
Malam hari Mega kembali datang untuk bekerja. Karena kejadian pagi tadi mood Mega menjadi buruk dan itu membuat nya sulit untuk tidur. Hingga Mega hanya bisa tidur dua jam saja dan itu membuat kepala nya pusing. Meski begitu Mega harus tetap bekerja, dia tidak ingin absen karena khawatir gaji nya akan di potong.
Mega dan dua cleaning service lain nya di beri tugas untuk membersihkan ballroom hotel. Menurut informasi lusa akan ada pesta yang di adakan di ballroom tersebut. Pekerjaan itu terasa melelahkan untuk Mega, di tambah lagi tubuh nya yang sedang kurang sehat semakin menambah derita Mega.
Setelah selesai dengan pekerjaan nya Mega meminta ijin kepada rekan kerja nya untuk beristirahat sebentar di ruang ganti kariawan. Melihat wajah Mega yang pucat rekan kerja nya pun mengijinkan. Sampai di ruang ganti, Mega membuka kotak bekal nya dan memakan nya sedikit kemudian dia minum obat yang selalu ada di dalam tas nya.
Setelah merasa keadaanya sedikit membaik, Mega pun memutuskan untuk kembali bekerja. Melihat Mega datang dengan cepat membuat rekan kerja nya merasa cemas.
"kenapa cepat sekali, apa kau sudah baik-baik saja? Tapi wajah mu masih pucat"
Mega tersenyum agar rekan kerja nya tidak mengkhawatirkan nya. "aku sudah minum obat, dan aku juga sudah merasa lebih baik. Sebaik nya kita lanjutkan pekerjaan kita"
Mendengar itu rekan kerja Mega pun tidak mengatakan apapun lagi. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka sampai jam istirahat tiba.
Jam istirahat Mega tidak bergabung dengan rekan kerja nya, dia lebih memilih tidur untuk memulihkan kondisi nya. Tapi saat terbangun, Mega justru merasa kondisi nya semakin memburuk. Kini bukan hanya pusing yang Mega rasakan, namun suhu tubuh nya pun naik.
"kenapa dalam kondisi seperti ini aku harus sakit?" gumam Mega.
Kemudian melihat jam dan ternyata jam istirahat tinggal beberapa menit lagi. Mau tak mau Mega harus kembali bekerja. Tubuh nya terasa lemah, pandangan nya pun menjadi tidak fokus. Tapi Mega tetap memaksakan diri nya untuk kembali bekerja. Saat pandangan nya semakin kabur membuat tubuh Mega oleng dan hampir terjatuh, namun seseorang menyangga tubuh nya.
"hei, kau tidak apa-apa?"
Mega masih bisa mendengar suara maskulin itu sebelum akhir nya dia tidak sadarkan diri.
Orang itu adalah Jonathan. Dia yang hendak pulang tidak sengaja melihat Mega yang sedang berjalan di depan nya dengan sempoyongan. Jonathan berpikir Mega sedang mabuk dan saat melihat Mega hampir terjatuh reflek Jonathan pun menangkap nya. Tapi saat merasakan tubuh Mega yang panas serta wajah nya yang pucat membuat Jonathan cemas. Dan benar saja tak lama Mega pun pingsan.
Jonathan langsung menggendong nya dan membawa nya menuju rumah sakit terdekat. Dokter yang memeriksa mengatakan jika Mega kelelahan dan kurang istirahat, serta daya tahan tubuh nya lemah karena kurang nya nutrisi. Jonathan menatap Mega dengan iba. Dia melihat seragam yang Mega kenakan. Tentu dia tahu seragam itu merupakan seragam cleaning service di hotel milik Tristan. Jonathan duduk di samping ranjang, mengamati wajah Mega yang pucat, kemudian dia melihat tangan Mega yang terdapat luka goresan di beberapa jari nya.
"seperti nya kau bekerja dengan sangat keras" ucap Jonathan. Dia kemudian minta suster yang sedang berjaga untuk mengobati luka di jari Mega. "sus tolong obati luka-luka di tangan nya itu"
"baik tuan"
Jonathan melihat jam tangan nya dan ternyata sudah pukul dua dini hari. Sesungguh nya Jonathan merasa mengantuk, tapi entah kenapa dia merasa kasihan jika harus meninggalkan Mega sendirian.
"permisi tuan, maaf mengganggu" ucap seorang suster.
__ADS_1
"ya, ada apa?"
"mohon untuk mengisi formulir pendaftaran dan data diri pasien" suster itu menyodorkan beberapa lembar kertas.
Jonathan menerima kertas itu dan mengisi nya. Saat akan mengisi data pasien, Jonathan melirik ke arah Mega karena dia tidak tahu siapa nama wanita yang baru saja dia tolong. Tapi kemudian tidak sengaja dia melihat name tag yang tertera di seragam Mega.
"Mega Edrea, nama yang cantik" puji Jonathan.
Setelah mengisi nya dengan lengkap Jonathan memberikan kertas itu kembali. Ponsel Jonathan berbunyi dan melihat menejer nya yang bernama Zacky menelfon.
"ya, ada apa?"
"......"
"aku di rumah sakit XX"
"......."
"bukan aku, tapi temanku yang sakit"
"......."
"......"
"tidak perlu. Aku akan menghubungi mu besok"
Dan sambungan telfon pun terputus. Jonathan tersenyum mengingat menejer nya itu yang selalu saja mencemaskan diri nya. Jonathan adalah seorang penyanyi terkenal, dimana dia tidak bisa pergi kemanapun dengan bebas karena para penggemar nya maupun paparazi yang diam-diam mengikuti nya. Karena itu setiap ingin pergi ke tempat umum Jonathan selalu mengenakan pakaian yang tertutup bahkan over size. Tak lupa dia juga memakai topi dan masker untuk menutupi wajah nya. Dan Jonathan bersyukur sampai sejauh ini belum ada yang mengenali diri nya.
Sekali lagi Jonathan mengamati Mega. Wajah Mega sangat tirus membuat Jonathan percaya jika Mega memang kekurangan nutrisi.
"kasihan sekali, seperti nya hidup mu sangat sulit" gumam Jonathan. Lama-lama Jonathan tidak bisa menahan rasa kantuk nya dan dia pun tertidur.
Dalam tidur nya Mega memimpikan saat-saat di mana dia di siksa dan hampir di lecehkan oleh Jerry. Hingga dia terbangun dengan keringat yang membasahi sekujur tubuh nya. Mega menatap sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di rumah sakit. Selang infus juga terpasang di tangan kanan nya. Kemudian dia menyadari ada seseorang yang tertidur di samping tempat tidur nya.
Mega mencoba melihat wajah Jonathan, tapi dia kesulitan karena masker dan topi yang di pakai pria itu.
__ADS_1
Jonathan adalah tipe orang yang mudah terbangun karena suara ataupun pergerakan kecil sekalipun. Saat merasa ranjang Mega bergerak Jonathan pun membuka mata nya.
"kau sudah sadar rupa nya" ucap Jonathan. "bagaimana keadaan mu, apa kau merasa lebih baik?"
Mega menganggukkan kepala nya. "anda siapa?"
Jonathan membuka sedikit masker nya agar Mega bisa melihat wajah nya. Jonathan pikir Mega akan terkejut atau bahkan berteriak histeris saat melihat wajah nya. Tapi ternyata Mega hanya memandang nya tanpa ada reaksi apapun.
"apa kau tidak mengenaliku?" tanya Jonathan heran.
"seperti nya saya belum pernah melihat anda. Apa anda yang membawaku kemari?"
Jonathan melihat Mega dan mencoba menerka-nerka, apakah Mega pura-pura tidak mengenali nya atau memang Mega benar-benar tidak mengenal nya. Tapi melihat tatapan polos Mega membuat Jonathan berpikir jika Mega sedang tidak berpura-pura. "aku Jonathan, dan ya aku yang membawa mu kemari. Tadi di hotel kau pingsan, apa kau ingat?"
Mega mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya, dan kemudian dia pun teringat saat di hotel dia hampir saja terjatuh dan ada seseorang yang menolong nya. Mega tersentak saat menyadari satu hal yang amat penting bagi nya. Sepontan Mega langsung turun dari ranjang dan lagi-lagi karena kondisi tubuh nya yang masih lemah Mega hampir terjatuh dan Jonathan kembali menangkap nya.
"astaga, kau ini ceroboh sekali. Sebenar nya kau ini mau kemana, apa kau tidak lihat tangan mu sedang di infus? Kalau infus itu lepas bagaimana..." cecar Jonathan dan membantu Mega untuk kembali ke ranjang nya.
Setelah kembali berbaring di ranjang nya Mega tidak sengaja melihat jam di dinding yang menunjukan pukul tujuh pagi. "bagaimana ini, aku bisa di pecat" ucap Mega lirih.
"katakan apa yang kau takutkan?" tanya Jonathan.
"tolong antar saya kembali ke hotel" pinta Mega.
"kau masih lemah, sebaik nya kau istirahat dulu disini"
Mega menggeleng cepat. "tidak, jika saya tetap disini bagaimana dengan pekerjaan saya. Atasan saya bisa marah dan saya bisa di pecat"
Jonathan menarik nafas dalam-dalam. Jonathan bisa menebak jika Mega adalah tipe pekerja keras. Tapi dia tidak menyangka jika Mega lebih memetingkan pekerjaan di bandingkan kesehatan nya.
"aku akan menjamin bahwa kau tidak akan di pecat. Kau bisa percaya omongan ku. Sekarang lebih baik kau istirahat saja, dan aku tidak menerima penolakan" tegas Jonathan.
Entah ucapan pria di depan nya ini bisa di percaya atau tidak, Mega tidak tahu. Tapi dia tetap menurut apa yang di katakan Jonathan karena tubuh nya memang masih lemah. Dan tak lama Mega pun kembali tertidur.
Bersambung.....
__ADS_1