Air Mata Mega

Air Mata Mega
Dua puluh delapan


__ADS_3

Di dalam perjalanan pulang Mega lebih banyak diam. Dia sedang mencoba mencari cara untuk menyatukan Jonathan dan ayah nya.


"ekhm, apa dia sudah mengungkapkan perasaan nya padamu?" tanya Jason memulai obrolan.


"eh, siapa yang kau maksud?"


"tentu saja Tristan. Jadi bagaimana, dia sudah mengatakan nya atau belum?"


"dari mana anda tahu?"


Jason hanya manggut-manggut karena dia sudah tahu jawaban nya."rupa nya sudah ya. Jadi apa jawaban mu?"


Mega menatap Jason dengan menyipitkan mata nya. Bisa-bisa nya Jason selalu menjawab pertanyaan nya dengan pertanyaan. "aku belum menjawab nya".


Jason menarik nafas dalam-dalam. Dia melirik Mega sebentar kemudian kembali fokus ke jalan yang ada di hadapan nya. Sudah di pastikan kedua teman nya menyukai gadis yang sama. Dan ini belum pernah terjadi sebelum nya. Jason hanya berharap semoga pertemanan mereka tidak akan rusak karena mereka merebutkan cinta dari gadis yang sama. "kalau boleh tahu siapa yang lebih kau suka, Jonathan atau Tristan?"


"apa hubungan nya dengan Jonathan?"


Kemudian Jason menyadari jika Jonathan ternyata belum mengungkapkan perasaan nya. Padahal Jason sendiri menyadari jika Jonathan lah yang lebih dulu menyukai Mega. Tapi kenapa bisa-bisa nya Jonathan belum mengungkapkan perasaan nya, apa selama ini dia salah sangka? Tidak. Jason sangat yakin Jonathan memang menyukai Mega. "maksudku apa Jonathan tahu tentang hal ini?"


"tidak. Memang kenapa dia harus tahu?"


"kau tinggal di rumah nya, jadi aku pikir pasti Jonathan mengetahui nya".


"dia tidak tahu" ucap Mega. "bahkan ini terjadi karena dia mabuk" lanjut Mega dengan suara lirih.


"apa?" tanya Jason karena tidak mendengar apa yang Mega katakan.


"bukan apa-apa" jawab Mega.


Mereka telah sampai di pekarangan rumah Jonathan. Mega mempersilahkan Jason untuk masuk tapi pria itu menolak nya karena ada urusan lain. Mega pun tidak memaksa dan membungkuk mengucapkan terimakasih pada Jason saat pria itu akan pergi. Mega masuk ke dalam rumah yang sudah sebulan lebih menjadi tempat tinggal nya. Dia memutuskan pergi ke kamar ayah Jonathan untuk melihat keadaan nya lebih dulu.


"paman, apa aku boleh masuk?" ucap Mega saat sudah di depan pintu kamar.

__ADS_1


"ya Mega, masuk lah" seru ayah Jonathan.


Mega berjalan masuk dan melihat pria tua itu sedang duduk bersandar di kepala ranjang. "paman bagaimana keadaan mu hari ini? Apa perban mu sudah di ganti?"


Ayah Jonathan menunjukan perban di pergelangan tangan nya. "aku baik-baik saja dan aku menunggu putriku untuk menggantikan perbanku"


Mega sedikit terhenyak mendengar nya. Tapi kemudian dia tersenyum senang. "baiklah. Aku akan cuci tangan lebih dulu" Mega pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tangan nya kemudian dia kembali dengan membawa kotak obat. "kemari paman, berikan tangan mu"


Ayah Jonathan memberikan tangan nya yang terluka dan membiarkan Mega melakukan tugas nya. Gadis itu dengan telaten dan hati-hati mengganti perban nya. Sungguh ayah Jonathan sangat menyukai Mega dan benar-benar menginginkan gadis itu menjadi menantu nya. Dia yakin kelak Mega bisa merawat Jonathan dengan baik.


"selesai" seru Mega dan terseyum puas melihat hasil kerja nya. Meski dia bukan seorang dokter tapi Mega termasuk orang yang pandai merawat luka. Itu karena semasa diri nya tinggal di panti asuhan dia sering mengobati anak-anak panti yang terluka akibat siksaan dari Jerry.


"kenapa melamun?" tanya ayah Jonathan saat melihat wajah Mega yang tampak sedih dengan pandangan nya kosong.


"tidak apa-apa paman. Mengobati luka paman membuatku teringat dengan anak-anak panti. Rasa nya sudah lama aku tidak berkunjungi mereka"


"kenapa kau tidak mengunjungi mereka?"


"apa aku boleh ikut?" ayah Jonathan menatap dengan penuh harap.


"tentu saja. Aku akan mengajak paman nanti. Ngomong-ngomong apa paman sudah minum obat?"


Di luar pintu Jonathan mendengar obrolan mereka berdua. Dia baru saja pulang dan saat akan masuk ke dalam kamar nya dia mendengar suara Mega yang berasal dari kamar ayah nya. Mereka tampak sangat akrab dan saling menyayangi seperti layak nya putri dan ayah. Ada rasa iri dalam diri Jonathan saat tahu Mega bisa begitu akrab dengan ayah nya sementara diri nya yang merupakan putra kandung nya justru tidak bisa seakrab itu.


"kenapa kau berdiri disini, kenapa tidak masuk saja?" ucap Mega yang sudah keluar dari kamar.


Karena terlalu hanyut dalam pikiran nya Jonathan tidak menyadari jika Mega sudah keluar dari kamar ayah nya. Jonathan salah tingkah, dia seperti orang yang ketahuan menguping.


"jangan cemas, ayah mu sudah semakin membaik. Bahkan luka nya juga hampir sembuh" tutur Mega. Dia berpikir bahwa sebenar nya Jonathan mengkhawatirkan keadaan ayah nya dan ingin tahu keadaan beliau saat ini.


"aku tidak ingin tahu apapun tentang nya" ucap Jonathan dan langsung pergi.


Mega hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan menggelengkan kepala nya melihat tingkah Jonathan yang keras kepala. Mega kemudian pergi ke kamar nya untuk mandi dan berganti pakaian, setelah nya dia berniat menemui Jonathan karena ada yang harus dia bicarakan dengan pria itu.

__ADS_1


Jonathan kembali berkutat di studio musik nya. Dia mencoba mengalihkan perasaan tidak nyaman yang sedang ia rasakan. Setelah kepergian ibu nya, musik menjadi tempat pelarian bagi Jonathan saat dia sedang tidak baik-baik saja. Dan semenjak itu pula Jonathan mulai mendalami ilmu tentang musik dan dia pun akhir nya menjadi seorang penyanyi.


Mega mengetuk pintu dengan perlahan dan langsung masuk sebelum Jonathan mengijinkan nya. Dia tersenyum saat melihat Jonathan sedang duduk di depan piano nya. Mega pun memilih untuk duduk di samping pria itu dan jari nya mulai menekan tuts piano dengan asal hingga menciptakan nada yang berantakan.


"apa kau mau merusak pendengaranku?" tanya Jonathan dengan nada merajuk.


Mega tersenyum lebar mendengar nya. "aku tidak tahu apapun tentang musik. Tapi aku sangat menyukai irama dari piano".


"apa kau mau belajar memainkan piano?" tawar Jonathan.


"jika kau yang mengajariku aku pasti tidak akan menolak"


Jonathan mengacak-acak gemas rambut Mega. Dia mulai meletakkan jari-jari nya di atas tuts piano dan memainkan sebuah lagu. Mega mendengar permainan piano Jonathan yang menurut nya sangat indah. Tapi entah kenapa Mega bisa merasakan kesedihan dari lagu yang sedang di mainkan oleh Jonathan.


Setelah alunan nada terakhir di mainkan, Mega bertepuk tangan dengan gembira. "kalau boleh tahu lagu apa yang kau mainkan?".


Tatapan Jonathan seolah tengah menerawang jauh pada hari dimana lagu itu dia ciptakan. "lagu ini tercipta untuk ibu ku. Saat hari kematian nya adalah hari terburuk dalam hidup ku. Dunia ku runtuh dan hancur seolah tidak ada lagi kehidupan yang patut aku jalani. Dan lagu ini menggambarkan kesedihan, rasa sakit dan juga kehilangan"


"Jo, mungkin kata-kata ku terdengar klise. Tapi semua yang terjadi adalah takdir dari tuhan. Seandainya ibu mu tidak bertemu dengan ayah mu, belum tentu nasib beliau akan lebih baik. Ingat Jo, ayah dan ibu mu adalah dua insan yang saling mencintai. Bagi seorang wanita hidup bersama pria yang di cintai adalah hal yang luar biasa. Ayah mu mungkin memberikan kesakitan pada ibu mu, tapi kau juga harus ingat bahwa sebelum itu ayah mu juga pernah memberikan kebahagiaan pada ibu mu. Bahkan saat itu mungkin ibu mu merasa bahwa dia adalah wanita yang paling bahagia di dunia. Hidup tidak selama nya indah Jo, adakala nya kita merasa susah, senang, sedih, sehat, sakit, kaya, miskin atau apapun itu. Jadi jangan melimpahkan semua rasa sedih dan sakit hati mu pada ayah mu. Percayalah, ayah mu juga merasa sedih dan kehilangan atas kepergian ibu mu. Tidak ada pria yang bahagia saat wanita yang dia cintai pergi untuk selama nya".


Jonathan kembali teringat dengan kenangan masa kecil nya bersama ayah dan ibu nya. Keluarga mereka begitu harmonis dan bahagia. Dia juga masih mengingat tatapan penuh cinta ayah nya kepada ibu nya setiap kali mereka menghabiskan waktu bersama. Ibu nya selalu bahagia saat tahu ayah akan datang dan mengunjungi mereka. Beliau akan sibuk di dapur memasak makanan kesukaan ayah nya. Bahkan ibu nya pernah berkata bahwa dia tidak pernah merasa lelah saat memasak untuk ayah, karena itu merupakan sesuatu yang di sukai nya. Inti nya segala sesuatu yang berhubungan dengan ayah nya, apapun itu maka ibu nya pasti akan melakukan nya dengan sepenuh hati.


"lepaskan kebencian itu dan cobalah untuk memaafkan ayah mu"


"aku akan mencoba nya"


Mega merasa senang sekaligus lega mendengar nya. "terimakasih karena sudah mau mendengarkan ku"


Jonathan menatap Mega dengan intens dan membawa tangan Mega dalam genggaman nya. "justru aku yang harus mengucapkan terimakasih kepadamu. Kau tidak pernah menyerah untuk menasehati ku. Terimakasih karena sudah hadir dalam hidup ku, terimakasih" selanjut nya tanpa aba-aba Jonathan mencium pipi Mega begitu saja.


Mega membulatkan matanya karena terkejut, tapi dia tidak mengatakan apapun. Mega hanya menatap Jonathan dengan pandangan penuh tanda tanya. Kenapa Jonathan tiba-tiba mencium nya?.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2