.
Mega hanya bisa menundukan wajah nya tanpa berani menatap Tessa karena aura kemarahan wanita itu begitu terasa.
"anggap saja angin lalu, jangan ambil hati kata-kata nya. Karena dia..."
"dia sudah terbiasa hidup layak nya putri sejak lahir" Mega memotong kata-kata Jonathan sebelum pria itu menyelesaikan kalimat nya.
Jonathan mengangkat alis nya. "dari mana kau tahu? Apa kau sudah lama mengenal nya?"
"sebenar nya dia lah alasan yang membuatku sakit kemarin" Mega tersenyum getir.
"benarkah? Apa yang dia lakukan pada mu?"
"bukan apa-apa. Jadi Jonathan, inikah maksud dari kata-kata mu bahwa kehadiran mu pasti akan membuat keributan, karena kau adalah seorang penyanyi terkenal?"
Jonathan terseyum malu, dia berpikir bahwa semua orang pasti mengenal nya. Tapi nyata nya gadis di depan nya bahkan tidak tahu tentang diri nya sama sekali. "sejak aku menjadi penyanyi banyak orang yang menjadi penggemarku. Dan di manapun aku berada penggemarku selalu bisa mengenaliku. Karena itu aku selalu memakai masker dan topi saat tidak ingin di kenali"
"maaf karena aku tidak mengenali mu"
"tidak perlu minta maaf, justru aku senang kau tidak mengenali ku"
"aku tidak terlalu mengenal alat elektronik seperti tv dan ponsel. Sejak kecil aku selalu sibuk bekerja jadi hari-hari ku hanya ku habiskan dengan bekerja dan bekerja. Tidak ada waktu untuk menonton tv, dan ponsel termasuk barang mewah yang tidak bisa aku beli" tutur Mega sembari tersenyum getir.
__ADS_1
Kehidupan Mega berbanding terbalik dengan kehidupan Jonathan. Jika Mega hidup serba kekurangan maka lain hal nya dengan Jonathan. Lahir dari kalangan keluarga berada membuat hidup Jonathan serba berkecukupan. Dia tidak pernah merasakan kekurangan apapun karena apapun yang dia mau bisa dia dapat kan dengan mudah. Jonathan merasa bodoh karena selama ini dia sering mengeluhkan tentang hidup nya, padahal masih banyak orang yang hidup nya jauh lebih menderita dan lebih susuah dari nya.
Bersambung....