
Menjelang tengah malam pesta baru saja usai. Semua pelayan dan cleaning service tentu mendapat tugas untuk membersihkan ballroom hotel agar besok sudah bersih seperti semula. Mega memunguti bunga-bunga yang tercecer di lantai. Bunga-bunga itu masih segar dan mengeluarkan aroma yang sangat harum namun sudah harus di buang. Kadang Mega berfikir untuk apa orang-orang kaya rela membayar EO dengan bayaran yang fantastis hanya untuk di nikmati selama beberapa jam saja. Bukankah itu sama saja dengan membuang-buang uang?.
Setelah pekerjaan nya selesai, Mega dan kawan-kawan nya beristirahat di ruangan ganti.
"Mega, bagaimana kamu bisa kenal sama penyanyi sekelas Jonathan? Sumpah aku iri" celetuk rekan kerja Mega.
"iya, cerita dong" timpal rekan Mega yang lain.
Tentu saja momen Mega berbicara dengan Jonathan membuat rekan kerja nya heboh. Mereka tidak menyangka Mega mengenal penyanyi terkenal yang sangat fenomenal. Jonathan adalah penyanyi yang di idolakan hampir dari semua kalangan. Suara emas dan lagu-lagu nya membuat pendengar nya merasa tersihir.
"sebenar nya dia adalah orang yang menolongku saat aku pingsan kemarin" jawab Mega jujur.
"jadi kemarin pas kamu tiba-tiba ngilang itu karena kamu pingsan dan di tolongin sama Jonathan? Ya ampun Mega, kamu beruntung banget.."
Mega tidak menampik bahwa dia memang beruntung malam itu bisa bertemu dengan Jonathan. Entah apa yang terjadi padanya jika dia tidak bertemu dengan Jonathan. "ya, aku memang beruntung"
"gimana rasa nya di tolong penyanyi seperti Jonathan, apa kamu nggak gerogi?"
__ADS_1
"tidak, itu karena aku tidak tahu dia seorang penyanyi terkenal. Justru saat di pesta tadi lah aku baru tahu ternyata dia seorang penyanyi. Aku rasa dia adalah tipe orang yang rendah hati, dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai Jonathan, bukan sebagai seorang penyanyi terkenal" puji Mega.
"Jonathan memang paket komplit. Tampan, kaya raya, rendah hati dan tidak sombong"
Dalam hati Mega membenarkan apa yang di katakan rekan kerja nya itu. Karena dia sendiri memang sudah merasakan kebaikan dan ketulusan dari seorang Jonathan. Bahkan saat diri nya kembali bekerja, atasan nya tidak mengatakan apapun mengenai diri nya yang tiba-tiba menghilang saat jam kerja. Dan Mega yakin semua itu juga karena Jonathan. Dan pria itu juga tidak malu berbicara dengan nya yang hanya seorang cleaning service saat di depan umum. Membayangkan kebaikan Jonathan tanpa sadar membuat Mega tersenyum.
Melihat itu rekan kerja Mega yang bernama Zea menatap Mega dengan sorot mata benci. Sejak Mega datang bekerja dia sudah mencuri perhatian karena wajah nya yang cantik. Bahkan pria yang ia sukai yang merupakan satu profesi dengan mereka diam-diam sering memperhatikan Mega. Di tambah lagi Mega mengenal Jonathan yang notaben nya merupakan penyanyi kesukaan nya. Sungguh hati nya merasa panas dan juga iri, dan itu membuat nya semakin tidak menyukai Mega.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba atasan mereka datang dan menyuruh Mega untuk membersihkan kamar nomor 140. Tanpa membantah Mega pun langsung bersiap untuk pergi. Saat menaiki lift ada tiga orang di dalam nya dan Mega tidak memperhatikan pria yang berdiri di posisi paling belakang. Pria yang berdiri paling belakang mengenali wajah Mega dan dia tersenyum licik. Semua orang sudah keluar dari lift kecuali Mega dan pria itu.
"kita bertemu lagi manis..." ucap pria itu sembali mengelus lengan Mega.
Mega berusaha menekan tombol lift agar bisa terbuka di lantai berikut nya. Tapi pria itu dengan gesit mengunci pergerakan Mega.
"tolong lepaskan" jerit Mega berusaha meronta. Tenaga nya tetap saja tidaklah sebanding dengan seorang pria. Di tambah lagi Mega sudah lelah karena bekerja semalaman.
"kau sudah berani menggigitku, bukankah sekarang waktu nya aku membalasmu?" pria itu tersenyum licik.
Dia mendorong Mega ke dinding lift dan mencekal kedua tangan Mega menggunakan satu tangan nya. Pria itu mencoba mencium Mega dan satu tangan nya tidak berhenti menyentuh tubuh Mega.
__ADS_1
Tak habis akal, Mega menggunakan lutut nya untuk menendang selakangan pria itu hingga membuat pria itu kesakitan dan melepaskan cengkraman nya. Saat kedua tangan nya sudah bebas Mega cepat-cepat menekan tombol agar pintu cepat terbuka. Namun belum sempat terbuka pria itu sudah lebih dulu menarik rambut Mega dan menampar menampar pipi nya dengan keras hingga membuat Mega jatuh tersungkur ke lantai.
Pipi Mega terasa panas dan telinga nya berdenging. Bahkan Mega bisa merasakan aroma amis karena sudut bibir nya yang robek.
"dasar ******, rupa nya kau sangat liar" maki pria itu. Dia kembali menarik rambut Mega dan memaksa nya untuk berdiri. "kau akan membayar mahal untuk ini.
Dengan kedua tangan nya Mega berusaha melepaskan diri. Dia mencakar dan memukul apapun yang bisa di capai nya. Tapi lagi-lagi tenaga nya tidak sebanding dengan pria itu.
Pria itu kembali mencoba menyentuh Mega, dan Mega berusaha terus berontak. Dia tidak ingin menyerah dan membiarkan pria itu melecehkan nya. Lengan baju Mega robek di tengah usaha nya untuk melawan. Saat tenaga nya mulai melemah, dan Mega pun sudah mulai pasrah dengan takdir nya Tuhan pun kembali mengirimkan Jonathan untuk menolong nya.
Pintu lift tiba-tiba terbuka dan sosok Jonathan berdiri di depan pintu lift. Melihat pemandangan yang ada di depan nya tentu membuat Jonathan shock. Dan saat menyadari jika wanita itu adalah Mega, Jonathan kehilangan kontrol emosi nya. Dia menarik pria itu dan memukuli nya hingga wajah pria itu penuh darah dan tidak dapat di kenali.
Mega meringkuk di sudut dan mencoba menutupi tubuh nya karena baju nya sudah robek di beberapa bagian. Saat mendengar isakan tertahan Mega barulah Jonathan berhenti memukuli pria itu.
Fokus Jonathan beralih pada Mega. Melihat keadaan Mega yang mengenaskan membuat dada Jonathan seperti di remas. Jonathan melepas jas nya dan memakaikan nya pada Mega kemudian dia menggendong Mega ala bridal style dan membawa nya menuju kamar hotel nya.
Mega yang sudah tidak memiliki tenaga hanya bisa pasrah. Karena dia tahu Jonathan tidak akan mungkin menyakiti nya dan pria itu pasti akan menjaga nya.
Bersambung.....
__ADS_1