
Setelah berganti pakaian dengan pakaian kerja, Mega bergegas menuju penthouse. Disana sudah ada Tristan yang menunggu nya. Pria itu duduk dengan elegan sembari memainkan laptop nya. Mega menunduk dengan hormat kemudian mulai mengerjakan pekerjaan nya. Penthouse itu di bersihkan setiap hari hingga terkadang Mega bingung dengan apa yang harus dia kerjakan karena semua nya masih tampak bersih. Bahkan tak jarang Mega hanya bersantai sepanjang hari jika Tristan sedang tidak berada di penthouse. Dia tidak di perbolehkan mengerjakan pekerjaan selain yang berhubungan dengan penthouse. Dan Mega merasa dia hanya makan gaji buta jika terus bersantai seperti itu.
"Mega kemarilah" ucap Tristan.
Mega memilih mengabaikan panggilan Tristan karena dia tahu apa yang akan Tristan bicarakan. Dia merasa belum siap untuk membahas nya, jantung nya selalu tidak bisa berkompromi jika dia berdekatan dengan Tristan. Mega berpura-pura berkutat dengan pekerjaan nya seolah dia tidak mendengar panggilan Tristan.
Merasa yang di panggil tidak kunjung datang, Tristan pun mencari keberadaan Mega. Terlihat gadis itu sedang membersihkan area kolam renang yang sebenar nya sudah terlihat bersih. "aku tahu kau pura-pura tidak mendengarku bukan?"
"eh tuan, ada apa?" Mega berusaha sebaik mungkin untuk bersikap biasa seolah tidak ada yang terjadi.
Tristan menyilangkan kedua tangan nya dan menatap Mega dengan pandangan penuh arti. Dia tersenyum lancip saat menyadari jika Mega sebenar nya sedang gugup. Perlahan Tristan berjalan mendekati Mega, secara sepontan Mega memundurkan langkah nya. Dia tidak menyadari jika langkah nya semakin mendekati kolam renang.
"tu...tuan" kata Mega gugup.
Tristan terus saja mendekati nya tanpa melepaskan pandangan mereka. Mega terus saja memundurkan langkah nya sampai dia hampir terjatuh ke dalam kolam renang. Untung saja dengan sigap Tristan menarik pinggang Mega dan menahan nya hingga gadis itu tidak sampai terjatuh ke dalam kolam.
Tristan mendakatkan wajah nya pada telingan Mega dan berbisik dengan lembut. "apa kau bisa berenang?"
Dalam jarak sedekat itu benar-benar membuat Mega merasa gugup. Ketampanan Tristan mampu menghipnotis Mega hingga membuat nya tidak bisa mengalihkan tatapan nya dari wajah tampan pria itu. "tidak tuan. Saya tidak bisa berenang"
"lalu kenapa kau terus saja berjalan ke pinggir kolam?"
"itu....itu karena tuan mendekati saya" jawab Mega polos.
"aku sudah memanggil mu tapi kau tidak mendengar nya. Jadi aku harus mendekati mu agar kau bisa mendengar suaraku. Bukan begitu?" Tristan sengaja menatap Mega dengan tatapan menggoda. Dia suka sekali melihat wajah Mega yang memerah karena malu. Terlihat sangat menggemaskan. Bahkan Tristan bisa merasakan debaran jantung gadis itu yang begitu cepat. Itu menandakan jika gadis itu gugup saat berada di dekat nya.
"i...iya. Tapi tidak perlu sedekat ini tuan" Mega berusaha mendorong Tristan agar menjauhi nya. Dia merasa tidak bisa bernafas dengan benar karena terlalu gugup.
"memang kenapa, bahkan kita pernah lebih dekat dari ini. Apa kau sudah lupa?" Tristan mencoba mengingatkan bahwa semalam mereka sudah berciuman.
__ADS_1
Wajah Mega semakin memerah. Tentu saja dia mengerti maksud dari kata-kata Tristan. Mega tidak habis pikir kenapa pria itu sama sekali tidak malu membicarakan hal seperti itu. Bagi Mega hal itu tentu saja adalah topik yang sensitif untuk di bicarakan. Mengingat itu adalah pertama kali bagi diri nya wajar saja jika dia merasa malu.
Kemudian Mega teringat jika Tristan memiliki mantan kekasih yang sangat cantik seperti Divya. Tentu saja ciuman semalam tidak mungkin menjadi yang pertama bagi Tristan karena pria itu mungkin saja sudah pernah melakukan nya saat bersama Divya. Tiba-tiba muncul rasa marah di hati Mega. Dalam hati dia bertanya-tanya kenapa Tristan bisa mencium nya padahal tidak ada ikatan apapun di antara mereka. Ataukah pria itu biasa melakukan hal itu pada setiap wanita?.
Dengan sedikit kasar Mega kembali mendorong Tristan dan kali ini dia berhasil lepas dari dari pelukan Tristan. Namun sayang nya posisi mereka masih tetap berada di pinggir kolam, dan karena pegangan Tristan terlepas akhir nya Mega justru tercebur ke dalam kolam. Tristan tidak menyangka jika Mega kembali mendorong nya, dan karena tidak siap dengan situasi itu dia pun gagal untuk kembali menarik tangan Mega. Kolam itu cukup dalam dan Mega yang tidak bisa berenang akhir nya tenggelam. Tanpa pikir panjang Tristan langsung menyeburkan diri nya untuk menolong Mega.
Saat berhasil membawa Mega naik, rupa nya gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Tristan mencoba mengeluarkan air yang tertelan oleh Mega, namun beberapa menit melakukan nya gadis itu belum sadar juga. Akhir nya Tristan memberi nya nafas buatan dan berhasil. Mega sadar dan memuntahkan banyak air.
Mega merasakan paru-paru nya penuh dengan air. Saat tenggelam dia merasa seperti hampir mati. Kemudian dia menatap Tristan yang berada di samping nya. Jika bukan karena pria itu dia tidak akan jatuh ke dalam kolam.
"kau baik-baik saja?" tanya Tristan memastikan. "apa perlu kau memanggil dokter untuk mu?"
"tidak perlu, terimakasih" jawab Mega ketus. Dia berdiri dan ingin pergi ke ruang ganti untuk mengganti baju nya yang basah.
Tristan mengerutkan kening nya saat mendengar jawaban Mega. Terlihat sekali gadis itu seperti sedang marah pada nya. Tristan mencekal lengan Mega untuk mencegah nya pergi. "apa kau marah?"
"tidak, kenapa saya harus marah" jawab Mega tanpa menoleh.
Kata-kata Tristan memang benar tapi Mega menolak mengakui nya. Salah siapa dia sudah mencium nya sembarangan.
"atau jangan-jangan kau sengaja ingin tenggelam agar aku memberimu nafas buatan?" goda Tristan.
Mega membulatkan mata nya. Bisa-bisa nya Tristan berpikiran sejauh itu. "maaf tuan, saya bukan perempuan seperti itu. Saya tidak membiarkan sembarang pria mencium saya"
"tapi tadi aku sudah melakukan nya, kau tidak sadar jadi aku memberi mu nafas buatan"
"apa?!! Kenapa anda suka sekali mencium orang sembarangan. Jangan samakan saya dengan wanita-wanita yang berada di sekeliling anda. Lagi pula bisa-bisa nya anda dengan mudah mencium seorang wanita begitu saja tanpa ada nya suatu hubungan. Apa anda memang biasa memainkan perasaan wanita?"
Tristan membalikkan tubuh Mega agar menghadap nya. Dia menatap mata gadis itu degan dalam. "aku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku bahkan tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali Divya. Dia satu-satu nya yang pernah aku cium. Dan alasan kenapa semalam aku mencium mu itu karena aku menyukai mu. Aku hanya ingin menunjukan perasaanku pada mu. Dan saat melihat mu tidak sadarkan diri itu membuat ku merasa takut, karena itu aku memberimu nafas buatan agar kau bisa segera sadar. Aku tidak bermaksud melecehkan mu apalagi mempermainkan mu. Jadi jangan marah padaku, aku benar-benar mencintai mu"
__ADS_1
Cara Tristan mengatakan nya terdengar begitu tulus membuat Mega merasa tersentuh. Bagaimana bisa pria seperti Tristan mencintai diri nya. "sejak kapan anda mencintai saya?"
"aku juga tidak tahu. Mungkin sejak pertemuan pertama kita, tanpa sadar aku sudah merasa tertarik dengan mu. Kau yang saat itu terlihat rapuh karena perlakuan Richard membuat ku merasa ingin melindungi mu. Dan saat gosip tentang kau dan Jonathan beredar aku merasa tidak nyaman, aku seperti merasa cemburu pada Jonathan. Kenapa kau bisa sedekat itu dengan nya, bahkan kau bisa tinggal di rumah nya. Padahal semua orang tahu bahwa kau adalah kekasih ku, meski itu hanya pura-pura tapi aku merasa tidak terima saat orang berbicara buruk tentang diri mu. Dan aku membuat mu bekerja di penthouse karena aku ingin selalu dekat dengan mu. Aku ingin kau selalu dalam pengawasan ku. Aku ingin melindungi mu dari orang-orang yang berniat jahat padamu. Katakan apakah itu bukan cinta?"
"saya tidak tahu apa itu cinta karena saya tidak pernah jatuh cinta" jawab Mega jujur.
Tristan semakin mendekatkan wajah nya pada wajah Mega. "apa yang kau rasakan saat kita sedekat ini? Apa kau merasa gugup?"
Mega mengangguk.
"apa jantung mu berdebar dengan cepat?"
"i....iya"
Tristan tersenyum lancip. "itu berarti kau juga mencintai ku"
"bagaimana bisa anda membuat kesimpulan seperti itu?"
"baiklah jika kau masih tidak percaya. Sekarang aku akan bertanya, apa kau merasa seperti itu juga saat bersama Jonathan atau teman pria mu yang lain?"
Mega mencoba berfikir, dia memang merasa nyaman saat berada di dekat Jonathan, tapi dia tidak pernah merasakan jantung nya berdebar saat bersama pria itu. "tidak"
"see? Bukan kah itu sudah jelas. Saat bersamaku kau merasakan perasaan yang berbeda" ucap Tristan merasa senang mendengar jawaban Mega.
Mega mengakui memang ada perasaan berbeda saat bersama Tristan. Tapi Mega tidak ingin terburu-buru dengan menganggap bahwa itu adalah perasaan cinta. Dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan hati, karena jika dia salah maka yang terluka bukan hanya diri nya tapi juga orang lain. "beri saya waktu untuk memikirkan nya tuan. Saya belum bisa memutuskan perasaan apa yang saya miliki pada anda. Jika saya sudah merasa yakin dengan perasaan saya maka saya pasti akan memberitahu anda jawaban nya"
Meski Tristan merasa kecewa tapi dia berusaha memahami keinginan gadis itu. "baiklah. Aku akan memberikan waktu sebanyak yang kau mau. Aku harap kau memberiku jawaban yang bagus"
"terimakasih karena sudah mau mengerti" tutur Mega.
__ADS_1
Karena Hati adalah salah satu bagian yang sakral dalam diri setiap manusia, dan perasaan adalah keadaan batin yang mempengaruhi jiwa manusia. Hati dan perasaan merupakan bagian yang palik komplek pada diri manusia, sehingga hati dan perasaan mudah terbolak balikan sebab dua hal ini adalah bagian dari diri setiap manusia yang paling mudah merasa. Dan Mega tidak ingin salah mengartikan perasaan nya agar kelak diri nya tidak akan terluka.
Bersambung.....